Umar Bin Abdul Azis muncul di persimpangan sejarah umat Islam di bawah kepemimpinan dinasti Bani Umayyah, yang pada saat itu dikenal dengan gaya hidup yang mewah, boros dan korupsi.

Khalifah sebelumnya, Abdul Malik Bin Marwan telah mangkat. Kebingungan menyelimuti benak Umar bin Abdul Azis. ia tidak cukup punya keberanian diagkat menjadi khalifah. Bukan saja karena persoalan internal kerajaan yang kompleks, tapi juga karena ia sendiri bagian dari persoalan dinasti tersebut.

Ketika Umar dilantik menjadi khalifah, ia berkata kepada Ulama Al Zuhri yang duduk disampingnya,"Aku benar-benar takut pada neraka."Umar sadar ia tidak mungkin melakukan perbaikan dalam tataran negara kecuali ia berani memulainya dari diri sendiri dan keluarga. Dengn tekad besar itulah Umar memulai reformasi besar yang abadi dalam sejarah.

Begitu selesai dilantik, Umar memerintahkan mengembalikan seluruh harta pribadinya, baik berupa uang maupun barang, ke kas negara. Tak terkecuali pakaiannya yang mewah. Ia juga menolak tinggal di istana. Sejak berkuasa ia tidak pernah lagi tidur siang, mencicipi makanan enak. Akibatnya, badannya yang semula kekar berisi menjadi kurus.

Selesai dengan dirinya, berikutnya keluarga. Ia berikan dua pilihan kepada sang istri,"Kembalikan seluruh perhiasan dan harta pribadimu ke kas negara, atau kita bercerai." Fatimah binti Abdul Malik, sang istri memilih mematuhi suaminya.

Langkah itu juga berlaku untuk anak-anaknya. Suatu saat putra-putrinya protes. Sejak Umar menjadi Khalifah, mereka tidak pernah lagi menikmati makanan-makanan enak dan lezat seperti sebelumnya. Umar justru menangis tersedu-sedu, lalu memberikan dua pilihan ke[ada anak-anak,"Saya beri kalian makanan enak dan lezat tapi kalian harus rela menjebloskan ayahmu ini ke neraka, atau kalian bersabar dengan makanan sederhana ini dan kita akan masuk surga bersama-sama.

Selanjutnya, Umar melangkah ke istana dan pejabat-pejabatnya yang menjadi bawahannya. Ia perintahkan untuk menjual semua aset-aset mewah di istana, dan mengembalikan ke kas negara. Lalu ia mencabut semua fasilitas mewah yang selama ini diberikan kepada pejabat istana dan keluarga satu persatu. Tak ayal, keluarga istana pun melakukan protes keras.

Suatu saat, mereka mengirimkan bibinya untuk menghadap Umar dengan harapan Umar mungkin  bisa terenyuh mendengar rengekan seorang wanita. Umar lantas meminta bibinya mengambil sebuah logam dan sekerat daging. Lalu dibakarnya logam tersebut, dan dagingnya diletakkan di atas logam. Lalu Umar berkata pada sang bibi,"Apakah bibi rela menyaksikan saya dibakar di neraka seperti daging ini hanya untuk memuaskan keserahan kalian. Saya tidak akan mundur dari jalan reformasi ini. "

langkah ketiga dan keempat yaitu penghematan total dalam pengeluaran belanja negara dan redistribusi kekayaan negara secara adil. Dengan melakukan restrukturisasi organisasi negara, pemangkasan birokrasi, penyederhaan sistem administrasi.

Dua tahun lima bulan, reformasi menunjukkan hasil yang gemilang. Indikator kemakmuran mulai nampak, diantaranya  ketika para amil zakat berkeliling di perkampungan-perkampungan Afrika. Mereka tidak menemukan seorang pun yang mau menerimanya karena memang tidak ada satupun golongan mstahik. Negara benar-benar mengalami surplus, bahkan ke tingkat di mana biaya pendidikan anak, pernikahan warga sampai-sampai utang-utang probadi rakyatnya ditanggung oleh negara. Reformasi total telah dilaksanakan, keadilan telah ditegakkan dan kemakmuran telah diraih. Akankah Indonesia bisa seperti ini?