Seputar Ananda

Inilah Manfaat Keterlibatan Ayah Dalam Mengasuh Anak

Kewajiban mengasuh anak tidak hanya terletak di pundak ibu saja, tetapi harus ada kerja sama antara ibu dan ayah. Malah, disejumlah penelitian  dan studi menunjukkan, bahwa dengan adanya keterlibatan para ayah dalam mengasuh anak dapat memberikan kontribusi positif bagi anak di kehidupannya kelak. Berikut ini beberapa hal yang akan dimiliki anak saat Ayah ikut andil dalam mengasuhnya.

1. Lebih percaya diri
Saat bermain dengan anak, Anda kan lebih senang mengajak anak melakukan aktivitas fisik seperti berlari, melompat, melempar, atau memanjat. Menurut Melanie Horn-Mallers Ph.D, profesor di California State University, Fullerton, AS dan pakar mengenai studi keluarga, aktivitas ini bisa membuat anak lebih percaya diri. Soalnya Anda akan mendorong ayunan lebih kencang atau menyemangati anak untuk berani meluncur dari tempat yang tinggi. Ketika berhasil melakukannya, si kecil tentunya akan semakin pede. Seolah Anda ingin mengatakan, “Nak, dunia ini adalah tempat yang aman. Jadi mari menjelajahinya dan percayalah dengan kemampuanmu.”

2. IQ yang lebih tinggi
Penelitian yang dilakukan oleh University of Guelph, Ontario, Kanada, pada tahun 2007 yang berjudul The Effects of Father Involvement: An Updated Research Summary of the Evidence, bahwa anak yang turut diasuh oleh ayahnya sejak dini, memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia enam bulan hingga satu tahun. Selain itu, mereka juga memiliki IQ lebih tinggi ketika menginjak usia tiga tahun dan berkembang menjadi individu yang mampu memecahkan persoalan dengan lebih baik.

Read more: Inilah Manfaat...

Momen-Momen Inilah Anda Bisa Memberikan Sugesti Pada Anak

Tidak selamanya anak melewati masa tumbuh kembangnya dengan lancar tanpa ada masalah. Dan menjadi tugas orangtua untuk mendampingi anak agar dapat melewati semua masalah yang sedang dihadapi dengan sebaik-baiknya. Memang mengasuh anak bukanlah pekerjaan yang mudah. Dan orang tua harus mau dan dituntut mampu mengembangkan diri sendiri dalam pola asuh anak. Banyak sosialisasi pengenalan tentang teknik pengembangan kemampuan orang tua dalam membangun perilaku anak melalui pemberian sugesti positif. Orang tua dapat mempelajari dengan mudah teknik tersebut asal ada kemauan orang tua untuk mempelajarinya.

Pemberian sugesti positif untuk anak dan remaja merupakan salah satu teknik terapi yang saat ini sedang berkembang. Teknik terapi ini disebut hypnoparenting. Hypnoparenting termasuk pola asuh yang langsung bekerja di bawah alam sadar. Hypnoparenting berasal dari kata hypnosis dan parenting. Hypnosis, yaitu proses informasi yang masuk pada pemikiran, sementara parenting ialah orang tua yang bertugas mendidik dan membesarkan anak. Maka hypnoparenting ialah cara orang tua dalam mendidik, memetakan, dan membuat sistemasi dengan hal-hal yang berhubungan langsung dengan orang tua dilihat dari pemikiran serta pengaruh akan masa depan anak.

Dengan teknik ini orang tua akan tahu bagaimana cara ”mengendalikan” dan membangun mental anak secara benar. Dengan hypnosis, Anda tidak perlu berteriak kepada anak, karena anak akan berubah dan melakukan semua kebaikan atas kesadaran sendiri. Teknik hipnotis anak ini efektif untuk anak usia 3 tahun sampai 16 tahun.

Read more: Momen-Momen Inilah...

Membuat Anak Sholat Tanpa Harus Dipaksa Dan Diperintah

Pasti membanggakan mempunyai anak-anak yang taat kepada orangtua, dan yang utama adalah taat kepada Allah. Sebagai hamba yang taat kepada Allah tentunya taat pula dalam menjalankan ibada terutama ibadah sholat wajib. Tetapi sayangnya, untuk jaman sekarang ini hampir kebanyakan anak-anak harus diingatkan terlebih dahulu untuk menjalankan sholatnya. Bahkan mungkin ada beberapa orangtua yang merasa was-was jika anaknya lalai atau bahkan meninggalkan sholat ketika jauh dari rumah atau tidak sedang di rumah.

Merupakan tugas utama bagi orang tua untuk menanamkan pada anak-anak akan kewajiban menjalankan sholat lima waktu. Bahkan sejak usia dini orangtua sudah harus mengajak dan memberi contoh dalam menjalankan sholat, sehingga anak akan terbiasa dengan melihat orangtuanya sholat dan diharapkan anak-ank juga akan terbiasa untuk menjalankan ibadah sholat.

Lalu bagaimana membuat anak-anak kita taat dalam menjalankan ibadah sholat dengan kesadaran mereka sendiri tanpa harus diperintah, tanpa berdebat dahulu dan disiplin mendirikannya tanpa perlu diingatkan? Anda bisa menyimaknya disini.

Read more: Membuat Anak...

Mengajari Anak Menghafal Al-Qur’an Sejak Dari Kandungan

Mungkin ada yang bertanya bagaimana mungkin bisa mengajari anak menghafal AlQuran sejak dari kandungan, padahal kita saja merasa kesulitan menghafalkan AlQuran. Kita semua telah tahu bahwa bayi yang masih dalam kandungan dapat mendengar suara apa saja dari dunia luar dan merekamnya di dalam otaknya. Ketika sang ibu setiap hari membaca Al Quran, secara otomatis bayi dalam kandungannya pun akan turut mendengarkan bacaan Al Quran tersebut. Sehingga pada saat lahir bayi sudah terbiasa dengan bacaan AlQuran yang diperdengarkan kepadanya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan bacaan AlQuran terhadap anak yang masih berusia dini dimana otaknya sangat mudah untuk merekam berbagai macam hal, diantaranya adalah dengan membacakannya secara 'talaqi" atau dengan bantuan media lain seperti memperdengarkan MP3 murotal dan sebagainya. 

Cara ini pula yang pernah dilakukan oleh para shahabat dan telah menjadi tradisi mereka dalam mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak mereka. Mereka memilki perhatian yang sangat tinggi dalam mengajarkan Al-Quran. Demikian pula para tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai kiamat kelak. Sehingga kalau kita membaca kitab-kitab klasik yang berbahasa Arab, banyak riwayat yang bercerita tentang suksesnya para ulama dalam menghafalkan Al-Quran di usia sebelum mencapai sepuluh tahun. Sebut saja Imam Syafi’i, peletak Madzhab Asy-Syafi’iyyah, beliau berhasil menghafal Al-Quran 30 juz diusia 7 tahun. Imam Suyuthi, penyusun beberapa kitab, diataranya tafsir jalalain dan tafsir Al-Durrul mantsur, belum genap delapan tahun usianya, beliau telah sukses menghafal Al-Quran 30 juz.

Read more: Mengajari Anak...