Perasaan apa yang muncul tatkala kita melihat pengemis di pinggir jalan, ingin memberi, perasaan apa yang muncul ketika ada korban kecelakaan, perasaan apa yang muncul tatkala kita melihat orang sakit yang tak mampu berobat, ingin menolong, member, dan berbagi bukan? Tapi renungkan berapa kali kita melewatkan kesempatan berbuat kebaikan kepada saudara-saudara kita? Berapa kali mobil kita tetap melaju ketika ada kecelakaan di dekat kita? Berapa kali kita melewatkan pengemis yang membutuhkan bantuan kita?

Kawan, Kita memang sedih, tapi pasti ada yang lebih sedih, Terhadap mereka inilah Allah minta kita memperhatikan jika ingin diperhatikan. Jika engkau berfikir hidup ini tidak adil, maka ingatlah, pengemis, orang buta, penderita kusta, mereka lebih berhak mengatakan bahwa hidup ini tidak adil. Kepada merekalah kita harus memperhatikan, jika kita ingin Allah memperhatikan kita.

Orang tidak peduli seberapa hebat kita, orang juga tidak peduli seberapa kayanya kita, orang juga tidak peduli seberapa pintarnya kita, yang mereka pedulikan adalah apakah keberadaan kita memberikan manfaat tuk mereka? Tidak peduli seberapa kaya, indah paras, dan pintarnya engkau, jika saat ini engkau tidak bahagia, pasti ada yang salah!

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitab Miftah Daaris Sa'aadah berpesan “Boleh jadi saat engkau tidur terlelap, pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan do'a kebaikan untukmu, dari seorang fakir yang telah engkau tolong, atau dari orang kelaparan yang telah engkau beri makan, atau dari seorang yang sedih yang telah engkau bahagiakan, atau dari seseorang yang telah engkau berikan senyuman, atau dari seseorang yang dihimpit kesulitan dan telah engkau lapangkan... maka JANGANLAH SEKALI - KALI ENGAKU MEREMEHKAN SEBUAH KEBAIKAN...” Pesan itu memberikan makna besar bagi saya, saya menyadari bahwa selama ini kita berfikir ketika kita berbagi kita sedang menolong orang lain dan orang lain membutuhkan kita, kita salah besar, sebenarnya kitalah sedang menolong diri kita sendiri dan kitalah yang lebih membutuhkan dibanding orang yang kita tolong. Mungkin kita menerka, keberhasilan yang kita terima adalah buah dari do’a dan kerja keras kita. Tapi sadarkah kita, bahwa barangkali keberhasilan itu adalah jawaban dari do’a seseorang yang tak pernah kita sangka sebelumnya.

Bukan hanya itu, sungguh ketahuilah, berbagi, menolong, berkorban, membantu sesama akan memberikan kesejukan, ketenangan, dan kehangatan dihatimu. Ingatlah pesan Rasulullah SAW, “Berkasih sayanglah kamu kepada siapa sajayang berada di bumi, maka kamu akan dikasihi oleh yang berada di langit” (Nabi Muhammad SAW). Bukankah Rasulullah juga pernah mengingatkan kita, Istafti Qalbak, mintalah fatwa pada hatimu, kebaikan itu adalah sesuatu yang membuat jiwa dan hati tenang, dan keburukan itu sesuatu yang membuat jiwa gelisah dan hati bimbang

Kawanku, jangan biarkan visimu hanya tentang kamu, jangan biarkan dirimu berivisi kerdil. Jadikan orang-orang yang kurang beruntung bagian dari visi besarmu. Belilah do’a orang-orang fakir dengan recehan rupiah.

Selama 2 tahun terakhir, setiap saya bertemu orang-orang besar, saya selalu minta nasehat kepada mereka, saya tarik satu benang merah dari nasehat-nasheat mereka, “Dibalik orang-orang besar, senantiasa ada amal ibadah yang mempesona”

Yang Muda Yang Berbagi,
dr. Gamal Albinsaid