Cerita Sahabat

Kisah Ulbah bin Zaid

Pada masa itu, kota Madinah sedang dilanda musim paceklik, perekonomian juga dirasakan sulit oleh semua orang terutama kaum muslimin. Ditambah lagi saat itu merupakan puncak dari musim panas. Bukan hanya udara saja yang terasa panas, tetapi debu-debu yang beterbangan  terbawa angin mengotori rumah penduduk kota Madinah. Sehingga jarang terlihat penduduk kota Madinah keluar rumah. Mereka lebih senang berada di dalam rumah, atau berada di kebun kurma mereka, karena pada musim panas pohon kurma sedang berbuah.

Tahun ke-9 Bulan Sya’ban  setelah Rasulullah hijrah ke Madinah, tersiarlah kabar bangsa Romawi sedang melakukan persiapan besar-besaran akibat ketidakpuasan mereka akan hasil Perang Mu’tah. Mendengar hal itu, Rasulullah mengumumkan agar mereka mempersiapkan diri untuk berperang, dan beliau langsung menyebutkan dimana mereka akan berperang dengan sangat jelas tujuannya, yaitu Tabuk. Suatu daerah yang sangat jauh bagi bangsa Arab untuk ditempuh ketika itu.

Read more: Kisah Ulbah bin Zaid

Keyakinan Membuat Abu Sufyan Bin Harits Masuk Islam

Abu Sufyan bin Harits telah lebih kurang selama 20 tahun hidupnya dilalui dalam kesesatan, memusuhi Rasulullah dan memerangi Islam. Selama itu Abu Sufyan bin Harits menjadi tulang punggung kaum kaum kafir Quraisy dan sekutunya, menggubah syair-syair untuk menjelekkan dan menjatuhkan Rasulullah. Juga selalu maju ke medan peperangan yang dilancarkan terhadap Islam.

Abu Sufyan memiliki tiga orang saudara, yaitu Naufal, Rabi'ah dan Abdullah. Semua saudaranya itu telah lebih dulu memeluk Islam. Dan Abu Sufyan ini adalah saudara sepupu Rasulullah, yaitu putra dari pamannya, Harits bin Abdul Mutthalib. Di samping itu juga saudara sepersusuan Rasulullah, karena ketika masih bayi pernah selama beberapa hari disusukan oleh ibu persusuan Rasulullah, Halimatus Sa'diyah.

Pada suatu hari, ia mengajak Ja'far putranya, dan dikatakan kepada keluarganya bahwa mereka akan bepergian. Ketika keluarganya menanyakan tujuannya, Abu Sufyan menjawab, "Menemui Rasulullah, untuk menyerahkan diri bersama beliau kepada Allah Rabbul'alaamin...!"

Read more: Keyakinan Membuat...

Kisah Sahabat SYA'BAN RA

Terkisah seorang sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang bernama Sya'ban RA, yang memiliki kebiasaan unik setiap masuk masjid. Ia selalu datang ke masjid sebelum sholat berjamaah dan selalu melakukan itikaf di pojok depan masjid. Mengapa dia selalu mengambil posisi di pojok? Itu karena dia tidak mau mengganggu atau menghalangi orang lain yang akan melakukan ibadah di masjid. Kebiasaan seperti ini sudah sangat dipahami oleh semua orang bahkan oleh Rasulullah sendiri. Pada saat sholat berjamaah pun Sya'ban RA selalu pada posisi tersebut.

Pada suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai, Rasulullah SAW merasa heran karena tidak mendapati Sya’ban RA pada posisi seperti biasanya. Rasul pun bertanya kepada jemaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban RA. Namun tidak ada seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban RA. Sholat subuhpun sengaja  ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban RA. Namun yang ditunggu belum juga datang. Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasulullah memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.

Read more: Kisah Sahabat...

SI TUKANG BATU YANG DICIUM TANGANNYA OLEH RASULULLAH SAW

Dikisahkan saat itu Rasulullah baru tiba dari Perang Tabuk, Peperangan dengan bangsa Romawi. Bangsa Romawi yang sering memberi ancaman pada kaum muslimin. Para sahabat Rasulullah banyak yang ikut dalam peperangan ini. Tak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.

Ketika mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah bertemu dengan seorang yang tangannya melepuh, kulitnya merah ke hitam-hitaman. Rasulullah, sang manusia Agung itupun bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”

Orang itu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.” 

Read more: SI TUKANG BATU...