Haid atau menstruasi merupakan proses alami yang dialami wanita setiap bulan, dan ini merupakan kodrat bagi seorang wanita. Walau proses haid itu terjadi setiap bulan, tetapi ada yang mengalami menstruasi tidak lancar setiap bulannya. Yang menjadi pertanyaan kali ini adalah kita semua sudah tahu, ketika wanita mendapati dirinya sedang haid maka wanita tersebut tidak diperbolehkan untuk melakukan ibadah sholat dan puasa. Sehingga ketika dia sedang berpuasa kemudian mendapatkan haid maka puasanya menjadi batal. Tetapi, bagaimana kalau yang keluar bukanlah darah haidh melainkan hanya berupa flek saja apakah membatalkan puasa? Lalu, manakah flek yang termasuk dari haid dan mana flek yang bukan termasuk haid? Berikut penjelasannya untuk Anda terutama untuk para wanita.

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai sebab kekurangan agama wanita, beliau berkata,

“Bukankah wanita jika haid tidak shalat dan tidak puasa?” (HR. Bukhari, no. 304; Muslim, no. 79).

Bagi wanita yang berhalangan untuk puasa karena haid tersebut, ia punya kewajiban untuk mengqadha’ puasa di hari lain.

Dari Mu’adzah dia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, ‘Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha’ puasa dan tidak mengqadha’ shalat?’ Maka Aisyah menjawab, ‘Apakah kamu dari golongan Haruriyah? ‘ Aku menjawab, ‘Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya.’ Aisyah menjawab,

“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.” (HR. Muslim, no. 335)

Namun bagaimana jika mendapati hanya flek saat puasa, apakah puasanya batal?

Ada kaedah dari Syaikh As-Sa’di dalam kitabnya Manhajus Salikin yang bisa menjawab hal ini. Akhir kesimpulannya seperti yang dirinci berikut ini.

1. Flek yang keluar di masa kebiasaan haidh sebelum darah haidh keluar, ditambah jika terasa nyeri, maka terhitung sebagai DARAH HAID.
2. Flek yang keluar di luar masa kebiasaan haidh, maka dianggap BUKAN DARAH HAID.
3. Flek yang keluar setelah darah haidh dan masih bersambung, maka dianggap DARAH HAID.
4. Flek yang keluar setelah suci (setelah darah haidh berhenti total), namun setelah beberapa hari keluar flek lagi, maka dianggap BUKAN DARAH HAID.

Kalau dianggap HAID, maka tidak boleh shalat dan tidak boleh puasa. Kalau dianggap bukan darah HAID, maka tetap diperintahkan shalat dan puasa.

Sumber: https://rumaysho.com