Tausyiah

Orang Yang Selalu Dikejar Rezeki

Allah sudah menetapkan rezeki setiap orang.  Antara satu dengan yang lain menerima kadar rezeki yang berbeda-beda. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, karena ada sebagian di antara mereka yang bekerja seadanya tetapi rezeki yang diterima begitu banyak, tetapi ada pula yang bekerja setengah mati, hampir tidak mengenal waktu tetapi yang didapatkan tidaklah seberapa. Memang semua ini sudah menjadi ketetapan yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Tetapi tahukah anda ternyata ada golongan yang selalu dikejar rezeki? Golongan yang manakah itu?

Dalam AlQuran dan hadits sudah dijelaskan tentang golongan orang-orang ini. Yaitu golongan orang-orang yang mendapatkan jaminan rezeki dari Allah, bukan hanya berupa materi saja melainkan dalam bentuk rezeki lain seperti kebahagiaan keluarga, kesehatan, rezeki iman dan lainnya.

Mereka adalah golongan orang-orang yang bertakwa, yang mendapat jaminan rezeki dari Allah SWT hingga berlimpah. Bahkan rezeki tersebut datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Hal ini dijelaskan Allah SWT dalam surat Ath-Thalaq 2-3 yang artinya:

”Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangaka. Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, Dia akan memberikan kecukupan baginya …” (QS. Ath Thalaaq:2-3). (QS. Ath-Thalaq [65] : 2-3).

Read more: Orang Yang Selalu...

Cara Nikmat Menghafal AlQuran

Menghafal Al Qur’an itu seperti memasuki taman indah yang luas. Yang keindahannya membuat orang jadi betah berlama-lama menikmati taman itu.“Lalu kenapa kita harus buru-buru keluar dari taman yg indah itu?!” ujar Ust. Deden M. Makhyaruddin, hafizh internasional peraih Juara Pertama Tahfizh & Tafsir Internasional di Maroko, 2011.

Nikmatnya bermesraan dengan Al-Qur’an, begitu perasaan yang diungkapkan Ustadz Deden Mukhyaruddin yang Allah Ta’ala taqdirkan sukses menghafal 30 juz dalam tempo hanya 56 hari.

Hal tersebut terungkap dalam Kajian Indahnya hidup dengan Menghafal dan Mentadabburi Al-Qur’an bersama Ustadz Bachtiar Nashir dan Ustadz Deden Mukhyaruddin di Masjid Al Falah, Jum’at, bersama Ustadzuna Alfan Syulukh, S.Psi., Al Hafidz.

Suatu hari Ustadz Deden pernah menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantrennya. "Ustadz, menghafal di tempat antum tu berapa lama untuk bisa khatam?”

“SEUMUR HIDUP”, jawab Ustadz. Deden santai.

Meski bingung, Ibu itu tanya lagi, “Targetnya, Ustadz?”

“Targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN.”

“Mmm…kalo pencapaiannya, Ustadz?”, Ibu itu terus bertanya.

“Pencapaiannya adalah DEKAT DENGAN ALLAH”, kata Ustadz Deden tegas.

Read more: Cara Nikmat...

Kisah Tentang Nafsu Tersembunyi

Para pakar sejarah Islam pernah meriwayatkan sebuah kisah seorang ulama abad ke-3 Hijriah yang bernama Ahmad bin Miskin, yang berasal dari kota Basrah, Irak. Beliau bercerita:

Aku pernah diuji dengan kemiskinan pada tahun 219 Hijriyah. Saat itu, aku sama sekali tidak memiliki apapun, sementara aku harus menafkahi seorang istri dan seorang anak. Lilitan hebat rasa lapar terbiasa mengiringi hari-hari kami.

Maka aku bertekad untuk menjual rumah dan pindah ke tempat lain. Akupun berjalan mencari orang yang bersedia membeli rumahku.

Bertemulah aku dengan sahabatku Abu Nashr dan kuceritakan kondisiku. Lantas, dia malah memberiku 2 lembar roti isi manisan dan berkata: “Berikan makanan ini kepada keluargamu.”

Di tengah perjalanan pulang, aku berpapasan dengan seorang wanita fakir bersama anaknya. Tatapannya jatuh di kedua lembar rotiku. Dengan memelas dia memohon:

“Tuanku, anak yatim ini belum makan, tak kuasa terlalu lama menahan rasa lapar yang melilit. Tolong beri dia sesuatu yang bisa dia makan. Semoga Allah merahmati Tuan.”

Sementara itu, si anak menatapku polos dengan tatapan yang takkan kulupakan sepanjang hayat. Tatapan matanya menghanyutkan fikiranku dalam khayalan ukhrowi, seolah-olah surga turun ke bumi, menawarkan dirinya kepada siapapun yang ingin meminangnya, dengan mahar mengenyangkan anak yatim miskin dan ibunya ini.

Tanpa ragu sedetikpun, kuserahkan semua yang ada ditanganku. “Ambillah, beri dia makan”, kataku pada si ibu.

Demi Allah, padahal waktu itu tak sepeserpun dinar atau dirham kumiliki. Sementara di rumah, keluargaku sangat membutuhkan makanan itu.

Spontan, si ibu tak kuasa membendung air mata dan si kecilpun tersenyum indah bak purnama.

Kutinggalkan mereka berdua dan kulanjutkan langkah gontaiku, sementara beban hidup terus bergelayutan dipikiranku.

Sejenak, kusandarkan tubuh ini di sebuah dinding, sambil terus memikirkan rencanaku menjual rumah. Dalam posisi seperti itu, tiba-tiba Abu Nashr dengan kegirangan mendatangiku.

“Hei, Abu Muhammad...! Kenapa kau duduk duduk di sini sementara limpahan harta sedang memenuhi rumahmu?”, tanyanya.

“Subhanallah....!”, jawabku kaget. “Dari mana datangnya?”

“Tadi ada pria datang dari Khurasan. Dia bertanya-tanya tentang ayahmu atau siapapun yang punya hubungan kerabat dengannya. Dia membawa berduyun-duyun angkutan barang penuh berisi harta,” ujarnya.

Read more: Kisah Tentang...

Kisah Seorang Pemuda Dan Pembawa Lampu

Pada suatu hari, seorang pemuda bangun pagi-pagi buta untuk melaksanakan sholat Subuh berjamaah di Masjid. Setelah membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya, kemudian dia berangkat ke masjid.

Dalam perjalanannya ke masjid, di tengah jalanan yang gelap dan hawa yang dingin menusuk tulang, tanpa disadari pemuda tersebut terjatuh ke dalam genangan air. Dan pakaiannya menjadi kotor.

Karena merasa bajunya basah dan kotor, ia segera bangun dari genangan air tersebut dan membersihkan diri sekenanya, lalu kembali pulang. Sesampainya di rumah, dia kembali membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya, lalu berangkat kembali ke masjid.

Dalam perjalanannya kembali ke masjid, karena jalanan begitu gelap, pemuda itu kembali terjatuh untuk kedua kalinya di tempat yang sama. Lalu dia bangun, membersihkan diri, dan pulang kembali.

Sesampainya di rumah, sekali lagi, dia mengganti pakaiannya, lalu berangkat ke masjid.

Dalam perjalanan kembali ke masjid, dia bertemu seorang pria yang membawa lampu di jalan yang dilaluinya.

Dia bertanya pada si pembawa lampu, dari mana dia. Dijawabnya,
“Aku melihatmu terjatuh dua kali dalam perjalananmu ke masjid. Jadi aku membawakan lampu untuk menerangi jalanmu."

Read more: Kisah Seorang...