Nasehat Bunda

Tips Mengembangkan Kecerdasan dan Kepribadian Anak

Kecerdasan menurut Ibnul Jauzi adalah kecepatan pemahaman seseorang ketika menyimak pembicaraan. Perkembangan kecerdasan ini berkembang cepat pada masa anak-anak awal, karenanya dibutuhkan perhatian ekstra pada masa golden age (0-3th). Meningkatkan kecerdasan dan kepribadian anak dapat dilakukan dengan cara :

1. Melatih anak agar memiliki pendirian

Contohkan dan arahkan agar anak terbiasa mengatakan,"Siapa ikut saya? Bukan "Ikut siapa saya?" Jika sedang bermain dalam tim. Karena pertanyaan pertama mencerminkan anak yang memiliki kepribadian dan pendirian sedang pertanyaan kedua mencerminkan kekerdilan dan sikap mencontoh/meniru.

Read more: Tips Mengembangkan...

Sebagai Renungan : Melintas Badai Kehidupan

 
Hari itu merupakan salah satu hari penting dalam perjalanan hidup saya yang tidak akan pernah dapat saya lupakan seumur hidup tentang pelajaran sikap hidup yang penuh makna. Pada suatu hari, seperti biasanya kami berkendaraan menuju ke suatu tempat di mana pada kesempatan itu saya-lah yang bertindak sebagai sopir yang sedang mengemudikan kendaraan.  Dan setelah berkendara beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam di atas langit yang mulai gelap datang bersamaan dengan angin kencang menderu dan langit menjadi semakin gelap. Lamat-lamat secara samar saya dapat melihat ada beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti di pinggir-pinggir jalan yang kami lalui.
 
"Bagaimana, Ayah? Kita berhenti??", saya bertanya sambil agak berteriak.
"Teruslah mengemudi!!", kata Ayah juga sambil berteriak. Dan saya pun walaupun disertai rasa cemas yang dalam tetap menjalankan mobil itu.
 
Langit makin gelap, angin bertiup makin kencang, dan hujan-pun mulai turun dengan derasnya. Beberapa pohon bertumbangan di sekitar kami, bahkan ada yang diterbangkan angin. Dan saat itu suasana di sekeliling kami sungguh teramat sangat mencekam dan menakutkan. Terlihat samar-samar kendaraan-kendaraan besar juga mulai menepi dan berhenti.
 
"Ayah...?!"
"Teruslah mengemudi!!" kata Ayah sambil terus melihat ke depan serta ikut membantu mengarahkan kendaraan yang sedang saya kemudikan. Saya tetap mengemudi dengan bersusah payah.
 
Hujan lebat menghalangi pandangan saya sampai terlihat hanya berjarak beberapa meter saja ke depan. Anginpun mengguncang-guncangkan mobil kecil yang saya kendarai itu, bahkan ada beberapa dahan pohon dan bebatuan yang cukup keras mengahantam bodi dan kaca kendaraan yang saya kemudikan itu. Saya mulai takut, tetapi saya tetap mengemudi walaupun jalannya sangat perlahan karena jarak pandang ke depan yang juga sangat terbatas. Saat itu waktu sepertinya berjalan teramat lambat dalam anggapan saya yang diliputi kepanikan dan kecemasan akan keselamatan kami.
 
Setelah melewati saat-saat sulit dan menakutkan itu, beberapa kilometer ke depan saya merasakan bahwa hujan mulai mereda dan angin mulai berkurang. Setelah beberapa kilometer lagi, kami benar-benar telah ke luar dari pusaran badai tersebut dan sampailah kami pada daerah yang kering dan kami melihat matahari mulai bersinar muncul dari balik awan.
 
"Silakan kalau mau berhenti dan keluarlah !!", kata Ayah tiba-tiba.
"Kenapa sekarang?", tanya saya dengan heran.
"Agar engkau bisa melihat dirimu seandainya engkau berhenti di tengah badai !!".
 
Saya berhenti dan segera ke luar dari kendaraan. Dan dengan sangat jelas terlihat jauh di belakang sana badai masih berlangsung dengan sengit dan hebatnya.
Saya membayangkan dan menghawatirkan kepada mereka yang masih terjebak di tengah badai sana dan berdoa semoga mereka dapat melaluinya dengan selamat. Dan saya mulai mengerti bahwa jangan pernah berhenti di tengah badai karena kita akan terjebak dalam ketidakpastian dan ketakutan yang panjang bahwa entah sampai kapan badai akan segera berakhir serta apa kemungkinan-kemungkinan terburuk yang dapat menyertainya yang akan terjadi selanjutnya.
 
