ANAKSALEH.com

Kumpulan Doa

Disiksa Di Kubur Karena Tidak mau Berzakat

Saat Abu Sinan berduka cita karena kematian adiknya, banyak orang-orang datang berta'ziah kerumahnya. Salah satu di antara mereka yang datang adalah Yusuf Al-Ghirbani bersama rombongannya. 

Abu Sinan nampak begitu sedih atas kematian adiknya. Beberapa orang berusaha menghiburnya, namun tidak dihiraukannya.

"Abu Sinan, kematian adalah suatu hal yang tidak bisa dielakkan dan setiap makhluk hidup pasti akan mengalaminya. Apakah hal itu yang tak kau sadari?" kata Yusuf Al-Ghirbani.

"Ya, aku mengerti akan hal itu,"jawab Abu Sinan.

"Lalu mengapa kau nampaknya tidak rela dengan kematian adikmu ini? Berduka suatu hal yang wajar, siapapun pasti merasakan sedih karena kematian salah satu anggota keluarga, tapi jangan sampai berlebihan dan berlarut-larut."

 

"Bagaimana aku tidak bersedih, adikku tidak pernah berhenti menerima azab, sejak pagi hingga sore,"kata Abu Sinan.

"Bagaimana engkau tahu? Apakah Allah telah memperlihatkan kepadamu tentang apa yang telah ditimpakan kepada adikmu?" tanya Yusuf.

"Tidak, tetapi ketika selesai pemakaman, dan aku duduk sendirian di atas kuburnya, kudengar suara dari dalam kuburnya." jawab Abu Sinan.

"Suara apa itu?" tanya Yusuf

"Suara rintihan adikku. Dalam rintihannya adikku berkata,"Mengapa mereka meninggalkan aku sendirian menanggung beban siksa. Padahal, ketika hidup aku mengerjakan sholat dan puasa,"kata Abu Sinan menceritakan apa yang telah didengarnya dari dalam kubur adiknya.

"Karena rintihannya itulah yang membuatku bersedih dan menangis,"Abu Sinan meneruskan ceritanya.

"KArena tak dapat menahan perasaanku, maka kugali kuburan adikku untuk melihat apa yang telah terjadi kepadanya. Ternyata liang kuburnya itu tengah dipenuhi api dan pada leher adikku terdapat kalung api yang membara. Aku berusaha menolongnya, tetapi jari tanganku malah ikut terbakar. Kemudian aku menimbun kembali kuburan tersebut,"Abu Sinan menghentikan ceritanya. Ia menundukkan kepada dan tanpa terasa air mata menetes dari kedua pelupuk matanya.

"Melihat keadaan seorang adik seperti itu, siapa yang tidak akan bersedih?" lanjut Abu Sinan dengan suara yang pelan dan terasa tertekan.

"Apa yang dikerjakan adikmu dimasa hidupnya, sehingga ia menerima siksaan semacam itu?" tanya Yusuf Al Ghirbani. 

"Aku memang sangat menyayangkan dengan sifat adikku semasa hidupnya. Dia teramat kikir, dan tidak mau mengeluarkan zakat atas semua harta yang dimilikinya, "jawab Abu Sinan menyesali sifat adiknya yang kikir.

Demikianlah kisah yang dituturkan oleh Ibnu Hajar tentang orang yang memiliki sifat kikir dan tidak mau melaksanakan kewajibannya mengeluarkan zakat atas harta yang dimilikinya. Semoga ini menjadi  peringatan untuk kita semua.