Dalam catatan sejarah para nabi, dituliskan betapa kekuatan doa itu luar biasa dan dapat membantu perjuangan para nabi. Ketika Nabi Musa AS dan umatnya terdesak di hadapan laut merah sementara dibelakang terdapat Firaun dan bala tentaranya yang siap menghancurkan mereka, doalah yang menolongnya. Begitu pula ketika Nabi Luth AS kehabisan cara melarang kaumnya melakukan liwath (hubungan sesama jenis, homos3ksual) ia pun berdoa, memohon petunjuk kepada Allah.

Doa juga menjadi media bagi Nabi untuk meluapkan perasaan akan keadaan yang dihadapinya. Kala Nabi Ayyub AS terserang penyakit menahun, ia berdoa," (YA Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang" (QS Al Anbiyaa : 83).

Begitupun dengan Nabi Yaqub AS ketika mendapatkan lapotandari anak-anaknya, bahwasanya Yusuf telah wafat diterkam binatang buas. Ia berdoa di depan mereka, " Sebenarnya dirimu sendiri yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu, maka sabarlah yang paling baik. Dan Allah sajalah tempat memohon pertolongan terhadap apa yang kamu ceritakan" (QS Yusuf : 18).

Kebiasaan berdoa dari para nabi ini seharusnya menjadi pelajaran bagi kita betapa Nabi yang sudah dijamin keselamatannya saja masih mengiba pertolongan Allah SWT. Sementara kita yang masih jauh dari jaminan tersebut, seringkali menganggap remeh kekuatan itu. Padahal Allah telah mengingatkan kita dalam sebuah hadis qudsi "...Wahai hambaKu, sesungguhnya kamu semua adalah sesat, kecuali orang-orang yang Kuberi petunjuk, maka mintalah petunjukKu, supaya kamu mendapat petunjuk itu. Wahai hambaKu sesungguhnya kamu semua adalah dalam keadaan lapar, kecuali orang-orang yang Kuberi makan, maka mintalah makanan kepadaKu. Aku akan memberimu makan. Wahai hambaKu, semua kamu adalah talanjang, kecuali orang-orang yang Kuberi pakaian, maka mintalah pakaian kepadaKu, sesungguhnya kamu berbuat kesalahan, baik di waktu malam atau siang, sedangkan Aku yang mengampuni dosa-dosa kamu semua, maka mintalah ampunan kepadaKu, akan Kuampuni semua dosa-dosamu.

Berikut ini adalah doa-doa dari para Nabi yang bisa kita amalkan

Doa Nabi Adam AS

Rabbanaa zhalamna anfusanaa wa illam taghfirlana wa tarhamna lanakunna minal khasirin
"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi" (QS Al A'raf: 23)

Doa Nabi Yusuf AS

Rabbis-sijnu ahabbu ilayya mimma yad 'uu-nani ilahi wa illaa tashrif 'anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akum minal jaahilin
"Ya Tuhanku, penjara itu lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika Engkau tidak hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku cenderung untuk memenuhi (keinginan mereka) dan tentulah aku termasukorang-orang yang bodoh. (QS Yusuf:33)

Doa Nabi Yunus AS

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin
"Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim" (QS Al Anbiya: 87)

Doa Nabi Luth AS

Rabbin shurni 'alal qaumil mufsidin
"Ya Tuhanku, tolonglah aku atas kaum yang berbuat kerusakan itu" (QS Al Ankabut: 30)

Doa Nabi Syu'aib AS

Rabbanaf tah bainanaa wa bainaa qauminaa bilhaqqi wa anta khairul faathihin
"Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkau pemberi keputusan yang sebaik-baiknya" (QS Al A'raf: 30)

Doa Nabi Sulaiman AS

Rabbi Awzi'ni an asykura ni'matakal lati an 'amta 'alayya wa 'alaa walidyya wa an a'mala shalihan tardhahu wa adkhilni birahmatika fi 'ibadikash-salihin
"Ya Tuhanku, berilah aku kesanggupan untuk mensykuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal yang saleh yang Engkau ridhai dan masukkanlah dengan rahmatMu dalam golongan hamba-hambaMu yang saleh (QS An-Naml:19)

Doa Nabi Zakaria AS

Rabbi laa tadzarni fardan wa anta khairul waritsin
"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri dan Engkau adalah waris yang paling baik" (QS An Anbiya: 89)