Nasehat Bunda

Cara Menumbuhkan Minat Baca

Membaca adalah salah satu cara menjadikan kita pribadi yang lebih unggul dan berkualitas. Menumbuhkan rasa senang membaca sangatlah tidak mudah. Beberapa tips menumbuhkan minat Baca

 

  1. Tentukan tujuan Membaca

Pembaca yang baik adalah pembaca yang tahu betul akan tujuan ia membaca. membaca bukanlah hanya aktivitas mata saja, tapi melibatkan aktivitas pikiran dan hati. Jika seseorang memiliki tujuan yang jelas, ia akan memilih buku yang akan dibacanya dan akan mendapat manfaat dari apa yang dibacanya, sehingga akan menumbuhkan minat dalam membaca.

 

  1. Buatlah Perencanaan dalam Membaca

Rancana selalu memegang peranan penting, kenapa demikian? Karena perencanaan akan membantu seseorang menjadi lebih siap dalam menjalankan aktivitas. Anda harus tahu betul kapasitas kemampuan Anda yaitu waktu yang tepat anda miliki, buku yang sesuai dan kapasitas menguasainya. Setelah Anda mengetahui kemampuan Anda, teruskan membuat targetmisalnya anda akan membaca 1 buku dalam waktu satu bulan, dalam waktu 6 bulan anda membaca 6 buku dan seterusnya. Dengan menyusun perencanaan akan memberi manfaat besar di kemudian hari.

 

  1. Mulailah dari yang paling Anda Sukai

Untuk memulai menumbuhkan minat baca, sebaiknya bacalah buku-buku yang paling anda sukai dulu. Namun juga harus dilihat juga kualitas buku bacaan anda juga. Buku yang baik adalah buku yang memberi manfaat bagi pembacanya.

 

  1. Aturlah waktu Anda

Tidak punya waktu satu alasan yang sering diungkapkan oleh seseorang ketika ditanya tentang membaca buku. Kenali waktu luang anda dan gunakan itu untuk membaca, kalau perlu bawalah selalu buku kemanapun anda berada, sehingga kapan saja ada waktu luang anda bisa membacanya.

 

  1. Mulailah secara bertahap

Banyak orang ketika menemukan semangat  membaca pertama kali, biasanya mereka ingin langsung membaca buku, kemudian ia menyempatkan waktu yang banyak untuk itu. sampai mengorbankan waktu yang sangat banyak untuk membaca. Sebaiknya lakukan dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya membaca membutuhkan istiqomah, khususnya mereka yang belum terbiasa dengan membaca.

 

  1. Bersungguh-sungguhlah

Man Jadda wa jadda, Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Dalam membaca pun harus bersungguh-sunguh supaya mendapat manfaat yang besar.

 

  1. Manfaatkan Sarana yang Ada

Jika sekolah atau di rumah ada perpustakaan maka manfaatkan sarana itu dengan baik.Juga dengan membeli buku atau membaca buku elektronik di internet juga bisa jadi bahan bacaan.

 

  1. Sampaikan Apa yang Anda Baca

Ketika seseorang sudah bisa mendapatkan ilmu darisebuah buku, maka dia wajib menyampaikan ilmu itu kepada orang lain. seperti disabdakan Rasulullah SAW " Sampaikan yang datang dariku walau hanya satu ayat" (HR Bukhari). Catatan : Setiap Anda mengajarkan manusia, maka Allah akan menambah ilmu Anda.

Memilih Sekolah Anak

Pendidikan bagi anak sangatlah penting bagi masa depannya. Diperlukan peran orang tua, untuk mencari sekolah anak, terutama pendidikan Taman Kanak-Kanak ( TK ) dan Sekolah Dasar ( SD ), merupakan " investasi jangka panjang " bagi masa depan anak-anak. Orang tua tidak akan sembarangan memilihkan sekolah, sekolah terbaik menjadi pilihan bahkan yang termahalpun  dilakoni.

Banyak ragam pilihan sekolah yang bisa dipilih orang tua, mulai dari sekolah unggulan, sekolah internasional, sekolah berbasis agama, sekolah dengan asrama, sekolah alam, sekolah bilingual atau kombinasi antara dua dan tiga kategori. Lantas  mana yang harus dipilih?

Read more: Memilih Sekolah Anak

Wajibnya Menanamkan Nilai Islam Kepada Si Kecil

Menanamkan dan membimbing kebaikan bagi si buah hati semenjak ia masih kecil adalah perkara yang indah. Dengan itu, ia akan mengawali catatan pada lembaran putih kehidupannya dengan kedekatan kepada Allah Azza wa Jalla. Bimbingan yang dilakukan harus ditempuh secara bertahap, dimulai dari pengenalan adab-adab (ajaran-ajaran Islam) yang mendasar namun memiliki pengaruh besar yang begitu mendalam seperti yang tertuang dalam hadits berikut:

مُرُوْا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْناَءُ سَبْعِ سِنِيْنَ، وَاضْرِبُوْهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَْبْناَءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقوُاْ بَيْنَهُمْ فِيْ الْمَضَاجِعِ

Perintahkanlah anak kalian untuk shalat ketika mereka mencapai umur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat setelah mencapai sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka [Shahîh Sunan Abu Daud no: 465, 466]

 

Read more: Wajibnya...

Ungkapan Cinta

Seorang bapak mengaku tersentak ketika ditanya putrinya, benarkah di masa kecilnya ia suka rewel sehingga membuat ayah marah dan memukulinya? Untuk beberapa lama ayah tak kuasa menjawab. Suara anaknya didengarnya lebih dari sekedar pertanyaan, tapi gugatan.

"Ayah tidak ingat pasti. Mungkin ya, mungkin tidak," katanya tergagap. "Coba kau tanya pada ibumu. Tapi kalau benar, bukankah Ayah sudah pernah minta maaf. Ayah dulu tidak mengerti kalau memukul itu salah?" kata Ayah. Suaranya tertahan rasa pedih yang teramat dalam.

Selama beberapa hari pertanyaan putrinya mengganggu pikirannya. Situasi itu bahkan membuatnya tidak berani menatap wajah putrinya yang kini telah beranjak dewasa. Makhluk yang dulu kecil itu kini seolah sedang mengadilinya.

Read more: Ungkapan Cinta