ASI  (Air susu Ibu) merupakan cairan ciptaan Allah yang tiada tandingannya untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya terhadap infeksi. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang baru lahir.

Ketika bayi masih di dalam kandungan ia ditumbuhkan dengan darah ibunya, setelah ia lahir, darah tersebut berubah menjadi susu yang merupakan makanan utama dan terbaik bagi bayi. Ketika ia lahir dan terpisah dari kandungan ibunya, hanya ASI yang paling cocok dan paling sesuai dengan perkembangannya.

Al Quran telah menegaskan keharusan seorang ibu untuk menyusui anaknya. Dalam beberapa ayat Al Quran, Allah swt berfirman:

“ dan Kami telah memerintahkan manusia ( agar berbuat baik) terhadap orang tuany. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu. ” (Al Qur’an, 31:14)

"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan  kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma'ruf. seseorang tidak dibebani melainkan menurut  kadar kesanggupannya. janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, Maka tidak ada dosa atas keduanya. dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa  Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan."(QS Al Baqarah:233)

Air Susu Ibu

Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besar terdiri dari air. Hal ini merupakan keistimewaan, karena selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. ASI telah diramu khusus, makanan yang paling mudah dicerna untuk bayi, selain sangat kaya nutrisi, juga  mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi yang masih rentan, karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI.  Dia mampu menggunakan energi selebihnya untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh lainnya.

Salah satu cara membuktikan bahwa ASI merupakan cairan penting untuk perkembangan bayi  yang baru lahir yaitu  kenyataan bahwa ASI mengandung  minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai senyawa penting bagi otak manusia dan retina, hal ini juga sangat penting dari sudut pandang bayi baru lahir. Omega-3 sangat penting terutama selama kehamilan dan tahap awal masa kanak-kanak.  Sedangkan otak dan saraf untuk berkembang secara normal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai makanan alami dan sempurna dari omega-3.

Dalam sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit,  sistem pernapasan dan sistem pencernaan.  Hal Itu karena antibodi dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan  infeksi. Anti-infeksi lainnya yaitu bahwa ASI menyediakan lingkungan yang ramah bagi bakteri “baik” yang disebut “flora normal” sehingga merupakan penghalang terhadap bakteri berbahaya, virus dan parasit. Selain itu, juga telah ditetapkan bahwa ada faktor-faktor dalam ASI yang mengatur sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit menular dan memungkinkan untuk berfungsi secara tepat.

 

Fakta-Fakta lain Air susu Ibu 

  1. Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu juga memiliki banyak manfaat lainnya. 
  1. Selain itu, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkapkan bahwa di antara manfaat jangka panjang ASI yaitu dampak baiknya terhadap tekanan darah dan risiko serangan jantung berkurang. Tim peneliti menyimpulkan bahwa sifat perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI lebih kecil kemungkinannya untuk terserang penyakit jantung. Telah diungkapkan bahwa keberadaan asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda pada ASI mencegah pengerasan arteri. Bersama dengan fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium ini berhubungan erat dengan tekanan darah.  Sebagai hasilnya, memperoleh berat badan seimbang , ini merupakan beberapa manfaat ASI  bagi jantung.  Selain itu, tim yang dipimpin oleh Dr Lisa Martin, dari Pusat medis Rumah Sakit Anak  Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin pada ASI.  Kadar darah tinggi adiponektin berhubungan dengan penurunan risiko serangan jantung. Rendahnya tingkat adiponektin ditemukan pada orang yang mengalami obesitas yang berada pada peningkatan risiko serangan jantung. Oleh karena itu risiko obesitas pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Selain itu, juga ditemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin diyakini  sebagai sinyal ke otak bahwa ada lemak di tubuh. Menurut pernyataan Dr. Martin,  oleh karena itu hormon ini diserap pada anak-anak melalui ASI yang mampu mengurangi risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, obesitas, daya tahan insulin dan penyakit jantung.
  2. Kontribusi ASI untuk kesehatan bayi berubah seiring tahapan bayi dengan menyesuaikan bahan makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah untuk memenuhi kebutuhan yang sangat khusus. ASI, yang selalu siap setiap saat dan pada suhu yang ideal, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Selain itu, unsur-unsur seperti kalsium di dalamnya memainkan peran besar dalam perkembangan tulang bayi.
  1. Kebersihan dan kesehatan ASI yang begitu alaminya mungkin tidak bisa ditemukan pada air atau bahan makanan lain yang mampu memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara yang paling bersih dan sehat. 
  1. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih besar daripada bayi yang tidak diberikan ASI. Sebuah analisis komparatif bayi yang diberi ASI dan susu formula bayi oleh James W. Anderson, ilmuwan dari University of Kentucky, menetapkan bahwa IQ bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya yang tidak diberi ASI. Sebagai hasil dari penelitian ini, ditetapkan bahwa ASI sangat bermanfaat bagi kecerdasan hingga 6 bulan dan bahwa anak-anak yang disusui kurang dari 8 minggu menunjukan tidak adanya perkembangan IQ yang signifikan.

 

  1. Sebagai hasil dari semua penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Fakta menunjukan bahwa mekanisme yang belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, profesor imunologi klinis di Universitas Lund di Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia mengagumkan dari ASI. Tim ini di Universitas Lund menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib .

Awalnya, para peneliti memberi perlakuan sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami kesulitan pendengaran jauh lebih sedikit daripada mereka yang diberi susu formula, dan  juga menderita infeksi saluran pernapasan jauh lebih sedikit. Setelah serangkaian penelitian dilakukan, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Penyakit kanker getah bening

yang teramati pada usia anak-anak sembilan kali lebih besar pada anak-anak yang diberi susu formula.  Mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis kanker lainnya. Jadi, ASI secara akurat menempatkan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Hal Ini dikarenakan adanya zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang hadir dalam jumlah besar di dalam ASI, kemudian menempatkan dan membunuh sel-sel kanker. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu dalam pembuatan laktosa gula pada susu.

 

Sumber : Era Muslim – Dani Fitriyani-