Seputar Ananda

Wajibnya Menanamkan Nilai Islam Kepada Si Kecil

Menanamkan dan membimbing kebaikan bagi si buah hati semenjak ia masih kecil adalah perkara yang indah. Dengan itu, ia akan mengawali catatan pada lembaran putih kehidupannya dengan kedekatan kepada Allah Azza wa Jalla. Bimbingan yang dilakukan harus ditempuh secara bertahap, dimulai dari pengenalan adab-adab (ajaran-ajaran Islam) yang mendasar namun memiliki pengaruh besar yang begitu mendalam seperti yang tertuang dalam hadits berikut:

مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْناَءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَْبْناَءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقوُاْ بَيْنَهُمْ فِيْ الْمَضَاجِعِ

Perintahkanlah anak kalian untuk shalat ketika mereka mencapai umur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat setelah mencapai sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka [Shahîh Sunan Abu Daud no: 465, 466]

 

Read more: Wajibnya...

Ungkapan Cinta

Seorang bapak mengaku tersentak ketika ditanya putrinya, benarkah di masa kecilnya ia suka rewel sehingga membuat ayah marah dan memukulinya? Untuk beberapa lama ayah tak kuasa menjawab. Suara anaknya didengarnya lebih dari sekedar pertanyaan, tapi gugatan.

"Ayah tidak ingat pasti. Mungkin ya, mungkin tidak," katanya tergagap. "Coba kau tanya pada ibumu. Tapi kalau benar, bukankah Ayah sudah pernah minta maaf. Ayah dulu tidak mengerti kalau memukul itu salah?" kata Ayah. Suaranya tertahan rasa pedih yang teramat dalam.

Selama beberapa hari pertanyaan putrinya mengganggu pikirannya. Situasi itu bahkan membuatnya tidak berani menatap wajah putrinya yang kini telah beranjak dewasa. Makhluk yang dulu kecil itu kini seolah sedang mengadilinya.

Read more: Ungkapan Cinta

Tips Mengembangkan Kecerdasan dan Kepribadian Anak

Kecerdasan menurut Ibnul Jauzi adalah kecepatan pemahaman seseorang ketika menyimak pembicaraan. Perkembangan kecerdasan ini berkembang cepat pada masa anak-anak awal, karenanya dibutuhkan perhatian ekstra pada masa golden age (0-3th). Meningkatkan kecerdasan dan kepribadian anak dapat dilakukan dengan cara :

1. Melatih anak agar memiliki pendirian

Contohkan dan arahkan agar anak terbiasa mengatakan,"Siapa ikut saya? Bukan "Ikut siapa saya?" Jika sedang bermain dalam tim. Karena pertanyaan pertama mencerminkan anak yang memiliki kepribadian dan pendirian sedang pertanyaan kedua mencerminkan kekerdilan dan sikap mencontoh/meniru.

Read more: Tips Mengembangkan...

Sebagai Renungan : Melintas Badai Kehidupan

 
Hari itu merupakan salah satu hari penting dalam perjalanan hidup saya yang tidak akan pernah dapat saya lupakan seumur hidup tentang pelajaran sikap hidup yang penuh makna. Pada suatu hari, seperti biasanya kami berkendaraan menuju ke suatu tempat di mana pada kesempatan itu saya-lah yang bertindak sebagai sopir yang sedang mengemudikan kendaraan.  Dan setelah berkendara beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam di atas langit yang mulai gelap datang bersamaan dengan angin kencang menderu dan langit menjadi semakin gelap. Lamat-lamat secara samar saya dapat melihat ada beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti di pinggir-pinggir jalan yang kami lalui.
 
"Bagaimana, Ayah? Kita berhenti??", saya bertanya sambil agak berteriak.
"Teruslah mengemudi!!", kata Ayah juga sambil berteriak. Dan saya pun walaupun disertai rasa cemas yang dalam tetap menjalankan mobil itu.
 
Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang, dan hujan-pun mulai turun dengan derasnya. Beberapa pohon bertumbangan di sekitar kami, bahkan ada yang diterbangkan angin. Dan saat itu suasana di sekeliling kami sungguh teramat sangat mencekam dan menakutkan. Terlihat samar-samar kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.
 
"Ayah...?!"
"Teruslah mengemudi!!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan serta ikut membantu mengarahkan kendaraan yang sedang saya kemudikan. Saya tetap mengemudi dengan bersusah payah.
 
Hujan lebat menghalangi pandangan saya sampai terlihat hanya berjarak beberapa meter saja ke depan. Anginpun mengguncang-guncangkan mobil kecil yang saya kendarai itu, bahkan ada beberapa dahan pohon dan bebatuan yang cukup keras mengahantam bodi dan kaca kendaraan yang saya kemudikan itu. Saya mulai takut, tetapi saya tetap mengemudi walaupun jalannya sangat perlahan karena jarak pandang ke depan yang juga sangat terbatas. Saat itu waktu sepertinya berjalan teramat lambat dalam anggapan saya yang diliputi kepanikan dan kecemasan akan keselamatan kami.
 
Setelah melewati saat-saat sulit dan menakutkan itu, beberapa kilometer ke depan saya merasakan bahwa hujan mulai mereda dan angin mulai berkurang. Setelah beberapa kilometer lagi, kami benar-benar telah ke luar dari pusaran badai tersebut dan sampailah kami pada daerah yang kering dan kami melihat matahari mulai bersinar muncul dari balik awan.
 
"Silakan kalau mau berhenti dan keluarlah !!", kata Ayah tiba-tiba.
"Kenapa sekarang?", tanya saya dengan heran.
"Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai !!".
 
Saya berhenti dan segera ke luar dari kendaraan. Dan dengan sangat jelas terlihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung dengan sengit dan hebatnya.
Saya membayangkan dan menghawatirkan kepada mereka yang masih terjebak di tengah badai sana dan berdoa semoga mereka dapat melaluinya dengan selamat. Dan saya mulai mengerti bahwa jangan pernah berhenti di tengah badai karena kita akan terjebak dalam ketidakpastian dan ketakutan yang panjang bahwa entah sampai kapan badai akan segera berakhir serta apa kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat menyertainya yang akan terjadi selanjutnya.
 
Moral dari cerita ini adalah . .
 
Jika kita sedang menghadapi "badai" kehidupan : teruslah berjalan, jangan pernah berhenti dan jangan pernah putus asa karena hal tersebut akan menyebabkan kita tenggelam dalam keadaan situasi yang terus kacau, menakutkan dan penuh ketidak-pastian. Lakukan saja apa yang terbaik yang dapat kita kerjakan, dan yakinkan diri serta percaya terhadap pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa BADAI PASTI BERLALU, serta hadapi semua persoalan hidup degan semangat "Can Do Attitude", Perbanyak dan persering berdoa kepada Sang Khalik memohon di berikan kemudahan jalan dan teruslah berjuang dengan upaya terbaik yang bisa dilakukan (do the best).
 
Jadikanlah KEBIASAAN POSTIF dan PANTANG MENYERAH menghadapi persoalan hidup yang mendera untuk terus meringsek MAJU setiap harinya mulai hari ini ya . . Selalu akan ada celah bahagia di antara timbunan duka dan kesulitan hidup.
 
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Hari itu merupakan salah satu hari penting dalam perjalanan hidup saya yang tidak akan pernah dapat saya lupakan seumur hidup tentang pelajaran sikap hidup yang penuh makna. Pada suatu hari, seperti biasanya kami berkendaraan menuju ke suatu tempat di mana pada kesempatan itu saya-lah yang bertindak sebagai sopir yang sedang mengemudikan kendaraan.  Dan setelah berkendara beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam di atas langit yang mulai gelap datang bersamaan dengan angin kencang menderu dan langit menjadi semakin gelap. Lamat-lamat secara samar saya dapat melihat ada beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti di pinggir-pinggir jalan yang kami lalui.

Read more: Sebagai Renungan :...