Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata,"Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang yang sudah mati?" Allah berfirman,"Belum yakinkah engkau?" Ibrahim menjawab,"Aku telah meyakininya, tetapi agar hatiku mantap dengan keimananku." Allah berfirman,"Kalau demikian, tangkaplah empat ekor burung, lalu cincanglah. Setelah itu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, lalu panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah: 260)

Nabi Ibrahim lahir di negeri Babilon yang dipimpin oleh seorang raja yang kejam bernama Namrud. Ia memerintahkan rakyat untuk menyembah berhala. Siapa saja yang menolak perintahnya, Namrud akan membunuhnya.

Suatu malam Namrud bermimpi melihat seorang anak masuk ke kamarnya lalu merebut mahkotanya dan menghancurkannya. Menurut ahli ramal, mimpi itu berarti kekuasaan Raja Namrud akan dihancurkan oleh seorang laki-laki yang lahir di negeri Babilon. Raja Namrud mulai ketakutan. Ia memerintahkan para prajuritnya untuk membunuh bayi laki-laki yang lahir di Babilon.

Kaum wanita Babilon yang sedang hamil mulai ketakutan. Jika mereka melahirkan bayi laki-laki, tamatlah riwayat bayinya itu. Di antara kaum wanita yang dicekam ketakutan adalah ibunda Ibrahim yang sedang hamil tua. Untuk menjaga keselamatan bayinya, ia meninggalkan Babilon, lalu bersembunyi di sebuah gua. Di gua inilah lahir bayi laki-laki yang sangat tampan yang kemudian dinamai Ibrahim. Di gua ini pula Ibrahim dibesarkan ibunya.

Ibrahim termasuk anak yang cerdas. Ia sering merenung, siapakah yang menciptakan alam semesta ini. Siapakah yang menciptakan bulan, bintang, matahari, dan tumbuh-tumbuhan. Ibrahim menanyakan hal itu kepada ibunya. Tetapi ia tidak mendapat jawaban yang memuaskan.

Allah kemudian memberi petunjuk kepada Ibrahim, bahwa Dia-lah Pencipta alam semesta ini. Allah-lah yang menciptakan bulan, bintang, matahari, dan tumbuh-tumbuhan. Keimanan Ibrahim kepada Allah semakin bertambah. Ia yakin bahwa Allah-lah Tuhan yang harus disembah manusia. 

Ketika berusia belasan tahun, Ibrahim dan ibunya kembali ke Babilon. 

Allah mengajarkan kepada Ibrahim akan adanya Akhirat. Pada Hari Akhir kelak, semua manusia yang sudah mati akan dihidupkan kembali. Orang-orang saleh akan diberi balasan surga, sedangkan orang durhaka akan masuk neraka. Timbullah pertanyaan dalam hari Ibrahim, bagaimana Allah menghidupkan kembali tubuh manusia yang sudah hancur lebur menjadi tanah.

Atas pertanyaan Ibrahim, Allah berfirman,"Hai Ibrahim, apakah engkau belum mengimaninya?" "Ya Allah, tidaklah aku memohon hal tersebut kecuali agar keimananku semakin mantap," jawab Ibrahim.

Allah mengabulkan permintaan Ibrahim. Ia diperintahkan untuk menyembelih empat ekor burung. Keempat daging burung tersebut harus dicincang dan dicampuradukkan, lalu dijadikan empat bagian. Masing-masing bagian harus ditaruh di empat puncak bukit yang berjauhan. Setelah itu, Ibrahim diperintahkan untuk memanggil keempat burung itu. Keempat burung itu pasti datang dalam keadaan hidup dan tubuhnya kembali sempurna.

Ibrahim pun melaksanakan petunjuk Allah. Ibrahim menuju ke sebuah sarang dimana di dalam sarang tersebut, terdapat empat ekor burung. Lalu Ibrahim menangkap keempat burung tersebut, dan menyembelihnya seperti yang perintahkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Setelah disembelih, daging keempat burung tersebut dicincang, kemudian diaduk-aduk daging-daging tersebut. Lalu dibaginya menjadi empat bagian. Keempat bagian tersebut ditaruhnya di empat puncak bukit yang berjauhan. Setelah itu Ibrahim kembali ke tempatnya semula. Tidak selang begitu lama, Ibrahim memanggil keempat burung tersebut. Dan apa yang terjadi? Keempat burung itu terbang ke arah Ibrahim dalam waktu yang hampir bersamaan. Subhanallah. Pada saat itu juga, Ibrahim segera bersujud kepada Allah. Keimanan Ibrahim kepada Allah semakin mantap setelah menyaksikan kekuasaan-Nya itu.