Seputar Ananda

Mengatasi Rasa Takut Anak Sesuai Syariah

Takut hantu.. Kata-kata itu tidak hanya sering diucapkan anak-anak. Tapi orang dewasapun bisa takut juga dengan hantu. Yang aneh, mengaku takut hantu, tetapi masih juga menyenangi tontonan yang menyeramkan, mempercayai hal-hal mistis. Rasa takut anak pada hantu, bagaimanapun harus mendapat perhatian khusus dari orang tua. Karena bila ketakutan sang anak tetap terpelihara, tak hanya membentuk mental penakut pada diri anak tetapi juga dapat mengurangi kesempurnaan tauhid yang sangat kita harapkan terbentuk pada diri sang anak.

Seorang anak yang masih dalam fase pertumbuhan seringkali mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan kadang disertai pula daya imajinasi yang tinggi. Oleh karena itu, ketika ia mendengar cerita tentang berbagai macam hantu entah dari berbagai media massa, atau dari orang-orang di sekitarnya, hal tersebut bisa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Apalagi bila sang anak pernah mengalami trauma karena ditakut-takuti temannya. Sehingga anak menjadi takut bila sendirian atau takut ke kamar mandi sendiri. Permasalahan seperti ini harus segera diatasi, karena hal ini sangan berkaitan dengan taukhid anak.

Read more: Mengatasi Rasa...

Hati-Hati Dengan Empat Kalimat Ini Untuk Anak

Mungkin banyak sekali kalimat atau kata-kata yang tidak seharusnya orang tua ucapkan terutama untuk para mama kepada putra putri mereka. Tetapi kadang kala kalimat itu tidak sengaja meluncur begitu saja tanpa mama tahu akibatnya bagi sang anak. Apalagi ketika mama dalam kondisi sedang sensitif atau lelah karena sibuk seharian bekerja. Kalimat-kalimat apa saja yang sebaiknya Anda hindari ketika Anda sedang berbicara dengan anak Anda terutama ketika Anda sedang dalam kondisi kesal.

1. "Jangan Ganggu Mama"
Bagi anak-anak, perhatian orang tua adalah segalanya. Inginnya semua waktu orangtua khususnya mama hanya untuk mereka. Sehingga ketika sedikit saja anak-anak merasakan terabaikan oleh mama yang lebih sibuk menyelesaikan pekerjaannya, maka sebisa mungkin anak-anak akan mencari cara agar mama kembali memperhatikannya. Nah, disaat itulah mungkin mama akan mengucapkan kalimat , “Jangan ganggu Mama!”
Jika terbiasa mendengar kalimat ini, anak-anak akan merasa ditolak dan belajar benar-benar tidak ‘menyentuh’ Anda lagi. Parahnya, perasaan ini bisa mempengaruhi perkembangannya. Ia menjadi malas berbagi cerita dengan Anda. Ia bisa berpikir, “Mama kan, tidak mau diganggu.
Lantas kalimat apa yang sebaiknya diucapkan Anda mungkin bisa mencoba untuk memberi peringatan kepada anak-anak sebelum mulai bekerja, “Baik anak-anak, sekarang mama perlu waktu sendiri. Kalau mama tidak diganggu, akan lebih cepat selesai dan kita lebih cepat main bersama.”

2. "‎Kamu  itu‬…"
Bagi anak-anak, julukan di masa kecil sepertinya biasa saja. Baik itu julukan yang negatif ataupun positif tanpa disadari, label tersebut memberikan dampak kepada anak tersebut. Dan kadang kala orang tuapun sering memberi label kepada anaknya sesuai dengan kelebihan atau kekurangan yang dimiliki.
Label negatif bisa mereka yakini dan akhirnya menjadi kenyataan. Anak yang mendapatkan label "pemalu" misalnya, butuh waktu lama hingga ia dewasa untuk menghapus keyakinan bahwa dirinya pemalu. Namun sebaliknya, label positif juga menjadikan anak dan lingkungan sekitar memiliki ekspektasi tertentu terhadap anak tersebut. Bisa jadi label ‘pintar’ membuat seorang anak menjadi merasa tertekan ketika tidak menjadi rangking 1 di kelasnya.
Untuk itu, saat menghadapi ulah anak-anak, sebaiknya hindari menggunakan kata sifat.

3."Jangan Nangis‬!"
Anda pasti pernah mengalami perasaan jengkel ketika anak anda menangis keras pada saat mainannya rusak, atau keinginannya tidak terpenuhi. Anak-anak mudah kecewa dan seringkali tidak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya, dan semuanya bisa berujung dengan tangisan. Dan parahnya, ketika anda melarangnya untuk tidak menangis, maka tangisannya akan semakin menjadi-jadi. Daripada melarangnya, lebih baik bila Anda bicara kepadanya dengan memastikan bahwa Anda mengerti perasaannya.

