Cerita Nabi dan Rosul

Kisah Istri Yang Ingkar Dan Durhaka

Nabi Isa AS oleh Allah SWT dibekali mukjizat mampu menyembuhkan segala penyakit. Bahkan Nabi Isa dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Memang pada jaman itu orang Yahudi sangat tergila-gila pada ilmu ketabiban, maka Allah mengutus Nabi Isa untuk menundukkan kemampuan mereka. Suatu saat Nabi Isa dalam perjalanannya melewati sebuah kuburan. Ia melihat seorang laki-laki tengah tertelungkup diatas tanah kuburan yang masih baru, tanah urukannya pun masih basah. laki-laki itu meratap sambil menangis tersedu-sedu. 

Perlahan-lahan Nabi Isa mendekat dan menyapa. Laki-laki itu menoleh, menatap orang yang ada dihadapannya. Karena dirasa tidak mengenalnya, ia kembali membenamkan wajahnya dan tangisnya semakin menjadi.

"Saudara... mengapa engkau menangis? Kau menangisi kuburan itu?" tanya Nabi Isa seraya membungkuk, berusaha menatap wajah laki-laki itu.

"Aku menangisi istriku...."sambil terisak-isak laki-laki itu menjawabnya. "Yang ada di dalam kuburan itu adalah istriku."

"Dia kan sudah meninggal. Kenapa masih juga kau meratapinya? Apakah tidak ada perempuan lain?"

Laki-laki itu mendongakkan wajahnya, menatap Nabi Isa. "Perempuan memang banyak," sahutnya lirih. "Tapi, yang seperti dia mungkin tidak akan dapat aku temui lagi di dunia ini. Dia begitu setia dan hormat pada suami. Di samping itu dia memiliki paras yang sangat cantik. Kami masih baru dua bulan melangsungkan pernikahan. Disaat kami masih menikmati bahagianya pengantin baru, ternyata aku harus menanggung cobaan ini. Aku telah kehilangan dia."

Nabi Isa menundukkan kepalanya. Sejenak dia terdiam. "Bagaimana kalau kira-kira istrimu bisa hidup kembali?" tanya Nabi Isa kemudian.

Read more: Kisah Istri Yang...

Peristiwa Perang Ahzab (Khandaq)

Kaum Quraisy dan Yahudi merasa tidak senang kalau belum dapat menumpas Muhammad SAW dan pengikutnya. Kedua kelompok ini kemudian menggalang kekuatan dengan melibatkan juga suku-suku yang mempunyai kepentingan yang sama. Dari pihak Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan sudah disiapkan 4000 orang prajurit, 300 prajurit berkuda dan 1500 orang dengan unta. Bani Fazarah mengirim pasukan besar dan 100 ekor unta. Sedangkan Asyja' bin MUrrah masing-masing membawa 400 prajurit. Sulaim, yang menjadi dalang peristiwa Telaga Ma'unah membawa 700 orang prajurit. Peristiwa Telaga Ma'unah adalah suatu tragedi terbunuhnya 40 orang sahabat yang diutus Nabi Muhammad SAW ke Najd untuk mengajarkan Islam. Mereka terbunuh dengan kejam di dekat d telaga Ma'unah. Selain semua pasukan di atas, ditambah lagi tambahan pasukan dari Banu Said dan Asad, sehingga jumlah tentara koalisi musyrikin dan Yahudi ini tidak kurang 10 ribu orang dan dipimpin oleh Abu Sufyan.

Read more: Peristiwa Perang...

Nasehat Nabi Isa dan Persengkokolan Jahat

Ketika nabi Isa as memberi khotbah kepada kaumnya, di antara mereka yang mendengarkan terdapat tiga orang lelaki yang berpenampilan kumal. Salah satu diantara mereka tiba-tiba dengan lancangnya berkata,"Hai, anak Maryam! Bagi kami surga di akhirat sana tidaklah penting. Kami bisa hidup tentram dan bahagia tanpa agama. Yang penting kami banyak harta dan itu yang membuat kami bahagia.

"Harta tidak akan menjamin ketentraman hidup saudara-saudara," sahut Nabi Isa dengan penuh kasih sayang.

"Omong kosong apa yang kau ucapkan itu? Hartalah yang membuat hidup kita selalu diliputi kesenangan, kegembiraan dan kebahagiaan,"bantah mereka bersikeras.

"Baiklah, bila saudara-saudara yang berpendapat demikian. Nanti datanglah ke tempatku, kalian bertiga. Kita akan berbicara, barangkali ada rejeki buat saudara-saudara," kata Nabi Isa.

Read more: Nasehat Nabi Isa...

Dakwah Nauf Pada Raja Faris

Dari golongan Hawariyyin (sahabat Nabi Isa as) ada seseorang yang bernama Nauf. Suatu hari, Nauf ingin menjumpai raja Faris dan mengajaknya untuk beriman kepada Allah. Tetapi bagaimana caranya? Hal itu bukanlah persoalan yang mudah untuk dihadapi Nauf.

Akhirnya Nauf menemukan akal untuk menghadap raja Faris. Cara apapun yang akan ditempuh merupakan demi dakwah agamanya. Ketika dia memasuki pintu gerbang istana, ia melihat anak-anak kecil sedang bermain dadu. Yang berhasil memenangkan permainan itu, berhak memperoleh uang 40 dirham.

Meski sudah tergolong tua, Nauf ikut nimbrung bermain dadu denga anak-anak itu. Tentu saja ia memenangkan permainan itu, ia berhasil mengalahkan anak seorang menteri kerajaan. Karena merasa tertarik dengan cara permainan Nauf, anak menteri itu mengajak Nauf ke rumahnya.

Read more: Dakwah Nauf Pada...