Abdurrahman bin Auf merupakan salah satu dari sahabat Rasulullah yang terkenal kaya dan dermawan. Ia termasuk kelompok delapan orang pertama yang mula-mula masuk Islam dan juga tergolong sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira oleh Rasulullah SAW masuk Islam.

Di samping itu, Abdurrahman bin Auf juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah setelah Umar bin Al Khattab.

Pada masa jahiliyah ia dikenal dengan Abd Amr. Namun setelah masuk Islam, Rasulullah SAW memanggilnya dengan nama Abdurrahman bin Auf. Pada saat itu, Abdurrahman bin Auf dan kaum muslimin mendapat tekanan dan penyiksaan dari kaum kafir Quraisy. Namun ia tetap tabah dan sabar dalam menghadapinya.

Sebagai salah seorang sahabat Rasulullah SAW yang akrab, Abdurrahman bin Auf merupakan salah seorang yang berjuang menegakkan agama Allah SWT. Pada saat perang Badar meletus, Abdurrahman bin Auf turut berjihad fi sabilillah. Dalam perang itu, ia berhasil menewaskan musuh-musuh Allah seperti Umar bin Utsman bin Ka'ab At Taimy.

Begitu juga dalam perang Uhud, Abdurrahman bin auf tetap bertahan di samping Rasulullah SAW saat tentara Muslimin banyak yang meninggalkan medan perang. Ketika selesai perang dan kaum Muslimin keluar sebagai pemenang, Abdurrahman bin Auf mendapatkan 9 luka yang parah ditubuhnya dan mendapatkan 20 luka kecil sedalam anak jari.

Abdurrahman bin Auf tidak hanya dikenal sebagai seorang sahabat yang senang berperang melawan kaum kafir Quraisy, tetapi juga dikenal sangat dermawan. Terbukti semua harta Abdurrahman bin Auf telah disedekahkan untuk memperjuangkan kepentingan Islam.

Hal ini sangat terlihat, ketika kaum muslimin bersiap menghadapi Perang Tabuk, Rasulullah SAW membutuhkan jumlah dana dan tentara yang tidak sedikit untuk menghadapi musuh yang jumlahnya sangat banyak. Kebetulan di Madinah sedang musim panas. Perjalanan ke Tabuk sangat jauh dan sulit. Dana yang tersedia hanya sedikit. Begitu pula dengan kendaraannya pun tidak mencukupi. Banyak kaum muslimin yang kecewa dan sedih karena tidak diijinkan oleh Rasulullah untuk menjadi tentara yang akan turut berperang.

Lalu Rasulullah SAW memerintahkan agar kaum muslimin mau mengorbankan harta benda milik mereka untuk jihad fi sabilillah. Mengetahui hal tersebut, Abdurrahman bin Auf tidak segan-segan untuk menyerahkan 200 uqiyah emas.

Demikianlah perjuangan dan pengorbanan Abdurrahman bin Auf. Ia rela menafkahkan hartanya di jalan Allah SWT, baik secara sembunyi maupun secara terang-terangan. Selain itu nyawanya pun menjadi taruhan saat berperang melawan orang-orang kafir. Meskipun termasuk orang yang sangat kaya pada masanya, namun jiwa Abdurrahman bin Auf dipenuhi dengan iman dan takwa kepada Allah SWT.

Berbahagialah Abdurrahman bin Auf dengan limpahan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah SWT kepadanya. Ketika meninggal dunia jenasahnya dikelilingi oleh para sahabat mulia seperti Sa'ad bin Abi Waqqash, dan yang lain. Dalam kata sambutannya, Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata,"Engkau telah mendapatkan kasih sayang Allah SWT dan engkau berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah SWT selalu merahmatimu."