Ar Risalah

Doa Lunas Hutang Yang Dibaca Sebelum Tidur

Dalam kehidupan ini, masalah hutang piutang merupakan hal yang sangat lumrah dan Islam sendiri memperbolehkan masalah tersebut. Hanya saja masalah hutang piutang ini jangan dianggap hal yang sepele. Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan terutama oleh pihak yang berhutang, diantaranya adalah orang yang ingin berutang hendaknya yang benar-benar karena terpaksa. Karena menurut Rasulullah, utang merupakan penyebab kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menolak untuk mensholatkan jenazah seseorang yang diketahui mempunyai hutang dan tidak meninggalkan harta untuk membayarnya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda, "Akan diampuni orang yang mati syahid semua dosanya, kecuali hutangnya." (HR. Muslim). 

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda, "Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan menanggung hutang satu dinar  atau satu dirham, maka dibayarilah (dengan diambilkan) dari kebaikannya; karena di sana tidak ada lagi dinar dan tidak (pula) dirham. (HR Ibnu Majah II/807 no 2414)

Selain itu, orang yang berutang hendaknya ada niat yang kuat untuk mengembalikan, dan segera mengembalikan hutangnya jika sudah mempunyai uang. Rasulullah bersabda,"Menunda (pembayaran) bagi orang yang mampu merupakan suatu kezaliman." (HR. Bukhari). Dan jika orang yang berhutang tidak mampu mengembalikan, boleh mengajukan pemutihan dan juga mencari perantara untuk memohonnya.

Read more: Doa Lunas Hutang...

Kekuatan Doa Para Nabi

Dalam catatan sejarah para nabi, dituliskan betapa kekuatan doa itu luar biasa dan dapat membantu perjuangan para nabi. Ketika Nabi Musa AS dan umatnya terdesak di hadapan laut merah sementara dibelakang terdapat Firaun dan bala tentaranya yang siap menghancurkan mereka, doalah yang menolongnya. Begitu pula ketika Nabi Luth AS kehabisan cara melarang kaumnya melakukan liwath (hubungan sesama jenis, homos3ksual) ia pun berdoa, memohon petunjuk kepada Allah.

Doa juga menjadi media bagi Nabi untuk meluapkan perasaan akan keadaan yang dihadapinya. Kala Nabi Ayyub AS terserang penyakit menahun, ia berdoa," (YA Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang" (QS Al Anbiyaa : 83).

Begitupun dengan Nabi Yaqub AS ketika mendapatkan lapotandari anak-anaknya, bahwasanya Yusuf telah wafat diterkam binatang buas. Ia berdoa di depan mereka, " Sebenarnya dirimu sendiri yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu, maka sabarlah yang paling baik. Dan Allah sajalah tempat memohon pertolongan terhadap apa yang kamu ceritakan" (QS Yusuf : 18).

Read more: Kekuatan Doa Para...

Sujud Tilawah

Sujud Tilawah artinya sujud bacaan. Disunatkan sujud bagi orang yang membaca ayat-ayat Sajdah, begitu juga orang yang mendengarnya. Apabila orang yang membacanya sujud, maka yang mendengar atau makmum sujud pula; tetapi apabila yang membacanya tidak sujud, yang mendengar tidak disunatkan sujud pula.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda,"Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, telah berkata,"Apabila manusia membaca ayat Sajdah, kemudian ia sujud, menghindarlah setan dan ia menangis seraya berkata,'Hai celaka! Anak Adam (manusia) disuruh sujud, lantas ia sujud, maka baginya surga dan saya disuruh sujud juga, tetapi saya enggan (tidak mau), maka bagi saya neraka'. (Riwayat Muslim)

Dari Ibnu Umat,"Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah membaca Qur'an di depan kami. Ketika bacaannya sampai pada ayat Sajdah, beliau takbir, lalu sujud, maka kami pun sujud bersama-sama beliau." (Riwayat Tirmizi)

Read more: Sujud Tilawah

Doa-doa Pendek Sesudah Shalat Fardhu (I)













 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ALLAAHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MINAAL KUFRI WAAL-FAQRI, WA A'UUDZUBIKA ANURADDA ILAA ARDZALIL-'UMURI, WAA'UUDZUBIKA MIN 'ADZAABIL-QABRI WA MIN 'ADZZABIN-NAAR.

ALLAAHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MINAL 'AJZI WAL KASALI WAL JUBNI WAL BUKHLI WAL HARAMI.

ALLAHUMMA AATI NAFSII TAQWAAHAA WA ZAKKIHAA ANTA KHAIRU MAN ZAKKAAHAA ANTA WALIYYUHAA WA MAULAAHAA, ALLAHUMMA INNI A'UUDZUBIKA MIN 'ILMIN LAA YANFA'U WA MIN QALBIN LAA YAKHSA'U WA MIN DA'WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA,

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMU dari kekufuran dan kefakiran, aku berlindung dari dipanjangkan umurku hingga mencapai umur yang paling hina (pikun), aku berlindung kepadaMu dari fitnah (dugaan) dunia dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur dan siksa neraka.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kelemahan, kemalasan, sifat penakut, kebakhilan, dan kepikunan.

Ya Allah, masukkanlah ke dalam jiwaku ketaqwaannya. Sucikanlah jiwaku, dan Engkau adalah sebaik-baik yang menyucikannya, Engkaulah Pemelihara dan Pelindungnya.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak terkabulkan."