Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina." Mereka berkata, "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab, "Aku berlindung kepada Allah agar tidak termasuk orang-orang yang jahil." (QS. Al-Baqarah: 67)

Pada zaman Bani Israil, hiduplah seekor sapi betina yang cantik dan telah berjasa ikut membantu mengungkap sebuah pembunuhan. Mengapa sapi betina itu bisa membongkar sebuah kasus pembunuhan? Ingin tahu kisah selengkapnya? Silahkan Anda menyimak kisahnya berikut ini.

Ada seekor sapi betina yang tidak seperti sapi-sapi yang lain. Selain bertubuh besar, warna bulunya pun kuning terang, sehingga terlihat sangat cantik. Dan anehnya sapi ini tidak suka berkubang di lumpur seperti sapi-sapi kebanyakan.

Sapi ini dimiliki oleh seorang anak yatim piatu. Sebelum ayahnya meninggal, beliau telah memberikan wasiat untuk menjaga sapi tersebut sampai besar. Sejak saat itulah, si anak itu merawat sapi peninggalan orangtuanya dengan penuh kasih sayang.

Kita tinggalkan sejenak sapi dan majikannya. Kita beralih ke sebuah keluarga di kalangan Bani Israil yang sangat kaya raya yang hanya memiliki seorang anak laki-laki. Tapi, keluarga ini juga memiliki beberapa keponakan. Karena hanya memiliki satu anak laki-laki, maka sebelum meninggal, orang kaya ini memberikan wasiat agar seluruh hartanya diwariskan kepada anak tunggalnya. Namun, para keponakan ini tidak serta merta melaksanakan wasiat pamannya. Mereka ingin mendapatkan bagian dari harta kekayaan pamannya. Untuk itu, mereka bersepakat untuk membunuh anak itu secara sembunyi-sembunyi. Dan akhirnya terbunuhlah si anak tunggal tersebut.

Ketika mengetahui anak tunggal tersebut terbunuh, maka kaum kerabat dari anak ini ingin mencari tahu siapa dalang dibalik pembunuhan ini. Mereka pun meminta bantuan kepada Nabi Musa alaihis salam untuk mengungkap pembunuhan tersebut. Nabi Musa mulai melakukan penyelidikan, tetapi sayangnya tidak membawa hasil sama sekali. Akhirnya, Nabi Musa meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Berdasarkan wahyu yang diterimanya, orang-orang tersebut diharuskan menyembelih seekor sapi betina. Dengan anggota tubuh dari sapi yang disembelih itu nantinya, akan dipukulkan ke mayat si anak tersebut. Dengan cara ini, si anak akan hidup kembali dan memberitahukan siapa pembunuhnya. Inilah salah satu mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa Alaihis Salam.

Kaum Bani Israil terkenal sebagai orang-orang yang lancang dan sangat cerewet. Mendengar perintah ini, orang-orang Bani Israil merasa keheranan dan mereka tidak mau begitu saja melaksanakan perintah Nabi Musa. Kemudian mereka bertanya kepada Nabi Musa, "Hai Musa, perintahmu ini sungguh aneh. Apakah engkau hendak menjadikan kami buah ejekan orang lain dengan perintah itu?" Lalu mereka kembali bertanya, "Hai Musa, tanyakanlah kepada Tuhanmu keadaan sapi betina yang harus kami sembelih itu?"

"Allah menerangkan bahwa sapi betina itu adalah sapi yang tidak tua dan tidak muda", jawab Nabi Musa. Tetapi jawaban Nabi Musa tersebut, masih dianggap kurang jelas. "Hai Musa, tanyakanlah kepada Tuhanmu apa warna bulu sapi betina itu?" tanya mereka. "Allah menjelaskan bahwa bulu sapi betina itu berwarna kuning terang, menyenangkan orang yang memandangnya, "kata Nabi Musa. Nabi Musa mengira bahwa penjelasannya itu sudah cukup. Ternyata, mereka masih juga penasaran.

"Hai Musa, tanyakanlah kepada Tuhanmu tentang sapi betina itu karena ciri-cirinya masih belum jelas!" pinta mereka. "Allah menjelaskan bahwa sapi betina itu belum pernah dipakai untuk membajak tanah, mengairi tanaman tidakĀ  memiliki cacat dan tidak ada belangnya, "jelas Nabi Musa. "Nah, sekarang baru jelas bagi kami,"kata mereka.

Mereka pun mulai mencari sapi betina seperti yang dijelaskan ciri-cirinya oleh Nabi Musa. Mereka mencari ke seluruh pelosok negeri, tapi tak jua mereka temukan sapi betina seperti yang diinginkan. Mereka hampir putus asa karena tidak kunjung menemukannya. Itu dianggap sebagai kesalahan mereka. Seandainya mereka tidak banyak bertanya, tentu lebih ringan bagi mereka, karena Allah hanya memerintahkan mereka untuk menyembelih seekor sapi betina saja.

Setelah sekian lama mencari, akhirnya perjuangan untuk mendapatkan sapi betina itu berhasil juga. Datanglah mereka ke desa dimana sapi betina milik anak yatim piatu itu berada. Melihat ciri-ciri sapi yang dijelaskan Nabi Musa sama dengan sapi yang ada di depan mereka, mereka bersorak gembira.

Mereka pun berbicara kepada sang pemilik sapi tersebut. Mereka ingin membeli sapi tersebut. Pada awalnya, anak itu menolaknya. Tapi, setelah dijelaskan bahwa mereka membutuhkannya karena ini adalah perintah Allah, akhirnya dengan berat hati anak itu bersedia melepaskan sapi kesayangannya dengan syarat mereka harus membelinya dengan harga yang sangat tinggi. Syarat itu disetujui oleh orang-orang Bani Israil. Sapi itu ditukar dengan uang emas seharga berat tubuh sapi.

Akhirnya, sapi tersebut disembelih, dan lidahnya dipotong. Potongan lidah sapi tersebut dipukulkan pada mayat si anak. Dengan tiba-tiba, mayat si anak hidup kembali dan memberitahukan kepada Nabi Musa orang yang telah membunuhnya. Maka terungkaplah peristiwa pembunuhan misterius ini.

Diolah dari berbagai sumber