Ensiklopedia Islam

Kisah Ummu Kultsum Binti Muhammad

Ummi Kultsum merupakan putri ketiga dari Rasulullah dan Khadijah binti Khuwailid di Makkah pada tahun 19 sebelum hijrah. Ummu Kultsum adalah adik Ruqayyah, putri Rasulullah. Ia telah menikah dengan Utaibah bin Abu Lahab, saudara Utbah yang telah menikahi Ruqayyah, sebelum mereka mengenal Islam. Lalu ketika Rasulullah. telah diangkat menjadi Nabi, ia dan saudara-saudaranya memeluk Islam dengan lapang dada. Dan dakwah Nabi.

Yang selalu ditentang oleh Abu lahab beserta keluarganya ini, menyebabkan Allah telah mewahyukan kepada Nabi . firman-Nya yang berbunyi, Maka celakalah kedua tangan Abu lahab’(Al-lahab: 1) ‘ Setelah tutun ayat ini, Abu lahab berkata kepads Utaibah anaknya, “Kepalaku tidak halal bagi kepalamu selama kamu tidak menceraikan putri Nabi. Maka dia pun menceraikan istrinya, Ummu Kultsum begitu saja. Utaibah mendatangi Nabi . dan mengatakan kata-kata yang menyakitkan hati Rasulullah . Atas periakuan itu, maka Rasulullah . telah berdoa kepada Allah, agar mengirimkan anjing-anjing-Nya untuk membinasakan Utaibah. Dan apa yang telah didoakan oleh Nabi . terhadap Utaibah itu benar-benar teriadi.

Dalam suatu perjalanan, seekor singa yang ganas teiah memilih Utaibah di antara teman-temannya untuk diterkam kepalanya. Utaibah mati dalam keadaan yang sangat mengerikan. Setelah bercerai, maka Ummu Kultsum kembali tinggal bersama Rasulullah . di Mekkah. Dia ikut hijrah ke Madinah ketika Rasulullah . berhijrah, kemudian tinggal di sana bersama keluarga Rasulullah . Ruqayyah dan Ummu Kultsum adalah dua orang saudara yang perjalanan hidup mereka hampir sama.

Read more: Kisah Ummu Kultsum...

Inilah Arti Imsak Sebenarnya

Sebentar lagi umat muslim akan memasuki bulan suci Ramadhan, dimana kita akan diwajibkan untuk berpuasa ataumenahan diri dari makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari. Seperti dalam firman Allah QS Al Baqarah: 187 yang artinya ".... dan makan dan minumlah hingga terang bagimu benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam...".

Saat makan sahur, umat muslim selalu memperhatikan waktu imsak. Dimana saat waktu imsak itu tiba, artinya bahwa waktu sahur telah usai. Dan semua umat muslim dilarang untuk makan dan minum.

Selama ini kita selalu dipusingkan, kapan waktu kita benar-benar memasuki puasa, karena dalam kalender puasa, jadwal imsakiyah tertulis 10 menit sebelum waktu subuh. Padahal kita tahu arti dari imsak adalah waktu dilarangnya makan dan minum. Lalu, bagaimana kita menyikapinya?

Pada saat imsak sudah tidak boleh makan. Imsak merupakan nama lain dari puasa. Shaum dan syiam mempunyai makna yang sama dengan imsak. Jadi imsak sama dengan puasa, yang artinya menahan makan dan minum. Lalu dimana letak kesalahannya? Letak kesalahannya adalah jadwal imsak seharusnya waktunya sama dengan adzan subuh. Jika adzan subuh terjadwal pada pukul 04.30 WIB maka waktu imsak seharusnya juga 04.30 WIB.

Read more: Inilah Arti Imsak...

Rasulullah Melarang Kita Marah

Marah merupakan hal yang sangat lumrah terdapat pada semua manusia. Bahkan pada hewan pun memiliki rasa marah. Hanya saja lebih baik jika kemarahan itu bisa kita kendalikan atau dengan kata lain kita mampu menahan kemarahan kita. Karena dengan menahan marah maka kita akan terhindar dari hormon noradrenalin. Hormon noradrenalin adalah senyawa beracun yang bersama-sama hormon adrenalin (hormon yang timbul akibat kecemasan dan ketakutan yang teramat sangat) dapat memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah dan bahkan dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Biasanya orang yang takut dan marah dadanya akan terasa sesak dan nafasnya tersengal-sengat. Itu semua merupakan akibat munculnya dua hormon tersebut.

Maka apabila kita berhasil menahan marah, berarti kita telah menjauhkan diri dari salah satu faktor penyebab penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah. Dan berarti juga kita telah mengeliminir salah satu sebab gagal jantung dan penyakit stroke.

Perlu diketahui juga bahwa bila gagal dalam menahan marah akan berakibat dan beresiko pada :

1. Perbuatan atau tindakan yang tak terkontrol karena kehilangan kesadaran normal
2. Dikucilkan atau dijauhi orang lain
3. Menghilangkan keharmonisan hubungan sosial
4. Mempengaruhi syaraf di otak
5. Rusak dan hancurnya harta benda
6. Membuka pintu bagi syetan untuk mempengaruhi tindakannya.

Read more: Rasulullah...

Allah Melarang Kita Mencela Angin

Kadang tanpa kita sadari, ketika angin bertiup dengan kencang, mulut kita mengucapkan umpatan atau kata-kata yang mengeluhkan angin tersebut. Padahal, semua yang terjadi di dunia ini atas kehendak Allah dan atas perintah Allah. Bahkan satu daun yang jatuh pun atas perintah Allah, apalagi angin yang bertiup, pastinya juga atas perintah Allah.

Allah meniup angin merupakan salah satu tanda kasih sayangNya kepada hamba-hambaNya. Seperti dalam Quran Surah Ar Ruum ayat 46 Allah berfirman “Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya yaitu Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira untuk memberikan kasih sayang terhadap kalian, supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan kalian dapat mencari karunia-Nya sehingga kalian dapat bersyukur kepada-Nya.”

Selain sebagai bentuk kasih sayang, angin juga dapat sebagai azab yang ditimpakan kepada hamba-hambaNya. Seperti dalam haditsnya, Rasulullah bersabda “Angin itu rahmat dari Allah. Angin itu bisa datang membawa rahmat dan bisa pula datang membawa azab. Apabila kalian melihat angin maka janganlah kalian cela ia. Tetapi mohonlah kepada Allah dari kebaikan angin tersebut dan berlindunglah kepada Allah dari keburukan angin itu.” [H.R Abu Dawud. Lihat Ibnu Majah. Dishahihkan asy-Syaikh Al Albani dan asy-Syaikh Muqbil.

Read more: Allah Melarang...