Pada suatu hari seorang anak laki-laki pulang sekolah memberikan sepucuk surat tertutup kepada mamanya dari Kepala Sekolah. Dengan memberikan surat tersebut, sang anak berkata, "Mama, Kepala Sekolah memberi surat ini kepada saya. Beliau berpesan agar saya tidak membukanya dan hanya mama yang boleh membuka dan membacanya."

Sang Mama membuka dan membaca surat itu.  Tak terasa airmatanya pun berlinang. Selesai membaca, sang Mama membacakan isi surat itu kepadanya anaknya dengan tenang.

"Anak ibu terlalu jenius. Sekolah ini terlalu sederhana. Tidak cukup guru yang baik dan hebat di sekolah kami, untuk melatih dia. Ajari dan latih sendiri anak Anda secara Langsung." Sejak saat itu, sang mama mendidik secara langsung sang anak di rumah.

Tahun demi tahun telah berlalu. Sang anak terus tumbuh dan berkembang. Seiring berjalannya waktu, sang Mama telah tiada. Suatu ketika, Anak laki-laki yg sudah dewasa itu, menemukan kembali surat yang dulu dibacakan sang Mama kepada dirinya. Diambilnya surat itu dari dalam laci meja mamanya. Diapun membuka dan membaca surat itu. Dengan tangan bergetar, dia terus membaca surat itu. Isinya sungguh berbeda dengan apa yang dulu didengarnya dari sang Mama saat dia masih Kecil dulu.

"Anak anda mempunyai masalah kejiwaan. Kami tidak mengizinkan lagi dia datang Ke sekolah ini selamanya".

Tahukah anda siapa anak itu? Anak itu, adalah sang penemu hebat sepanjang masa. Dialah, Thomas Alva Edison. Usai membaca surat itu, dia menangis berjam-Jam, lalu dia menulis dalam buku hariannya : "Thomas Alva Edison, adalah Anak Gila. Hanya oleh karena seorang Pahlawan, karena mama, saya diubahnya menjadi sang jenius sepanjang masa".

 

Dari cerita ini ada pesan moral yang dapat diambil yaitu
(1) Sejarah telah membuktikan bahwa ibu mempunyai peran dan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan anak-anaknya.
(2) Sejarah juga telah membuktikan bahwa ucapan atau perkataan ibu sangat berdampak terhadap psikologi dan mental anak-anak.
(3) Perkataan yg Buruk, sangat ampuh merusak moral & mental seseorang, apalagi diucapkan oleh Ibu. Jangan sampai seorang ibu mengucapkan kata-kata yang buruk kepada anak. Ingat ucapan bisa dijadikan sebagai doa.
(4) Perkataan yg baik dapat memotivasi dan menginspirasi (mengubah) seseorang untuk menjadi yang terbaik, apalagi oleh Ibu yg tulus, penuh kasih dan bertangan dingin mengelola keluarga. Bersabarlah dan bertawakallah kepada Allah. Karena anak adalah titipan Allah dan cerminan diri kita.