Karena faktor kesibukan dari ayah, kadangkala membuat anak hanya berinteraksi dengan sang ibu sepanjang hari. Dari mulai anak bangun di pagi hari hingga tidur di malam hari, semuanya dilakukan bersama ibu. Sehingga secara tidak langsung anak sudah merasa nyaman bersama ibu walau tanpa kehadiran sang ayah. Walau anak merasa nyaman dengan kehadiran ibu, namun anak tetap membutuhkan interaksi yang intensif dengan sang ayah. Bimbingan langsung dari ayah dalam proses belajar bisa berdampak positif pada perkembangan anak, baik itu perkembangan fisik, kognitif, emosi, dan kebiasaan anak.

Beberapa penelitian telah menyebutkan bahwa ayah yang sering berinteraksi dengan anak dapat membuat anak memiliki IQ yang lebih tinggi dibandingkan bila anak jarang berinteraksi dengan ayahnya.

Berikut ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh ayah agar bisa dekat dengan sang anak:

 Coba ganti popok

Ayah harus tahu kapan dan bagaimana mengganti popok bayi. Terutama, perhatikan ketika anak sudah merasa tidak nyaman dan sering rewel.

Siaga di malam hari

Intensitas kesibukan sang ayah seharian membuatnya tak punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama sang buah hati. Maka,sebelum suami benar-benar beristirahat, bunda bisa memberinya kesempatan untuk siaga. Misalnya dengan membiarkan ayahnya mengurus bayi seperti mengganti popok atau memberi susu formula. Ketika mereka berinteraksi, bayi akan tahu dan belajar mengenali suara ayahnya.

Memeluk dan menggendong

Pelukan dan dekapan akan menjalin kedekatan emosional. Inilah yang banyak terjadi pada anak dan bundanya. Ayah pun bisa melakukannya. Misalnya saja ketika anak atau bayi rewel,maka bunda bisa sekaligus meminta bantuan sang ayah untuk menenangkannya dengan menggendong.

Memberi makan

Bisa jadi ini tugas yang paling menakutkan bagi para ayah. Pastinya, saat memberi makan si kecil, butuh kesabaran dan toleransi pada anak. Anda bisa menggantikan tugas istri untuk menyuapi si kecil dengan mengajaknya bermain atau membacakan cerita sambil makan.

Toleransi

Anda perlu melatih rasa toleransi pada anak misalnya saat ia rewel dan ingin Anda gendong karena pada dasarnya mereka hanya ingin mendapat kasih sayang dari Anda

Bermain

Bermain dengan anak bisa membantu membangun ikatan batin antara anak dan anda. Jika si kecil berusia di bawah 4 tahun, mainan sederhana bisa dilakukan. Jika ia sudah berusia diatas empat tahun, Anda berdua bisa memainkan beberapa mainan yang pastinya lebih menantang.

Merawat anak

Tak hanya mengganti popok, kegiatan anak yang bisa mendekatkan Anda dengan si kecil yaitu mandi bersama. Atau mulailah membiasakan diri untuk memandikan si kecil.

Beri saran dan bicara

Anak-anak sangat mencerminkan orangtuanya. Oleh sebab itu, berilah contoh dengan baik sejak anak masih kecil, terutama ketika mereka beranjak besar, selalu perhatikan setiap perkataan dan tingkah laku Anda.

Beri dukungan

Setiap pilihan anak asalkan tidak menyimpang, sebaiknya Anda dukung. Tak ada salahnya jika Anda menjadi ayah yang demokratis bagi anak. Jangan pernah memaksakan kehendak karena tidak ada kekuatan yang lebih besar untuk seorang anak daripada dukungan ayah

Menidurkan bayi dengan nyanyian

Bayi sangat suka mendengar suara yang menenangkan sehingga merasa lebih nyaman. Daripada menggunakan musik, bunda bisa meminta suami untuk meninabobokkan sang buah hati dengan senandungnya. Dengan begitu, bayu akan merekam suara ayah sehingga lebih familiar, dan juga membantu perkembangan emosionalnya.

Selalu ada ketika sakit

Ketika sakit perasaan seseorang akan lebih sensitif. Begitu juga dengan anak-anak dan bayi. Dengan melihat dan tahu kedua orangtua, terutama ayahnya ada di sisinya, maka anak akan merasa lebih nyaman dan aman, serta merasa lebih dekat

Diolah dari berbagai sumber