4. "Kaya diadong‬."
Anda pikir dengan membandingkan, anak akan terpacu dan berubah. Sebaliknya, memaksakan anak melakukan hal yang ia belum siap (atau tidak disukai) seringkali menjadi bumerang. Selain anak justru cenderung melawan permintaan Anda, anak bisa juga merasa rendah diri hingga kehilangan jati dirinya, karena dia merasa dirinya tidak sesuai harapan Anda.
Padahal Anda bermaksud baik yaitu mengusahakan anak Anda memenuhi tahapan perkembangan. Tidak ada individu yang sama, begitupun seorang anak. Mereka unik dan memiliki waktu masing-masing untuk mencapai tahapan perkembangannya.
Bisa saja ia lambat di satu bidang namun lebih cepat di bidang lain. Terkadang bisa lambat di semua hal, namun akhirnya mencapai beberapa tahapan bersamaan. Daripada membandingkan, berilah dia semangat dan penghargaan ketika berhasil melakukan sesuatu.

Sumber: parenting.co.id

Cara Menumbuhkan Minat Baca

Membaca adalah salah satu cara menjadikan kita pribadi yang lebih unggul dan berkualitas. Menumbuhkan rasa senang membaca sangatlah tidak mudah. Beberapa tips menumbuhkan minat Baca

 

  1. Tentukan tujuan Membaca

Pembaca yang baik adalah pembaca yang tahu betul akan tujuan ia membaca. membaca bukanlah hanya aktivitas mata saja, tapi melibatkan aktivitas pikiran dan hati. Jika seseorang memiliki tujuan yang jelas, ia akan memilih buku yang akan dibacanya dan akan mendapat manfaat dari apa yang dibacanya, sehingga akan menumbuhkan minat dalam membaca.

 

  1. Buatlah Perencanaan dalam Membaca

Rancana selalu memegang peranan penting, kenapa demikian? Karena perencanaan akan membantu seseorang menjadi lebih siap dalam menjalankan aktivitas. Anda harus tahu betul kapasitas kemampuan Anda yaitu waktu yang tepat anda miliki, buku yang sesuai dan kapasitas menguasainya. Setelah Anda mengetahui kemampuan Anda, teruskan membuat targetmisalnya anda akan membaca 1 buku dalam waktu satu bulan, dalam waktu 6 bulan anda membaca 6 buku dan seterusnya. Dengan menyusun perencanaan akan memberi manfaat besar di kemudian hari.

 

  1. Mulailah dari yang paling Anda Sukai

Untuk memulai menumbuhkan minat baca, sebaiknya bacalah buku-buku yang paling anda sukai dulu. Namun juga harus dilihat juga kualitas buku bacaan anda juga. Buku yang baik adalah buku yang memberi manfaat bagi pembacanya.

 

  1. Aturlah waktu Anda

Tidak punya waktu satu alasan yang sering diungkapkan oleh seseorang ketika ditanya tentang membaca buku. Kenali waktu luang anda dan gunakan itu untuk membaca, kalau perlu bawalah selalu buku kemanapun anda berada, sehingga kapan saja ada waktu luang anda bisa membacanya.

 

  1. Mulailah secara bertahap

Banyak orang ketika menemukan semangat  membaca pertama kali, biasanya mereka ingin langsung membaca buku, kemudian ia menyempatkan waktu yang banyak untuk itu. sampai mengorbankan waktu yang sangat banyak untuk membaca. Sebaiknya lakukan dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya membaca membutuhkan istiqomah, khususnya mereka yang belum terbiasa dengan membaca.

 

  1. Bersungguh-sungguhlah

Man Jadda wa jadda, Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dalam membaca pun harus bersungguh-sunguh supaya mendapat manfaat yang besar.

 

  1. Manfaatkan Sarana yang Ada

Jika sekolah atau di rumah ada perpustakaan maka manfaatkan sarana itu dengan baik.Juga dengan membeli buku atau membaca buku elektronik di internet juga bisa jadi bahan bacaan.

 

  1. Sampaikan Apa yang Anda Baca

Ketika seseorang sudah bisa mendapatkan ilmu darisebuah buku, maka dia wajib menyampaikan ilmu itu kepada orang lain. seperti disabdakan Rasulullah SAW " Sampaikan yang datang dariku walau hanya satu ayat" (HR Bukhari). Catatan : Setiap Anda mengajarkan manusia, maka Allah akan menambah ilmu Anda.

Memilih Sekolah Anak

Pendidikan bagi anak sangatlah penting bagi masa depannya. Diperlukan peran orang tua, untuk mencari sekolah anak, terutama pendidikan Taman Kanak-Kanak ( TK ) dan Sekolah Dasar ( SD ), merupakan " investasi jangka panjang " bagi masa depan anak-anak. Orang tua tidak akan sembarangan memilihkan sekolah, sekolah terbaik menjadi pilihan bahkan yang termahalpun  dilakoni.

Banyak ragam pilihan sekolah yang bisa dipilih orang tua, mulai dari sekolah unggulan, sekolah internasional, sekolah berbasis agama, sekolah dengan asrama, sekolah alam, sekolah bilingual atau kombinasi antara dua dan tiga kategori. Lantas  mana yang harus dipilih?

Read more: Memilih Sekolah Anak