Nasehat Bunda

Membuat Anak Sholat Tanpa Harus Dipaksa Dan Diperintah

Pasti membanggakan mempunyai anak-anak yang taat kepada orangtua, dan yang utama adalah taat kepada Allah. Sebagai hamba yang taat kepada Allah tentunya taat pula dalam menjalankan ibada terutama ibadah sholat wajib. Tetapi sayangnya, untuk jaman sekarang ini hampir kebanyakan anak-anak harus diingatkan terlebih dahulu untuk menjalankan sholatnya. Bahkan mungkin ada beberapa orangtua yang merasa was-was jika anaknya lalai atau bahkan meninggalkan sholat ketika jauh dari rumah atau tidak sedang di rumah.

Merupakan tugas utama bagi orang tua untuk menanamkan pada anak-anak akan kewajiban menjalankan sholat lima waktu. Bahkan sejak usia dini orangtua sudah harus mengajak dan memberi contoh dalam menjalankan sholat, sehingga anak akan terbiasa dengan melihat orangtuanya sholat dan diharapkan anak-ank juga akan terbiasa untuk menjalankan ibadah sholat.

Lalu bagaimana membuat anak-anak kita taat dalam menjalankan ibadah sholat dengan kesadaran mereka sendiri tanpa harus diperintah, tanpa berdebat dahulu dan disiplin mendirikannya tanpa perlu diingatkan? Anda bisa menyimaknya disini.

Read more: Membuat Anak...

Mengajari Anak Menghafal Al-Qur’an Sejak Dari Kandungan

Mungkin ada yang bertanya bagaimana mungkin bisa mengajari anak menghafal AlQuran sejak dari kandungan, padahal kita saja merasa kesulitan menghafalkan AlQuran. Kita semua telah tahu bahwa bayi yang masih dalam kandungan dapat mendengar suara apa saja dari dunia luar dan merekamnya di dalam otaknya. Ketika sang ibu setiap hari membaca Al Quran, secara otomatis bayi dalam kandungannya pun akan turut mendengarkan bacaan Al Quran tersebut. Sehingga pada saat lahir bayi sudah terbiasa dengan bacaan AlQuran yang diperdengarkan kepadanya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan bacaan AlQuran terhadap anak yang masih berusia dini dimana otaknya sangat mudah untuk merekam berbagai macam hal, diantaranya adalah dengan membacakannya secara 'talaqi" atau dengan bantuan media lain seperti memperdengarkan MP3 murotal dan sebagainya. 

Cara ini pula yang pernah dilakukan oleh para shahabat dan telah menjadi tradisi mereka dalam mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak mereka. Mereka memilki perhatian yang sangat tinggi dalam mengajarkan Al-Quran. Demikian pula para tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai kiamat kelak. Sehingga kalau kita membaca kitab-kitab klasik yang berbahasa Arab, banyak riwayat yang bercerita tentang suksesnya para ulama dalam menghafalkan Al-Quran di usia sebelum mencapai sepuluh tahun. Sebut saja Imam Syafi’i, peletak Madzhab Asy-Syafi’iyyah, beliau berhasil menghafal Al-Quran 30 juz diusia 7 tahun. Imam Suyuthi, penyusun beberapa kitab, diataranya tafsir jalalain dan tafsir Al-Durrul mantsur, belum genap delapan tahun usianya, beliau telah sukses menghafal Al-Quran 30 juz.

Read more: Mengajari Anak...

Sebuah Contoh Pendidikan Di Jepang

Foto ini diambil dari album Ibu nya Fiana, jadi pengen cerita sedikit apa yang diceritain Ibu nya Fiana tentang anak anak sekolah di Jepang. Cerita ini bukan untuk membandingkan pola pendidikan di Jepang dan di Indonesia. Tetapi hanya sebagai pengetahuan bagaimana pola pendidikan yang diterapkan di negara Jepang. 

Fiana masih TK. Masuk jam 9 pulangnya jam 2 siang lho...
Cuma beda 4 jam sama kaka nya yang SMP, Vaya pulang sekolah jam 6 masuk jam 8. Lama amat sekolahnya...
Masih TK kok udah selama itu, di Indonesia pulangnya paling jam 11 ...

Ngapain aja anak2 TK disekolahnya ?
Apa mereka belajar berhitung dan membaca kaya anak2 TK disini ?

Engga !!

Disekolah mereka lebih banyak belajar bikin alat musik kaya waktu aku disana Fiana lagi dapet tugas bikin alat musik dari bekas botol air mineral yang di isi dengan biji bijian dan dihias. Tapi Ibu yang bikinin ya Fin... hehehehe

Read more: Sebuah Contoh...

IBU...Berhati-hatilah Dengan Doamu..!!

Kisah ini diceritakan oleh seorang ibu yang begitu menyesal dengan doa yang dipanjatkan untuk anaknya. Dari kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi semua ibu untuk berhati-hati dalam mendoakan buah hatinya, apalagi dalam kondisi sedang marah. Berikut cuplikan kisahnya...

Suatu hari, saya sedang membersihkan rumah. Tiba-tiba anak lelaki saya datang, ia masih kecil waktu itu, ia menjatuhkan satu hiasan yang terbuat dari kaca, dan pecah.

Saya benar-benar marah ketika itu. Karena hiasan itu amat mahal harganya. Ibu saya telah menghadiahkannya dan saya amat menyukainya, maka saya menjaganya dengan amat baik.

Karena terlalu marah, saya melontarkan kata-kata: "semoga kamu tertimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur!"

Beberapa tahun berlalu, saya lupa akan doa itu, saya pun tak menganggapnya penting, dan saya tidak tau bahwa ternyata doa itu telah naik ke atas langit...

Read more: ...