Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah seorang manusia yang memiliki kesehatan fisik dan psikis paripurna. Kesehatan fisik beliau terbukti dengan jarangnya beliau jatuh sakit, padahal beliau sangat sibuk.

Sebagai seorang kepala keluarga, beliau harus mengurus keluarga beliau yang banyak. Sebagai seorang rasul, beliau harus mendakwahkan Islam kepada umatnya. Beliau wajib bangun tengah malam untuk melaksanakan shalat tahajud.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam harus memimpin umatnya dalam bidang sosial dan politik. Beliau juga harus memutuskan perkara-perkara yang dihadapkan kepadanya. Lebih dari itu, beliau harus memimpin sekian banyak peperangan, menyusun strategi pertahanan, dan melakukan tugas-tugas diplomatik ke berbagai kerajaan.

Meskipun beliau melakukan sekian banyak aktivitas, beliau tetap bugar. Sejarah menceritakan bahwa beliau hanya dua kali jatuh sakit. Pertama, ketika beliau diracun oleh orang Yahudi. Dan kedua, ketika ajal akan menjemputnya.

Gambaran fisik Nabi Muhammad biasanya dapat ditemukan dalam kitab-kitab syamail, yaitu kitab-kitab yang membahas ciri-ciri fisik dan aktivitas pribadi beliau. Diriwayatkan, ketika menginjak usia 25 tahun, perawakan beliau termasuk tinggi, sedang dan agak langsing. Bentuk kepalanya besar dengan dada lebar dan kedua bahunya bidang dan serasi dengan bentuk tubuhnya.

Ketika berjalan, badannya agak condong ke depan. Langkahnya sigap dan pasti. Rambutnya tebal dan hitam berombak, tergerai panjang sampaiĀ  diantara telinga dan bahunya. Lehernya panjang dan indah. Cambangnya memanjang seimbang.

Dahinya lebar dan rata. Alisnya agak melengkung, lebat hampir bertaut. Bulu matanya panjang dan bentuk matanya besar berwarna hitam kecoklatan, ditepinya agak kemerahan, mulutnya lebar dengan bentuk indah diantara hidung yang mancung dan janggut yang tumbuh lebat.

Ketika beliau tersenyum, tampak barisan giginya yang bercelah-celah, putih dan bersih selalu. Beliau tidak pernah membiarkan kumisnya berjumbai sampai ke bibir. Kulit badannya putih dan terang, hanya diwarnai bekas terik matahari dengan kedua tangan dan kaki yang tebal.

Raut mukanya menggambarkan renungan dengan pemikiran yang dalam dan pandangan matanya menunjukkan kewibawaan. Disamping ketampanannya yang alami, terlihat juga pancaran cahaya matanya dari dahinya yang lebar dan sepasang mata yang tampak bersinar.

Kesehatan Emosi dalam kepemimpinan

Kepemimpinan yang baik ditunjukkan oleh kematangan emosi, ketenangan dan perhitungan dalam bertindak, kebijaksanaan dalam bersikap dan memahami keadaan orang lain, penjagaan kata-kata dan tingkah laku agar tidak menyakiti orang lain.

Allah SWT telah menegaskan "Adapun hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu adalah orang-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." (QS Al Furqan:63).

Pola konsumsi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Makan dan minum merupakan kebutuhan urama bagi manusia. AlQuran memberikan perhatian khusus terhadap persoalan itu dengan mencantumkannya dalam beberapa ayat. Hadits-hadits nabi pun tidak sedikit yang berbicara tentang hal itu. Allah SWT berfirman,"Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi." (QS Al Baqarah:168)

Aisyah meriwayatkan,"Keluarga Rasulullah tidak pernah memakan roti gandum hingga kenyang selama dua hari berturut-turut sampai beliau wafat." (HR Muslim).

Ibnu Abbas meriwayatkan, "RAsulullah dan keluarganya pernah harus menahan lapar selama beberapa malam berturut-turut karena tidak ada makanan. Sebagian roti yang mereka makan adalah roti gandum." (HR Muslim)

Abu Usaid meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah bersabda,"Makanlah minyak zaitun dan pakailah sebagai minyak. Sesungguhnya minyak zaitun berasal dari tumbuhan yang diberkahi." (HR Tirmidzi).

Masruq bin al-Ajda' meriwayatkan,"Suatu hari saya mengunjungi Aisyah, ia kemudian menghidangkan makanan dan berkata,"Ketika makan hingga kenyang, aku selalu menangis. Saya pun bertanya,"Mengapa Engkau menangis?" Aisyah menjawab,"Aku teringat keadaan Rasulullah meninggal dunia. Demi Allah, beliau tidak pernah makan roti dan daging hingga kenyang sebanyak dua kali dalam sehari." (HR Tirmidzi).

Dari Berbagai Sumber