Cerita Dalam Al-Quran

Abdullah Bin Ummi Maktum

Pada suatu hari baginda berhadapan dengan ‘Utbah bin Rabi’ah, Syaibah bin Rabi’ah, ‘Amr bin Hisyam (Abu Jahal), Umayyah bin Khalaf dan Al Walid bin Mughirah (ayah Saiyidina Khalid bin Al Walid). Rasulullah saw berunding dan bertukar fikiran dengan mereka tentang Islam. Baginda sangat ingin mereka menerima dakwah dan menghentikan penganiayaan terhadap para sahabat baginda. Sedang Rasulullah saw berdakwah dengan sungguh-sungguh,

 Tiba-tiba seorang laki-laki buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum menerobos masuk perbincangan itu seraya berseru. "Wahai Rasulullah, ajarkan padaku apa-apa yang diajarkan Tuhanmu kepadamu." Karena matanya yang buta, Abdullah tidak mengetahui keadaan Rasulullah yang sedang serius berdakwah. Kedatangannya yang tiba-tiba dan disertai suara Abdullah yang lantang sangat mengganggu Rasulullah. Rona wajah Rasulullah SAW menjadi kusut dan kening beliau tampak berkerut.

Read more: Abdullah Bin Ummi...

Kisah Anjing Penghuni Gua

Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur. Dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan kiri, sedang anjing mereka menelunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah hati kamu akan dipenuhi ketakutan terhadap mereka. (QS. Al-Kahfi: 18)

Dikisahkan, ada sebuah kota yang bernama kota Ephese dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Dikyanus. Raja Dikyanus beserta rakyatnya tidak mau menyembah Allah. Mereka malah memuja dan menyembah berhala. Nah, di kota Ephese ini banyak sekali dijumpai anjing. Bahkan sangking banyaknya, keberadaan anjing di kota Ephese dianggap sangat mengganggu. Warga Ephese sering terganggu tidurnya karena gonggongan anjing-anjing tersebut sepanjang malam. Bukan hanya itu saja, anjing-anjing tersebut sering mencuri makanan milik warga, menggigit anak-anak yang berada di luar rumah, serta mengotori tempat-tempat ibadah mereka. Agar anjing-anjing di kota Ephese dapat dikendalikan, maka Raja Dikyanus memutuskan untuk membunuh semua anjing yang ada. Alhasil, setiap hari ada saja bangkai anjing yang telah terbunuh.

Read more: Kisah Anjing...

Cerita Qabil Dan Habil


Kemudian, Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali tanah di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya ia menguburkan mayat saudaranya. Berkatalah (Qabil), "Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan saudaraku ini?" (QS Al-Maa-idah: 31).

Akibat dari godaan iblis, Adam dan Hawa akhirnya harus meninggalkan surga karena larangan untuk tidak memakan buah larangan Allah, telah dilanggar. Adam dan Hawa tidak henti-hentinya menangis karena menyesal. Setelah mendapat ampunan Allah, barulah Adam dan Hawa hidup tenang. Allah mengaruniai mereka banyak putra. Diantara putra-putranya, terdapat Qabil dan Habil. Qabil adalah anak Adam yang bersaudara kembar dengan Iqlima. Sedang Habil adalah anak Adam yang bersaudara kembar dengan Lyudza.

Read more: Cerita Qabil Dan...