Ensiklopedia Islam

Pengertian Syubhat Dalam Islam

Seperti dijelaskan dalam kamus Al Munawwir Arab Indonesia Terlengkap, kata syubhat berasal dari kata isytabaha yang artinya perkara yang tidak jelas halal dan haramnya atau meragukan, samar.

Bersumber dari Amir, ia berkata, "Saya mendengar Nu'man bin Basyir berkata,"Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Salam bersabda: "Sesungguhnya perkara halal dan haram itu adalah jelas. Di antara keduanya ada beberapa perkara yang masih samar (tidak tentu apakah dihalalkan atau diharamkan dan orang ragu dalam memutuskan hukumnya). Kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. Oleh karena itu barangsiapa yang berhati-hati dari perkara syubhat, maka telah membersihkan diri (daripadanya) untuk menjunjung agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang jatuh bergelimpangan dalam syubhat, maka seperti penggembala yang menggembala ternaknya di sekitar tanah larangan. Sudah tentu dia akan terjerumus di dalamnya. Ingat! Sesungguhnya semua raja mempunyai larangan. Ingat! Sesungguhnya larangan Allah di atas bumi adalah apa yang diharamkan. Ingat! Sesungguhnya di dalam tubuh ada sekerat daging. Bila baik maka seluruh tubuh akan baik dan bila rusak maka seluruh tubuh akan rusak pula. Ingat daging itu adalah hati." (HR. Bukhari).

Read more: Pengertian Syubhat...

Sejarah Terjadinya Perang Salib

Perang keagamaan antara umat Kristen Eropa dan umat Islam Asia selama hampir 2 abad (1096-1291) dikenal dengan nama Perang Salib. Perang itu terjadi sebagai reaksi umat Kristen terhadap umat Islam. 

Sejak tahun 632, sejumlah kota penting dan tempat suci umat Kristen dikuasai oleh umat Islam. Akibatnya, umat Kristen merasa terganggu ketika hendak berziarah ke kota suci Yerusalem. Umat Kristen tentu saja ingin merebut kembali kota itu. Perang itu disebut Perang Salib karena pasukan Kristen menggunakan tanda salib sebagai simbol pemersatu dan untuk menunjukkan bahwa peperangan yang mereka lakukan adalah perang suci.

Read more: Sejarah Terjadinya...

Makna Muharram dan Keistimewaan bulan Muharram

Muharram, artinya adalah mulia. Bulan setelah Dzulhijjah dalam kalender Hijriyah dinamakan Muharram, karena memang bulan tersebut mulia, penamaan tersebut sebagai penguat dari kemuliaan bulan itu. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 36,"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu..."

Selain karena kemuliaannya, sejarah Islam juga mencatat, banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini. Pada 1 Muharram, Khalifah Umar Al Khattab mula membuat penetapan tahun Hijriyah.

Read more: Makna Muharram dan...

Risalah Aqiqah Menurut Syariat Islam

Ketika buah hati kita telah lahir ke dunia, maka sebagai orangtua disyariatkan melakukan aqiqah, yaitu menyembelih kambing.  Apa sebenarnya aqiqah itu, dan bagaimana dalil syariatnya? Temukan jawabannya berikut ini.

Pengertian Aqiqah

Ubaid Ashmu'i dan Zamakhsyari mengungkapkan bahwa menurut bahasa, aqiqah artinya rambut yang tumbuh di atas kepala bayi sejak lahir. Sedangkan menurut Al-Khathabi, aqiqah ialah nama kambing yang disembelih untuk kepentingan bayi. Dinamakan demikian karena kambing itu dipotong dan dibelah-belah. Ibnu Faris juga menyatakan bahwa aqiqah ialah kambing yang disembelih dan rambut bayi yang dicukur.

Adapun dalil yang menyatakan bahwa kambing yang disembelih itu dinamakan Aqiqah, antara lain adalah hadist yang dikeluarkan Al Bazzar dari Atta', dari Ibnu Abbas secara marfu' yang artinya: "Bagi seorang anak laki-laki dua ekor aqiqah dan anak perempuan seekor."

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Aqiqah adalah serangkaian ajaran Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk anak yang baru lahir yang terdiri atas mencukur rambut bayi, memberi nama dan menyembelih hewan.

Read more: Risalah Aqiqah...