Mutiara Hadist

Mutiara Hadist

Tiga Langkah Menjadi Manusia Terbaik

Ada hadits pendek namun sarat makna dikutip Imam Suyuthi dalam bukunya Al-Jami’ush Shaghir. Bunyinya, “Khairun naasi anfa’uhum linnaas.” Terjemahan bebasnya: sebaik-baik manusia adalah siapa yang paling banyak bermanfaat bagi orang lain.

Derajat hadits ini ini menurut Imam Suyuthi tergolong hadits hasan. Syeikh Nasiruddin Al-Bani dalam bukunya Shahihul Jami’ush Shagir sependapat dengan penilaian Suyuthi.

Adalah aksioma bahwa manusia itu makhluk sosial. Tak ada yang bisa membantah. Tidak ada satu orangpun yang bisa hidup sendiri. Semua saling berketergantungan. Saling membutuhkan.

Karena saling membutuhkan, pola hubungan seseorang dengan orang lain adalah untuk saling mengambil manfaat. Ada yang memberi jasa dan ada yang mendapat jasa. Si pemberi jasa mendapat imbalan dan penerima jasa mendapat manfaat. Itulah pola hubungan yang lazim. Adil.

Read more: Tiga Langkah...

SURAT CINTA UNTUK MU . . . YA RASULALLAH

Lebih bagus darimu Ya Rasulullah …
Sungguh mata ini tak pernah melihatnya 
Lebih tampan darimu Ya Rasulullah
Tak seorang wanitapun yang pernah melahirkannya
Engkau terlahir dengan tanpa cela
Engkau terlahir tanpa satupun kekurangan
Karna engkaulah, sebaik-baik mahluk ciptaan Allah

Ya Rasulullah … Betapa rindu hati ini tuk bertemu dengan mu
Betapa kami ingin melihat senyummu 
Tapi … apa yang bisa kami banggakan
Belum pantas kami mengaku menjadi pecintamu
Diri ini penuh dosa, hati ini penuh nista
Akan engkau anggapkah kami sebagai umatmu
Akankah engkau sambut tangan ini dengan 
Hati yang penuh cinta
Akankah kau lihatkah kami dengan mata penuh kasih
Akankah kau tersenyum pada kami dengan penuh kebanggaan
Akankah … akankah … akankah … ??
Beribu Tanya dalam jiwa
Resah hati ini
Gundah gulana tanpa tau jawabnya . . .

Betapa kami takut kau berpaling dari kami
Betapa kami takut kau menjauh dari kami
Betapa kami takut kau tak mengenali kami
Disaat kami memanggilmu di padang mahsyar 
Ya Rasulullah … Ya Rasulullah … Ya Rasulullah …

Ketika badan bermandi peluh
Ketika tubuh bersimbah darah
Ketika mentari diatas kepala 
Ketika kami mulai putus asa
Kau menjauh … Menjauh tinggalkan kami

Tidak … Tidak … Ya Rasulullah …
Kami ingin kau giring kami sebagai umatmu 
Kami ingin cintamu
Kami ingin mendapat syafa’atmu
Kami ingin kau hilangkan haus kami 
Dengan seteguk air dari telagamu
Ya Rasulullah … dengarkanlah . . . dengarkanlah . . . 
Kami ucapkan shalawat dan salam kepadamu saat ini

“ Assholatu wassalamu alaika Ya Rasulullah 
“ Assholatu wassalamu alaika Ya Nabiyallah
“ Assholatu wassalamu alaika Ya Habiballah …

Sambutlah salam dari kami, yang kami ucapkan
Dengan setulus hati ini 
Jadikanlah ini bukti cinta kami
Yang dapat kami persembahkan 
Untuk menggapai cintamu, dan ridho Ilahi …

Ummu Zahra'

Membaca Al-Fatihah dalam Sholat

Pada saat membaca surah Al-Fatihah waktu shalat, banyak membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, tanpa jeda dan tak dinikmati, padahal disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita, maka dari itu kita disunahkan berhenti sejenak setiap selesai membaca satu ayat.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah SWT berfirman :
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku".

Artinya, tiga ayat diatas: Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya.

Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin". Allah menjawab :"Hamba-Ku telah memuji-Ku".

Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim"...Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku ".

Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin"...Allah menjawab:"Hamba -Ku memuja-Ku"

Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”...Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.

Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhoolliin. ”...
Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.. Akan Ku penuhi yang ia minta.”
(H.R. Muslim dan At-Turmudzi)

Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat... Rasakan dan resapi betul-betul jawaban indah dari Allah, satu persatu, karena Allah sesungguhnya sedang menjawab ucapan-ucapan kita...

Lalu ucapkanlah "Aamiin" dengan penuh harapan dikabulkan, sebab malaikatpun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

"Barang siapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepada-Nya.”.
(H.R Bukhari, Muslim, Abu Dawud)