Pada suatu ketika raja yang sholeh sedang menderita sakit keras. Dan menurut seorang tabib penyakit raja hanya bisa disembuhkan oleh seekor tertentu yang sangat banyak di temui di sungai. Setelah mendengar rekomendasi dari tabib, maka berangkatlah beberapa pengawal kerajaan untuk mencari ikan yang dimaksud. Tetapi dari pagi hingga sore hari menunggu, tidak ada satu ekor ikan itu yang terlihat di permukaan sungai. Padahal waktu itu adalah waktu yang paling tepat untuk mendapatkan ikan tersebut, karena di waktu itulah ikan-ikan sering bermunculan di sungai. Ini semua sudah menjadi kehendak Allah. Jika sebelumnya banyak ikan yang bermunculan di sungai tetapi pada saat itu ikan tersebut tidak muncul-muncul, akhirnya wafatlah sang raja yang sholeh itu karena tidak mendapat obat.

Namun, sebaliknya di negara lain ada raja juga mengidap sakit yang sama seperti raja sebelumnya, tapi raja yang satu ini bukan raja yang sholeh, melainkan raja yang dzolim. Lalu sang tabib pun menyarankan untuk memakan ikan yang sama sebagai obatnya. Tapi anehnya saat itu di mana ikan-ikan itu biasanya tidak bermunculan, tapi Alloh berkehendak lain..ikan-ikan itu pun bermunculan dan akhirnya sembuhlah si raja dzolim itu.

Dengan kejadian itu, Malaikat pun jadi bertanya-tanya…dan saking penasarannya, bertanyalah malaikat pada Allah ” Ya Allah, kenapa raja yang dzolim itu Kau permudah urusannya, sedang raja yang sholeh itu Kau persulit hingga akhirnya dia meninggal dunia?” Lalu Allah menjelaskan “Sengaja Aku tidak memberi ikan pada raja yang sholeh untuk kesembuhannya dan Aku putuskan dia meninggal dunia, karena dengan begitu wafatnya dia Ku-anggap sebagai penggugur dosanya dari kesalahan yang pernah dia lakukan di dunia. Sehingga dia meninggal dunia tidak membawa dosa, melainkan membawa amal-amal sholeh. Karena keburukannya telah kubalas di dunia.”

Malaikat melanjutkan pertanyaannya, lalu bagaimana dengan raja yang dzolim itu ya Allah? Allah pun menjelaskannya kembali “Sebaliknya untuk raja yang dzolim itu sengaja Kuberi dia kesembuhan, karena walau gimana raja yang dzolim itu mempunyai kebaikan juga di dunia dan kebaikannya Kubalas di Dunia. Sehingga pada saatnya dia nanti meninggal dunia, dia tidak akan membawa amal kebaikan, melainkan yang diamembawa hanya amal buruk karena kebaikan-kebaikannya sudah Kubalas di dunia.

Dari cerita di atas  kita mendapat pencerahan mengenai suatu dugaan yang salah dari peristiwa yang kita lihat atau yang kita alami sendiri, dugaan yang membuat kita bertanya-tanya kenapa Alloh berlaku tidak menguntungkan pada kita padahal kita sudah ibadah…?! dan kita juga pernah melihat ada beberapa orang yang baik (sholeh/sholeha)tapi mereka dapat ujian juga tertimpa bencana alam atau musibah lain berupa sakit keras, kehilangan harta dan ada juga orang yang kecelakaan sampai cacat kehilangan anggota tubuhnya dan ada beberapa musibah lainnya.

Di sisi lain kita kadang sempat iri melihat orang yang ibadahnya biasa-biasa atau bahkan tidak ibadah sama sekali tapi kehidupannya makmur, sampai ada yang bergelimang harta, lalu kembali lagi kita menduga-duga, kenapa Alloh berlaku demikian…??? Jawabannya: Biar lah Allah berlaku sesuka-Nya pada kita dan pada hamba-hamba-Nya yang lain, karena Dia lah (Tuhan) Sang Pemilik Alam beserta isinya dan yang Maha Mengetahui apa yang akan diperbuat-Nya, kita sebagai manusia teruslah Ikhtiar dan meningkatkan ibadah tanpa harus mendikte Allah, keikhlasan kita dalam menerima segala ketentuan dari Allah, itu lah sesuatu yang teramat penting sekali! karena bila kita ridho terhadap ketentuan Allah, Allah pun akan memberikan ridho-Nya pada kita, sehingga kita akan mendapat rahmat-nya dijauhkan dari siksa api neraka yang amat pedih.

Mengenai musibah yang terjadi/menimpa, seperti itu tadi ikhlaskan saja, Insya Allah itu akan menjadi penggugur dosa yang nantinya akan mengurangi timbangan dosa di akherat dan akan memberatkan timbangan amal baik, seperti kisah raja yang sholeh di atas, dia tidak mendapat kebaikan di dunia, tapi Allah memberikan kebaikan untuknya di akherat, subhanallah.

Surat al-Baqarah : Ayat: 216 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, “Musibah senantiasa menimpa orang-orang mukmin, baik laki-laki ataupun perempuan, baik pada jiwanya, anak-anaknya, maupun hartanya hingga mereka menghadap Allah dengan tanpa membawa dosa.” (HR. At-Tirmidzi)

‘Abdullah Bin ‘Amr berkata bahwa Rasulullah bersabda :” Apabila seorang muslim tertusuk oleh sebuah duri di kehidupan dunia ini, dan dengannya ia mencari pahala dari Allah, beberapa dosanya akan diangkat, dikarenakan hal itu, pada hari kiamat.” (HR.Bukhari)