Pada masa jahiliyah orang memanggilnya Abdu Syams (budak matahari). Setelah Allah memuliakannya dengan Islam, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bertanya, "Siapa nama Anda?". "Abdu Syams," jawab Abu Hurairah singkat. "Bukannya Abdur Rahman?" tanya Rasulullah. "Demi Allah, Anda benar. Nama saya Abdur Rahman, ya Rasulullah!" jawab Abu Hurairah setuju.

Tapi, mengapa yang lebih populer nama Abu Hurairah, bukan Abdur Rahman? Padahal nama itu pemberian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. Nama Abu Hurairah adalah nama panggilannya sewaktu masih kecil. Waktu itu ia mempunyai seekor kucing betina yang sering diajaknya main-main. Oleh karenanya ia dijuluki teman-temannya dengan nama nama Abu Hurairah.

Setelah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam tahu asal muasal panggilan itu, beliau sering memanggilnya Abu Hirr sebagai panggilan akrab. Dan sebenarnya, Abu Hurairah sendiri lebih suka dipanggil Abu Hirr ketimbang Abu Hurairah. Konon, hirr itu artinya kucing jantan, sedangkan hurairah kucing betina. Menurut Abu Hurairah, kucing jantan lebih baik dari kucing betina.

Abu Hurairah masuk Islam melalui Tufail bin Amr Ad-Dausy. Islam masuk ke negeri kaum Dausy kira-kira awal tahun ke tujuh Hijriyah. Ketika itu Abu Hurairah menjadi utusan kaumnya menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam di Madinah. Setelah bertemu Rasulullah, Abu hurairah memutuskan untuk berkhidmat kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam dan menemani beliau.

Sejak itu Abu Hurairah tinggal di masjid tempat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengajar dan mengimami shalat. Selama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam hidup, Abu Hurairah belum mau beristri. Mungkin ia khawatir bila beristri, konsentrasinya dalam membantu Rasulullah terganggu.

Abu Hurairah punya seorang ibu yang masih syirik. Tak henti-hentinya ia mengajak ibunya masuk Islam, karena ia amat mencintainya. Tapi, setiap Abu Hurairah mengajak masuk Islam, ibunya selalu menolak, bahkan tak jarang mengeluarkan umpatan yang menghina Rasulullah.

Sambil menangis, Abu Hurairah menemui Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. "Mengapa engkau menangis, wahai Abu Hurairah?" tanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam. "Aku tak bosan-bosannya mengajak ibuku masuk Islam. hari ini kembali kuajak ibuku masuk Islam. Tapi, ia malah mengeluarkan kata-kata tak pantas mengenai engkau. Aku sendiri tak sudi mendengarnya. Tolong doakan agar ibuku mau masuk Islam, ya Rasulullah", pinta Abu Hurairah. Rasulullah , ya Rasulullah pun memenuhi permintaan Abu Hurairah dan mendoakan agar ibu Abu Hurairah masuk Islam.

Suatu ketika Abu Hurairah pulang ke rumah ibunya. Ia bermaksud mengajak ibu yang dicintainya itu masuk agama Allah. Waktu iu pintu rumah tertutup. Tatkala ia hendak masuk, ibunya berkata, "Tunggu di tempatmu, hai Abu Hurairah!"

Mungkin ibunya tengah berpakaian. Sejenak kemudian ibunya menyuruhnya masuk. Ketika telah berhadapan dengan ibunya, ibunya berkata,"Asyhadu an lla ilaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadar 'abduhu wa rasuuluh."

Abu Hurairag kembali menemui Rasulullah sambil menangis gembira, sebagaimana sebelumnya ia menangis lantanran sedih. "Bergembiralah wahai Rasulullah! Allah mengabulkan doa Anda. Ibuku telah masuk Islam," tutur Abu Hurairah dengan wajah cerah.

Setelah ibunya masuk Islam, hati Abu Hurairah menjadi tenang, seolah-olah terbebas dari himpitan batu besar yang menyesakkan dada. Ia pun bisa berkonsentrasi menimba ilmu dari Rasulullah. Kecintaannya kepada ilmu sama besarnya dengan kecintaannya kepada Rasulullah.

Zaid bin Tsabit pernah bercerita, suatu ketika ia, Abu Hurairah, dan seorang sahabat lainnya berdoa dan berdzikir di dalam masjid. Tiba-tiba Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mendatangi mereka. Mereka pun berhenti berdoa dan berdzikir. Rasulullah berkata, "Ulangi doa dan dzikir yang kalian baca!" Zaid bin Tsabit dan sahabat yang seorang lagi (bukan Abu Hurairah) berdoa. Rasulullah mengamini doa mereka berdua.

Lalu Abu Hurairah berdoa, "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebagaimana yang dimohon kepada-Mu sebagaimana yang dimohon kedua sahabatku ini. Dan aku memohon kepada-Mu ilmu yang tak dapat aku lupakan." Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam mengamini doa Abu Hurairah. Zaid dan seorang sahabat yang lain berkata,"Kami juga memohon kepada Allah ilmu yang tak dapat kami lupakan." Rasulullah berkata,"Kalian telah didahului putra Bani Dausy (Abu Hurairah)."

Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengabulkan permintaan Abu Hurairah. Dia berhasil mengingat dan menghafal 1607 hadits Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bagi kaum Muslimin, sehingga dengan hadits-hadits itu berjuta-juta kaum Muslimin hingga akhir hari kiamat memperoleh petunjuk. Betapa besar pahala Abu Hurairah. Ya Allah, jadikan kami seperti Abu Hurairah. Aamiin.