Hudazaifah Ibnul Yaman, sahabat Rasulullah SAW mempunyai tiga keistimewaan, pertama cerdas. Kedua cepat tanggap, berpikir cepat, tepat dan jitu. Ketiga, cermat memegang rahasia dan berdisiplin tinggi. Sudah menjadi salah satu kebijaksanaan Rasulullah, berusaha menyingkap keistimewaan para sahabatnya dan menyalurkannya sesuai dengan bakat dan kesanggupan para sahabat.

Ketika di Madinah, kesulitan terbesar  yang dihadapi kaum muslimin adalah kehadiran kaum Yahudi munafik dan sekutu mereka, yang selalu membuat isu-isu dan muslimay jahat, yang selalu dilancarkan terhadap Rasulullah dan para sahabat. Untuk menghadapi kesulitan ini, Rasulullah mempercayakan sesuatu rahasia kepada Hudzaifah Ibnul Yaman, dengan memberikan daftar nama orang munafik.Rahasia itu tidak pernah bocor kepada siapapun sampai sekarang.

Hudzaifah memonitor setiap gerak-gerik dan kegiatan orang-oarang munafik, untuk mencegah bahaya yang mungkin dilontarkan mereka terhadap islam dan kaum muslimin. Karena inilah Hudzaifah Ibnul Yaman digelari oleh para Sahabat dengan Shaahibu Sirri Rasulullah ( Pemegang Rahasia Rasulullah ).

Hampir di setiap pertempuran, ia ikuti kecuali Dalam Pertempuran Badar, karena ia bersama ayahnya ditangkap suku Quraisy. Pada situasi genting dalam sejarah setiap peperangan, amat diperlukan informasi cepat mengenai kondisi musuh, untuk menetapkan penilaian dan landasan dalam mengambil keputusan melalui musyawarah. Dalam Pertempuran Kandaq ia diperintahkan oleh Nabi Muhammad untuk memeriksa keadaan penyerang kota Madinah.

Ia memegang rahasia dengan sangat baik, terutama rahasia, adanya orang-orang munafik di Madinah, pengetahuan akan orang munafik membuat Umar bin Khattab hanya akan menshalatkan jenazah, apabila Hudzaifah ikut menshalatkan jenazah.