Kecerdasan menurut Ibnul Jauzi adalah kecepatan pemahaman seseorang ketika menyimak pembicaraan. Perkembangan kecerdasan ini berkembang cepat pada masa anak-anak awal, karenanya dibutuhkan perhatian ekstra pada masa golden age (0-3th). Meningkatkan kecerdasan dan kepribadian anak dapat dilakukan dengan cara :

1. Melatih anak agar memiliki pendirian

Contohkan dan arahkan agar anak terbiasa mengatakan,"Siapa ikut saya? Bukan "Ikut siapa saya?" Jika sedang bermain dalam tim. Karena pertanyaan pertama mencerminkan anak yang memiliki kepribadian dan pendirian sedang pertanyaan kedua mencerminkan kekerdilan dan sikap mencontoh/meniru.

2. Merangsang keaktifan dan keagresifan anak

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,"Keagresifan anak di masa kecil akan menambah kecerdasannya ketika dewasa." (HR Tirmidzi). Kata al 'uramah (pada hadits ini berarti kuat, lincah, dan keras. Karena itu bila anak kecil aktif bergerak menunjukkan bahwa ia akan tumbuh menjadi anak yang cerdas.

3. Berikan motivasi pada anak

Melibatkan anak untuk ikut memecahkan masalah yang sederhana dalam rumah tangga bisa dijadikan sarana pembelajaran. Memandang rendah pendapat anak karena usia yang masih muda bukan tindakan yang tepat menurut Ibnu Syihab.

4. Berikan kegiatan yang menunjang pertumbuhan kecerdasan

Berikan tugas-tugas secara bertahap sesuai kemampuan anak. Misalnya meminta anak untuk membantu  membeli keperluan rumah tangga, menghidupkan mesin mobil, menata perpustakaan, dll.

5. Berikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan isi hatinya dengan berbicara dan tanya jawab yang sederhana.

Bimbinglah anak menuliskan pengalaman, khayalan, dan cerita sesuai keinginannya. Tahap awal, biarkan anak menyalin dari teks buku yang sudah ada atau dari video rekaman. Agar anak terbiasa memilih pertanyaan, biasakan mereka untuk berpikir sebelum bertanya. Caranya sebelum kita menjawab pertanyaan mereka, terlebih dahulu tanyakan,"Apakah sudah kau pikirkan pertanyaan". Jika belum berilah mereka kesempatan untuk berpikir baru kemudian dijawab. Hal ini untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak.

Sumber: Tanggung Jawab Ayah terhadap anak Laki-laki. (Shalih Baharits, 2001:GIP)