Tausyiah

Sedikit Tertawa Dan Banyaklah Menangis

Banyakan mana kita antara tertawa saban hari dan menangis karena keingetan dosa ? Seringkalinya kita menangis ketika melihat sebuah drama. Atau mungkin ketika hati kita sedang galau karena teringat pernah disakiti seseorang. Lalu bagaimana dengan Nabi Muhammad sendiri? Ternyata Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam pun seringkali menangis. Padahal kalau beliau mau, dunia ini ada di genggamannya. Sedangkan di surga, beliau berada di tingkat yang paling tinggi. Jadi untuk apa beliau menangis?

Tangisan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah tangisan seorang hamba yang tunduk dan bersyukur kepada Allah subhanahuu wa ta’ala. Beliau menangis ketika berdo’a, shalat, atau pada saat membaca Al-Qur’an. Getaran hati karena khusyuk dan rindu kepada Allah mampu membuat air matanya mengalir. Ayat-ayat Al-Qur’an membuat hati beliau bergetar. Hal ini dikarenakan hati beliau telah menyatu dengan ma’rifatullah (sangat dekat kepada Allah karena merasa diawasi).

Read more: Sedikit Tertawa...

Bagaimana Rasulullah S.A.W Bersiap Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan ?

Tak terasa bulan yang mulia, bulan penuh berkah sebentar lagi akan tiba. Diibaratkan sebagai tamu yang sangat istimewa, sudah sepantasnya bila kita mulai bersiap-siap menyambutnya. Bukan hanya  fisik yang harus dipersiapkan, tetapi juga persiapan mental. Karena kita tidak ingin tamu yang begitu istimewa ini berlalu begitu saja, tanpa kita dapat mengambil keberkahan darinya. Berikut ini kita akan bersama-sama mengetahui bagaimana Rasulullah menyambut bulan suci Ramadhan.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya. Beliau bersabda, “Ramadhan telah datang kepada kalian. Bulan penuh berkah. Bulan yang Allah jadikan puasa di dalamnya fardhu (kewajiban). Shalat di malamnya sebagai amalan sunnah.” Karenanya, seorang mukmin pantas bergembira dengan datangnya bulan (Ramadhan) ini. Ia bersungguh-sungguh dalam mengerjakan amal shalih di dalamnya. Ia bergembira dengan kedatangannya sebagaimana Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam menyampaikan kegembiraan kepada sahabatnya dengan kedatangan bulan mulia ini.

Bukti kesenangan akan menemui Ramadhan, maka ia banyak berdoa kepada Allah agar disampaikan kepada bulan penuh berkah ini dalam kondisi sehat wal ‘afiat. Sehingga ia bisa mengisi Ramadhan dengan puasa, qiyam, zikir, tilawah, dan amal-amal shaleh lainnya dengan maksimal.

Sebagian ulama salafush shalih berdoa kepada Allah agar disampaikan kepada Ramadhan. Lalu mereka berdoa agar Allah berkenan menerima amal ibadah mereka. Ma’la bin al-Fadhl berkata: Mereka (para ulama salaf) berdoa kepada Allah enam bulan sebelumnya agar disampaikan kepada Ramadhan, lalu mereka berdoa selama enam bulan sesudahnya agar diterima ibadah dari mereka.”

Read more: Bagaimana...

Mahalnya Sebuah Hidayah

Kisah nyata ini pernah dituturkan oleh Habib Quraisy bin Qosim Baharun Cirebon, dari kisah perjalanannya tahun 1996 silam. Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita, betapa berharganya iman dan Islam bagi kita.

Kala itu sebuah pesawat melintasi daratan benua Afrika, atmosfer dan lautannya beserta biosfernya yang rumit. Sayap pesawat nan kokoh melibas setiap awan yang ada dihadapannya. Penumpang pesawat duduk tenang di kursi empuk sambil menikmati sesuatu yang nyaman baginya sembari menunggu pesawat itu lending pada bandara tujuan selanjutnya.

Diantara penumpang pesawat itu ialah Habib Quraisy serta seorang ibu Tua berpakaian penutup jilbab disebelahnya. Usia ibu Tua itu berkisar sekitar 65 atau 70 tahun. Di dalam perjalanan ibu Tua itu menyapa Habib Quraisy dan menanyakan tempat tujuannya dengan berbahasa arab yang fasih.

“Kemana Anda akan pergi ?” Tanya Ibu Tua itu.

“Saya akan transit ke Yordan kemudian melanjutkan perjalanan ke Yaman”. Jawab Habib.

“Dimana asal Anda ?” Tanya ibu Tua itu kembali juga dengan bahasa arab yang sangat fasih.

Habib jawab “Saya berasal dari Indonesia”..

Mengetahui Habib Quraisy orang Indonesia, sejurus ibu Tua mentranslate bahasanya dengan bahasa Indonesia. Padahal dari perbincangannya Ia mengetahui bahwa ibu Tua itu sendiri adalah wanita kelahiran Jerman dan warga Negara Jerman.

Pada gilirannya ibu Tua itu lantas berbahasa Indonesia yang amat fasih pula. Lalu bertanya lagi..

“Adik di Indonesia dimana?”. Habib Quraisy katakan ; “Saya di Jawa”.

Tak ubahnya seperti mengetahui sesuatu, Ibu itu lantas merubah dialognya dengan menggunakan bahasa Jawa yang dialegnya sangat halus dan hampir-hampir Habib Quraisy tidak paham dan Ia katakan pada Ibu itu “Luar biasa, Ibunda begitu banyak menguasai bahasa sampai bahasa Indonesia dan Jawa sekalipun, padahal Anda orang Barat”.

Ibu Tua itu hanya tersenyum bijak sambil berkata “Saya ‘Alhamdulillah’ menguasai sebelas bahasa dan duapuluh bahasa daerah”.

Read more: Mahalnya Sebuah...

Nasihat Ustadz Yazid Bin Abdul Qodir Jawwas

Yazid bin Abdul Qadir Jawas merupakan seorang mubalig senior di Indonesia. Beliau merupakan seorang da'i dari kota Bogor ini dikenal sebagai mubalig yang menebarkan paham ahlussunnah wal jama'ah di Indonesia. Nah, berikut ini ada beberapa  nasihat yang disampaikan oleh beliau.

1). Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa. Berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa.

2). Manusia yang mulia adalah yang dia bangun disepertiga malam terakhir, kemudian meminta kepada Allah. Jangan lewatkan waktumu untuk berbuat maksiat, karena tak tahu kapan ajalmu kan menjemput. Sehingga kematianmu menjadi su'ul khothimah.

3). Hidupmu di dunia ibarat satu hari atau setengah hari dibandingkan kehidupanmu di akherat kelak, persiapkanlah bekalmu, dan sebaik² bekal adalah taqwa.

3). Infakkanlah hartamu. Karena penyimpanan harta yang sesungguhnya adalah yang akan engkau bawa sampai mati, bukan yang engkau simpan untuk duniamu.

4). Jangan engkau tunda pekerjaan pagimu untuk sore harimu, niscaya banyak pekerjaan yang akan engkau selesaikan.

5). Aturlah waktumu sebaik mungkin, kapan mengurus pekerjaan rumah tanggamu, kapan engkau membaca al qur'an, kapan engkau membaca buku yang bermanfaat dan pekerjaan lainnya.

Read more: Nasihat Ustadz...