Sifat lupa adalah sifat alami manusia. Seiring dengan pertambahan usia, maka kemampuan mengingat pun akan semakin berkurang. Untuk itu agar terhindar dari sifat lupa maka otak yang memiliki fungsi untuk mengingat harus kita jaga dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan menjaga pola hidup yang sehat, menjauhi segala macam yang dilarang Allah, tetap melatih daya ingat kita agar selalu dalam kondisi yang baik.

Cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan daya ingat adalah dengan terus belajar. Dengan demikian dapat menstimulasi daya ingat agar tetap baik kondisinya. Dan tentunya, yang terbaik adalah mempelajari dan menghafal Al-Qur’an karena terdapat berbagai keutamaan di dalamnya.

Al-Qur’an adalah kalamullah yang berarti kitab yang berisi firman-firman Allah SWT. Kandungan dari Al-Qur’an tersusun secara rapi dan terperinci serta memuat berbagai aspek kehidupan dunia dan akhirat. Al-Quran diturunkan agar dapat menjadi pedoman bagi manusia dan keberadaan Al-Qur’an terpelihara keasliannya sepanjang zaman. Bagi kaum muslim, terdapat berbagai keutamaan untuk membaca dan menghafal Al-Quran.

Menghafal Al Quran atau lebih dikenal dengan istilah Tahfidz memiliki dua hal yang harus dipenuhi, yakni hafal dalam ingatan dan bisa mengucapkannya kembali di luar kepala tanpa membaca Al Quran atau catatan lain. Adapun manfaat menghafal Al Quran antara lain adalah:

1. Melatih daya konsentrasi

Membaca dan menghafal Al-Quran terbukti dapat melatih daya konsentrasi. Saat mulai membaca Al-Quran dengan tajwij yang benar dan kemudian menghafalnya kata demi kata, maka sel-sel otak akan berkembang.

 2. Menstimulasi otak dan tingkat kecerdasan

Tak diragukan lagi, bahwa membaca dan menghafal  Al-Qur’an dapat menstimulai otak dan tingkat kecerdasan. Hal ini sesuai lagi dengan studi yang dilakukan oleh DR. Shaleh Bin Ibrahim Ashani, dosen dari Universitas Imam Muhammad Ibn Saud Riyadh.

Dalam penelitiannya beliau disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara kuantitas hafalan AL Quran dan tingkat kesehatan mental dan psikologis siswa. Semakin banyak hafalan Al Quran, maka siswa tersebut cenderung memiliki tingkat kesehatan mental dan prestasi akademis yang lebih baik dibanding mereka yang memiliki hafalan yang rendah.

3. Memperlambat kepikunan

Saat otak terlatih dalam menambah dan menjaga Al-Qur’an,  maka insya Allah, hal ini akan memperlambat proses kepikunan karena otak senantiasa dalam kondisi belajar sehingga kondisi otak akan prima.

4. Adanya keteraturan yang menumbuhkan kedisiplinan

Sebaiknya dalam menghafal Al-Quran memiliki guru yang membimbing. Secara berkala kita setorkan hafalan untuk disimak oleh sang guru sehingga dapat dikoreksi jika terdapat kesalahan. Dalam lembaga LTQ (Lembaga Tahfidz Quran), biasanya setoran seorang hafidzoh kepada sang guru adalah 1 atau 2 kali dalam sepekan. Dengan pola ini maka akan tumbuh kedisiplinan dalam diri untuk terus berlatih dalam menambah dan menjaga hafalan.

Sumber: http://www.ummi-online.com