Jika Allah Ta’ala memberikan kita kesempatan untuk memasuki bulan suci Ramadhan, maka tentu Allah Ta’ala menghendaki ada kebaikan, berkah dan karunia yang bisa kita petik dari bulan suci ini. Allah Ta’ala menghendaki ada perbaikan pada diri kita, keluarga kita, masyarakat kita dan bangsa kita. Apakah yang telah kita perbuat selama sebelas bulan yang lalu?. Hari-hari yang kita warnai dengan shalat lima waktu yang kwalitasnya tidak bagus. Hilangnya kekhusyukan, sibuk dengan urusan dunia saat adzan di masjid sudah berkumandang, ketinggalan raka’at shalat berjama’ah di masjid, atau bahkan shalat di rumah dan tidak ikut shalat berjama’ah di masjid.

Hari-hari yang kita warnai dengan kesulitan mengkhatamkan Al-Qur’an minimal sekali dalam sebulan.

Hari-hari yang kita warnai dengan besarnya belanja untuk kepentingan pribadi dan keluarga, bahkan seringkali untuk perkara yang tidak penting. Di saat yang sama kita kesulitan atau merasa sangat berat, untuk menginfakkan sebagian penghasilan kita untuk kepentingan jalan Allah.

Hari-hari yang kita warnai dengan ketekunan mengikuti acara kantor, acara organisasi, pertemuan bisnis dan seterusnya. Pada saat yang sama kita jarang hadir dalam majilis-majlis ilmu di rumah-rumah Allah.

Hari-hari yang kita lewati dengan tidur lelap sepanjang malam, sehingga setan leluasa mengencingi telinga kita. Hari-hari yang kita tidak bermunajat kepada Allah pada sepertiga malam yang terakhir dan tidak beristighfar di waktu sahur.

Hari-hari yang kita penuhi dengan kelalaian, kemaksiatan dan kemungkaran. Hari-hari saat kita berkawan akrab dengan setan dan hawa nafsu. Hari-hari di saat mata, telinga, lisan, tangan dan kaki kita terperangkap dalam bujuk rayu setan dan hawa nafsu.

Hari-hari di saat kita menjauhi Allah dan ampunan-Nya. Itulah sebelas bulan yang telah lewat. Allah Ta’ala berkehendak untuk membimbing kita kembali ke jalan-Nya. Allah Ta’ala menghendaki kita bertaubat dan memperbaiki diri. Allah Ta’ala menghendaki kita untuk kembali bersimpuh di hadapan-Nya dalam taubat yang nashuha. Allah Ta’ala menghendaki kita untuk kembali menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Maka Allah Ta’ala memanjangkan usia kita sampai bulan suci Ramadhan ini. Maka Allah Ta’ala memberi kita kesempatan selebar-lebarnya untuk mengisi bulan suci ini dengan amalan-amalan yang akan menghapuskan dosa-dosa kita, mengangkat derajat kita dan mendekatkan kita kepada ridha Allah dan ampunan-Nya.

Inilah karunia agung itu. Inilah kesempatan emas kedua yang Allah Ta’ala berikan kepada kita. Allah Ta’ala sangat menyayangi kita. Allah Ta’ala tidak membiarkan kita selalu lalai, terpedaya dan berlumuran dosa. Allah Ta’ala menghendaki kita mensucikan jiwa kita.

Maka marilah kita menyambut dan mengisi karunia agung bulan suci Ramadhan ini dengan amalan-amalan yang dicintai dan diridhai Allah Ta’ala. Janganlah kita menyia-nyiakan dan menelantarkan bentuk kasih sayang Allah Ta’ala ini.

Allah Ta’ala berfirman:

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ

Dan Allah mengajak kepada surga dan ampunan-Nya dengan izin-Nya. (QS. Al-Baqarah [2]: 221)

وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Dan Allah mengajak kepada negeri keselamatan (surga) dan memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS. Yunus [10]: 25)

Segala puji bagi-Mu, wahai Allah, atas karunia bulan suci yang penuh berkah ini. Segala puji bagi-Mu, wahai Allah, atas kesempatan kesekian kalinya yang Engkau karuniakan kepada kami, untuk memperbaiki dan mensucikan diri kami. Segala puji bagi-Mu, wahai Allah, atas kasih sayang-Mu kepada kami.

Ya Allah, bantulah kami untuk senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah dengan baik kepada-Mu.