Allah Sang Maha Pengasih lagi maha Penyayang akan selalu memberikan pertolongan kepada hambaNya. Melalui Al Quran, dengan seizin-Nya, Allah akan memberikan pertolonganNya dalam bentuk syafaat. Melalui AlQUran, bisa menjadi perantara untuk menolong kita dalam mempertanggungjawabkan semua amal kita di hadapan Allah SWT. Lalu, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan agar kita dapat meraih syafaat AlQuran?

Untuk mendapatkan syafaat Alquran ada beberapa  langkah yang harus kita lakukan. Langkah-langkah ini menjadi bukti interaksi yang baik dengan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang muslim yang baik. Rasulullah SAW telah bersabda: Bacalah Al-Quran, kelak ia akan datang di Hari Kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya.” (HR. Muslim).

Langkah pertama, Senantiasa Membaca Al-Quran. Mau atau tidak, harus dilalui oleh setiap muslim. Seorang muslim wajib untuk bisa membaca Kalam Allah sesuai kaidah Ilmu Tajwid dengan langgam yang benar, tidak menyimpang dan tidak pula mengada-ada.

Kedua, adalah Senantiasa Mendengar Bacaan Al-Quran. Selain bisa membaca, mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran juga menjadi jembatan meraih syafaatnya. Kita bisa mendengarkan secara langsung lewat radio, televisi, atau Mp3 murottal yang biasa diputar di masjid-masjid menjelang waktu shalat.

Mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Quran akan membuat hati dan jiwa pendengarnya tenteram dan damai. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda : “Siapa yang membaca Al-Quran, Allah akan mencatat baginya, sepuluh pahala kebaikan di tiap hurufnya dan siapa yang mendengarkan bacaan Al-Quran, Allah akan catat untuknya, satu kebaikan di tiap hurufnya, serta ia akan dibangkitkan dalam golongan orang yang membaca dan naik derajatnya.” (HR. Ad-Dailami)

Ketiga, Mengkaji dan Mempelajari Ayat-ayat Al-Quran. Al-Quran tidak cukup hanya dibaca dan didengarkan. Lebih dari itu, kita harus menjadikannya sebagai sumber inspirasi di berbagai bidang kehidupan. Untuk bisa sampai ke arah tersebut, langkah yang harus kita tempuh adalah mengkaji hikmah-hikmah yang ada di dalamnya.

Rasulullah SAW bersabda tentang orang yang mengkaji dan mempelajari ayat-ayat Allah : “Pelajarilah Al-Quran oleh kalian, sebab kelak di Hari Kiamat ia akan datang memberi syafaat kepada para pengkajinya.” (HR. Ibnu Hibban)

Keempat, Mengamalkan Hukum-hukum Al-Quran. Keadilan hukum merupakan dambaan setiap insan. Al-Quran turun dengan tujuan, salah satunya, memberikan rasa aman dan perlindungan bagi segenap jiwa manusia, dalam bentuk penegakan hukum untuk memutuskan suatu perkara. Ketika suatu produk hukum berlandaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Quran itu diterapkan, akan memberikan keadilan bagi seluruh anggota masyarakat. Tidak ada lagi istilah, “hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas.”

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang membaca Al-Quran, dimana ia membacanya pada waktu shalat di tengah malam dan siang hari, ia menghalalkan halalnya dan mengharamkan haramnya, maka Allah haramkan daging dan darahnya terkena api neraka, dan akan menjadikannya teman pendamping para malaikat yang mulia dan baik, serta pada Hari Kiamat nanti Al-Quran akan menjadi hujjah (pembela) untuknya.” (HR. Thabrani)

Kelima, Mengajarkan Al-Quran kepada Orang lain. Sudah menjadi kewajiban bagi setiap orang yang diberi ilmu oleh Allah untuk mengamalkan apa yang sudah ia peroleh, walau pun satu ayat. Termasuk mengajarkan Al-Quran dalam beragam bentuk seperti mengajarkan cara membaca yang baik dan benar, menguraikan makna dan kandungan ayat, atau menghimpun tafsir Al-Quran sebagai upaya mendekatkan umat kepada pemahaman terhadap Al-Quran yang baik, tidak menyimpang, tidak salah jalan, salah tafsir yang bisa menimbulkan keresahan kepada umat Islam.

Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassallam bersabda : “Siapa yang mempelajari Al-Quran, mengajarkan, dan mengamalkan isinya, maka ia akan menjadi pemberi syafaat dan petunjuk jalan menuju surga.” (HR. Ibnu Asakir).

Keenam, Mengamalkan dengan Landasan Ikhlas Mencari Ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Di saat kita mengamalkan Al-Quran, landasannya adalah semata-mata mengharap ridha Allah, bukan untuk mendapat pujian dan hadiah. Pengamalan Al-Quran dengan ikhlas akan membuat seseorang bisa meraih syafaat Al-Quran. Rasulullah SAW bersabda:

“Pelajarilah Al-Quran dan mintalah surga dengannya, sebelum muncul satu kaum yang mempelajari Al-Quran untuk tujuan duniawi. Sesungguhnya ada tiga kelompok yang mempelajari Al-Quran: (1) Seseorang yang mempelajarinya untuk membanggakan diri, (2) Seseorang yang mencari makan darinya, dan (3) seseorang yang membaca karena Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. Baihaqi)

Itulah keenam langkah untuk bisa mewujudkan doa kita, “waj`alhu lanaa hujjatan” kesaksian yang meringankan dari Al-Quran. Seperti halnya kesaksian dalam suatu pengadilan, ada saksi yang memberatkan dan ada pula saksi yang meringankan. Tentunya kita tidak ingin menjadi sosok yang mendapat kesaksian yang tidak kita harapkan. Kita berharap semoga kita, keluarga, dan saudara-sadaura kita Kaum Muslimin, mendapat syafaat Al-Quran melalui keenam langkah di atas : membaca, mendengarkan, mengkaji, melaksanakan hukum-hukum Al-Quran, mengajarkan dan melaksanakannya dengan ikhlas.

Oleh : Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil