Cerita Sahabat

Kisah Julaibib r.a. Yang Lebih Memilih Jihad Dan Mati Syahid

Dikisahkan seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Julaibib ra memiliki perawakan kurang bagus, dan tidak memiliki banyak harta. Meskipun demikian, Julaibib sangat dicintai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam karena ketakwaan yang ada pada dirinya. Pada suatu hari  Rasulullah berkeinginan untuk menikahkan Julaibib  dengan putri salah seorang sahabat Anshar. Oleh karenanya Rasulullah saw mendatangi rumah sahabat Anshar itu dan meminta putrinya untuk menikah dengan beliau.

Tanpa berpikir panjang sahabat Anshar segera menerima tawaran Rasulullah. Sahabat Anshar berpikir bahwa hal ini merupakan kesempatan yang sangat berharga, dan suatu kebanggaan tersendiri baginya dan keluarganya ketika terjalin hubungan dengan Rasulullah saw. Akan tetapi, Rasulullah menjelaskan, bahwa pinangan ini bukan untuk dirinya, melainkan untuk Julaibib ra.  Sontak saja, sahabat Anshar kaget mendengarnya. Dengan rasa kebingungan sahabat Anshar menjawab untuk mendiskusikan terlebih dahulu dengan istrinya.

Pergilah sahabat ini menemui istrinya. Terlintas di benaknya, apa kata orang jika putriku menikah dengan Julaibib ra ?! Bagaimana martabat keluarganya?!

Read more: Kisah Julaibib...

Kisah Khubaib Bin Adi Yang Syahid Di Ujung Panah

Di Madinah, pada masa Rasulullah SAW, hiduplah seorang pemuda yang saleh yang bernama Khubaib bin Adi. Khubaib merupakan sosok yang sangat menyenangkan. Selain dia selalu sholat berjamaah dengan Rasulullah SAW, tetapi dia orang yang sangat tegas dalam bertindak, bersih hatinya, dan selalu ceria. Jadi tidak heran jika para sahabat begitu senang bergaul dengannya.

Ketika terjadi perang Badar, Khubaib termasuk ke dalam golongan kaum muslim yang ikut berperang. Dia begitu tangkas dalam memainkan pedang. Begitu banyak korban yang tewas akibat sabetan pedang Khubaib, salah satunya adalah pemimpin Quraisy Harits bin Amir.

Ketika mengetahui pemimpinnya tewas di tangan Khubaib, maka orang-orang Quraisy mengancam akan membunuh Khubaib. Mereka pun semakin dendam dengan kaum muslim. Ketika perang Badar telah usai, kaum muslim kembali ke Madinah, dan kaum Quraisy kembali ke Makkah. Orang-orang kafir Quraisy segera memberitahu anak-anak Harits, tentang kematian ayah mereka.
"Khubaib telah membunuh Harits, balaslah kematian ayah kalian, "kata salah seorang pemimpin kafir Quraisy.

Sejak saat itu, nama Khubaib selalu diingat oleh keluarga Harits dan orang-orang kafir Quraisy lainnya. Kaum kafir Quraisy tak henti-hentinya membuat rencana jahat terhadap kaum muslim. Karena itulah Rasulullah SAW mengirimkan 10 orang sahabat untuk menjadi mata-mata. Kelompok ini dipimpin oleh 'Ashim bin Tsabit. Khubaib ikut dalam kelompok tersebut.

Read more: Kisah Khubaib Bin...

Kisah umar bin khattab dan pemuda pembunuh

Ketika Umar bin khattab sedang duduk di bawah pohon kurma di dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat dan sedang asyik berdiskusi tentang sesuatu. Di kejauhan datanglah tiga orang pemuda. Dua pemuda diantaranya memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit diantara mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Amirul Mukminin, kedua pemuda ini ternyata kakak beradik itu berkata, "Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!".

Umar segera bangkit dan berkata, "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata, "Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu memulai ceritanya,

Read more: Kisah umar bin...

Pertolongan Burung Gagak

Berburu binatang adalah kegemaran dari Ibrahim bin Adam. Suatu hari setelah berburu seharian, karena merasa kelelahan ia menggelar tikar dan beristirahat di bawah pohon yang rindang. Kemudian dikeluarkan sepotong roti, bekal yang dibawanya dari rumah. Tiba-tibadatang seekor burung gagak dan hinggap di dahan yang ada di depannya. Melihat burung gagak itu bertengger di dahan, tidak ada sedikitpun niatan Ibrahim untuk memanahnya. Bahkan Ibrahim tidak begitu menghiraukan burung itu.

Tapi tanpa disadari Ibrahim, burung itu tiba-tiba terbang rendah menghampiri Ibrahim dan menyambar roti yang dipegangnya. Ibrahim tersentak kaget, dan burung itu pun terbang sambil membawa roti milik Ibrahim.

"Sialan!" umpat Ibrahim karena merasa kaget dan kecurian sepotong roti. Merasa diledek oleh burung itu, Ibrahim mengambil anak panahnya dan mengejar burung itu. Setelah cukup lama Ibrahim membuntuti burung itu, hingga sampailah ia di lereng sebuah gunung yang sepi. Betapa terkejutnya Ibrahim ketika mengetahui bahwa di hadapannya ada seorang lelaki yang tergolek dengan kedua kaki dan tangannya terikat. Tanpa berpikir panjang, Ibrahim pun melepaskan ikatan-ikatan yang membelit lelaki itu.

Read more: Pertolongan Burung...