Moral dari cerita ini adalah . .
 
Jika kita sedang menghadapi "badai" kehidupan : teruslah berjalan, jangan pernah berhenti dan jangan pernah putus asa karena hal tersebut akan menyebabkan kita tenggelam dalam keadaan situasi yang terus kacau, menakutkan dan penuh ketidak-pastian. Lakukan saja apa yang terbaik yang dapat kita kerjakan, dan yakinkan diri serta percaya terhadap pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa BADAI PASTI BERLALU, serta hadapi semua persoalan hidup degan semangat "Can Do Attitude", Perbanyak dan persering berdoa kepada Sang Khalik memohon di berikan kemudahan jalan dan teruslah berjuang dengan upaya terbaik yang bisa dilakukan (do the best).
 
Jadikanlah KEBIASAAN POSTIF dan PANTANG MENYERAH menghadapi persoalan hidup yang mendera untuk terus meringsek MAJU setiap harinya mulai hari ini ya . . Selalu akan ada celah bahagia di antara timbunan duka dan kesulitan hidup.
 
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh,

Hari itu merupakan salah satu hari penting dalam perjalanan hidup saya yang tidak akan pernah dapat saya lupakan seumur hidup tentang pelajaran sikap hidup yang penuh makna. Pada suatu hari, seperti biasanya kami berkendaraan menuju ke suatu tempat di mana pada kesempatan itu saya-lah yang bertindak sebagai sopir yang sedang mengemudikan kendaraan.  Dan setelah berkendara beberapa puluh kilometer, tiba-tiba awan hitam di atas langit yang mulai gelap datang bersamaan dengan angin kencang menderu dan langit menjadi semakin gelap. Lamat-lamat secara samar saya dapat melihat ada beberapa kendaraan mulai menepi dan berhenti di pinggir-pinggir jalan yang kami lalui.

Read more: Sebagai Renungan :...

Sang Penghafal yang tergelincir

Membaca dari blog tetangga arrahmah.com hati ini agak miris, Penghafal Al Qur'an yang tergelincir melakukan perbuatan zina. Begitu dahsyatnya setan megajak ke jalan kesesatan. Semoga bacaan ini menjadi pelajaran.

“Terdapat sebuah kisah nyata, ada seorang ikhwan, kesibukannya adalah menghafal Al-Qur’an, bahkan katanya sudah disebut hafizd. Di tempat lain, ada juga seorang akhwat yang hafizhah. Pada suatu waktu, diselenggarakan daurah kajian Ustadz di tempat yang tidak jauh dari mereka berdua berada.

Entah karena sekadar ingin mencoba ta’aruf, atau sekadar ingin mengenal satu sama lain, atau entahlah alasan-alasan yang lain, mereka bersepakat untuk hadir dalam daurah Ustadz tersebut. Usai daurah, mereka berdua bersepakat untuk berpapasan.

Qadarullah, di saat mereka berpapasan, Allah menurunkan hujan. Karena basah kuyup, mereka mencari tempat untuk berteduh. Di saat mereka berada di tempat berteduh tersebut, setan menggoda mereka akhirnya terjadilah perbuatan yang menyedihkan, zina. Na’udzubillahi min dzalik.”

 

Read more: Sang Penghafal...

Perasaan Anak Ketika Ibu Marah

Cerita Nabila, siswa kelas 2 SMP

Ketika ibu marah, susahlah dunia, karena kalau ayah yang marah kita masih bisa berlari pada ibu. Ibu sering membela kita bila ayah marah, kecuali kemarahan yang disebabkan kenakalan yang keterlaluan, kenakalan yang terencana, yang membuat ayah dan ibu marah besar karena dianggap memalukan orang tua yaitu kedua-duanyalah, ayah dan ibu, bukan hanya satu saja. Kali ini ibu marah, dan kalau sudah marah, ibu cemberut serta tidak mau bicara. Aduuh payaah,,, susah pula merayu ibu, terpaksa aku mencari tahu cara melunakkan hati ibu dengan mengikuti apa yang diinginkannya.

Read more: Perasaan Anak...