Kisah Islami

Kisah Nabi Yusuf Dan Zulaikha

Akibat kedengkian dan keserakahan saudara-saudaranya, Yusuf kecil harus mengalami penganiayaan saudara-saudaranya. Yusuf harus rela dibuang ke dalam sumur. Untunglah tak berapa lama Yusuf di dalam sumur, lewatlah musafir dari Madyan hendak ke Mesir. Musafir mendatangi sumur itu untuk mengambil air. Pada saat timba di tarik, musafir itu heran, mengapa timba itu terasa berat. Setelah timba ditarik ke atas, betapa terkejutnya musafir itu, karena ditimba ternyata ada seorang anak yang tampan, yaitu Yusuf. Dibawalah Yusuf ke Mesir. Oleh musafir itu, Yusuf dijual ke salah seorang pejabat di Mesir untuk dijadikan budak. Tetapi oleh pejabat itu, Yusuf dijadikan anak angkat.

Kisah Nabi Uzair dan Keledainya

"Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang melalui suatu negeri yang temboknya telah roboh menutupi atapnya. Ia berkata,"Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Allah kemudian mewafatkan orang itu selama seratus tahun, lalu menghidupkannya kembali. Allah bertanya,"Berapa lama kamu tinggal disini?" Ia menjawab,"Saya telah tinggal disini selama sehari atau setengah hari." Allah berfirman,"Sebenarnya kamu telah tinggal disini selama seratus tahun lamanya. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, dan lihatlah keledaimu yang telah menjadi tulang belulang. Kami akan menjadikan kamu sebagai tanda kekuasaan Kami bagi manusia. Dan lihatlah tulang-tulang keledai itu. Kami menyusunnya kembali dan membalutnya dengan daging." Maka ketika hal itu telah jelas (bagaimana Allah menghidupkan makhluk-Nya yang telah mati), ia pun berkata,"Saya yakin bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Baqarah: 259)

Pada jaman Nabi Uzair, ada sebuah keledai yang dimiliki oleh seorang yang kaya raya, tapi sangat kikir. Untuk makan satu minggu saja, ia cukup menggoreng sebutir telur. Dan gorengan telur itu dia bagi menjadi 7 bagian. Setiap pagi ia memakan satu bagian ditambah bubuk roti kering. Jika istrinya makan lebih dari bagian yang sudah ditentukan, ia akan memukulinya.

Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Balqis

Nabi Sulaiman adalah seorang nabi dan raja yang saleh. Allah memberi mukjizat kepadanya sehingga dapat memahani bahasa binatang dan menundukkan bangsa jin. Beliau sangat berwibawa dan ditakuti semua anak buahnya. 

Suatu ketika, Nabi Sulaiman mengumpulkan seluruh tentaranya yang terdiri dari manusia, binatang, dan para jin. Mereka semua berkumpul memenuhi undangan sang Raja di balairung. Semua jenis binatang, besar dan kecil datang menghadiri pertemuan itu. Setelah semua diperiksa, maka Nabi Sulaiman mengetahui bahwa burung Hud-hud ternyata tidak hadir. 

Sebenarnya burung hud-hud ini adalah mata-mata pasukan Nabi Sulaiman, yang bertugas mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa saja yang patut diketahui oleh Nabi Sulaiman. Melihat keterlambatan burung hud-hud ini, Nabi Sulaiman terlihat agak jengkel sambil bertanya,"Di manakah burung Hud-hud, mengapa belum kelihatan. Padahal tugasnya sangat penting, yakni mencari sumber mata air baru." Melihat hal ini, semua pasukan yang hadir tidak berani menjawab.

Kisah Nabi Musa dan Qorun Orang Kaya Yang Pelit

Qarun adalah seseorang dr kaum Nabi Musa dan termasuk keluarga dekatnya. Ia dikurniai Allah kelapangan rezeki dan kekayaan harta benda yang besar yang tidak ternilai bilangannya. IA hidup mewah, selalu mujur dalam usahanya mengumpulkan kekayaan, sehingga menjadi padatlah khazanahnya dengan harta benda yang sgt berharga.

Sebagaimana halnya orang-orang kaya yang telah mabuk oleh harta bendanya maka Qarun tidak merasa sedikit pun bahwa dia mempunyai kewajiban sosial dengan harta kekayaannya itu. Ia hanya memikirkan kesenangan dan kesejahteraan peribadinya, memikirkan bagaimana ia dapat menambahkan kekayaannya yang sudah melimpah-limpah itu. Ia telah dinasihati oleh pemuka-2 kaumnya agar ia menyediakan sebagian kekayaannya untuk fakir miskin, menolong orang-orang yang telanjang yang tidak berpakaian dan lapar tidak dapat makanan.