Cerita Nabi dan Rosul

Terjadinya Perang Badar al-Kubra

Perang Badar terjadi pada tahun 2 H. Terjadinya perang ini dilatar belakangi oleh maksud kaum muslimin untuk mengganggu kafilang dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Mereka membawa banyak barang dagangan milik para pemodal Makkah untuk diperdagangkan di Syria. Bagi kaum muslim, terutama yang Muhajirin, ini merupakan kesempatan mereka untuk membalas tindakan kaum Quraisy yang telah mengusir dan merampas harta mereka. Penguasaan terhadap kafilah dagang tersebut setidaknya akan mengurangi beban ekonomi yang mereka derita akibat terusir dari setidaknya akan mengurangi beban ekonomi yang mereka derita akibat terusir dari Makkah dan dirampas harta bendanya. Sangat banyak hadits yang meriwayatkan pengorbanan para sahabat yang terpaksa mengorbankan harta bendanya, demi keimanan mereka saat berhijrah. Di antaranya adalah Abdurrahman ibn Auf, Utsman bin Affan, Syuhaib al-Rumi. Mereka ikhlas melepas harta benda dan bisnisnya yang telah dibangun bertahun-tahun.

Abu Sufyan mengetahui kedatangan Muhammad saw dan pengikutnya tersebut. Ia segera mengirim utusan ke Makkah untuk meminta kaum Quraisy mengirimkan pasukan untuk melindungi kafilah dagang mereka itu. Utusan tersebut datang ke Makkah dengan mendramatisir keadaannya seolah-olah Muhammad saw dan pasukannya sudah merampas kafilah tersebut dan melukai para pedagang itu.

Hal ini cukup menyulut kemarahan para pemimpin Makkah. mereka segera menyusun kekuatan yang besar dan segera berangkat menuju Madinah. Sekarang keadaannya sudah berubah dan perang tidak dapat dihindari lagi.

Read more: Terjadinya Perang...

Meneladani Perilaku Rasulullah SAW

Bagi setiap muslim, cinta kepada Allah (mahabbatullah) adalah suatu hal yang mutlak. Demikian juga halnya kecintaan kepada Rasul-Nya, Muhammada SAW. Kecintaan kepada Allah dan Rasulullah SAW harus lebih tinggi daripada kecintaan terhadap yang lainnya, termasuk terhadap keluarga dan diri sendiri. Hal itu ditegaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya, "Tiga perkara, apabila ketiga perkara itu ada pada diri seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, apabila Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai oleh dirinya dan tidak ada selain dari keduanya yang paling dicintai, dan tidaklah ia mencintai seseorang kecuali cinta karena Allah, dan ia membenci kembali kepada kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam api." (Shahih Al-Bukhari no 16, 21, 6401 dan 6941 dan Shahih Muslim no 67, dan 68, HR. Tirmidzi no 2624, dan HR, Nasa'i no 4991 dan 4992).

Seperti dalam sebuah peribahasa, Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, agar kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya itu dapat terlaksana, maka setiap muslim haruslah mengenal Allah dan Rasul-Nya. Mencintai Allah dilakukan dengan cara meneladani apa yang telah dilakukan Rasulullah SAW, seperti dalam firman QS Ali 'Imron: 31), "Katakanlah : "Jika kamu (benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang."

Rasulullah Muhammad SAW adalah teladan yang baik dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak ada manusia yang demikian sempurna dapat diteladani karena di dirinya terdapat berbagai sifat mulia. Di samping itu, Muhammad SAW juga pernah mengalami berbagai keadaan dalam hidupnya. Beliau pernah merasakan hidup sebagai orang yang susah sehingga dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang sedang mengalami kesulitan. Beliau juga pernah menjadi orang kaya, sehingga dapat jadi teladan bagaimana seharusnya menggunakan kekayaan. Beliau pernah jadi pemimpin di berbagai bidang sehingga kita dapat meneladani kepemimpinannya.

Berikut ini adalah perilaku Rasulullah SAW yang wajib kita teladani dan kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Read more: Meneladani...

Harta Rasulullah SAW

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memiliki sifat keteladanan yang luar biasa. Rasulullah terkenal dengan kesederhanaan dan kedermawanannya. Bahkan semua harta yang beliau miliki habis  dibelanjakan demi tegaknya Islam. Bila ada seseorang yang tidak memiliki pakaian, datang kepada beliau, maka dengan serta merta beliau membantunya. Rasulullah biasa meminta bantuan kepada Bilal, sahabat Rasulullah yang memiliki suara indah untuk meminjam kepada orang lain dan membelikan orang yang datang tersebut pakaian dan makanan.

Suatu saat, ada seorang dari kalangan musyrikin datang kepada Bilal. Orang itu mengetahui kebiasaan Rasulullah SAW. Ia berkata kepada Bilal, “Wahai Bilal, aku tahu engkau sedang membutuhkan pinjaman. Aku bisa memberimu pinjaman. Karena itu pinjam saja padaku, tak usah kamu pinjam kepada orang lain."  Bilal pun menerima tawaran itu dengan senang hati. Sejak saat itu, Bilal pun terkadang meminjam pada orang itu.

Read more: Harta Rasulullah SAW

Kisah Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhamad saw lahir pada saat dimana umat manusia masih dalam kegelapan dan jahiliyyah di jazirah Arab Makkah. Muhamamad  lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah yaitu kelahiran seorang bayi yang akhirnya membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban manusia. Sang Ayah bernama Abdullah bin Abdul Mutallib yang akhirnya  meninggal dunia  sebelum baginda dilahirkan saat baginda berusia 7 bulan dalam kandungan ibunya. Sang Ibu bernama Aminah binti Wahab. Kehadiran bayi itu disambut dengan penuh kasih sayang dan dibawa ke ka'bah, kemudian diberikan nama Muhammad, nama yang belum pernah ada sebelumnya.

Read more: Kisah Nabi...