Anak Anda sering mengalami sakit perut atau sakit kepala? Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah stres atau gelisah. Menurut para ahli ilmu kesehatan di Amerika, sekitar 20% anak-anak yang datang berobat ke dokter spesialis anak menderita sakit yang berkaitan dengan stres. Anak-anak zaman kini mempunyai aktivitas dan pekerjaan rumah yang lebih dari 2 kali lebih banyak sehingga merasakan tekanan yang lebih besar dibanding sebelumnya. Dari sebuah survei menemukan bahwa 31 % anak usia 9 dan 12 sering cemas dan 47% mengeluh insomnia. Untungnya, Anda bisa membantu anak Anda mengatasi stres, jika Anda mengira anak Anda sudah mengalami stres. Atau membantu mencegahnya, jika anak Anda belum mengalaminya. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Apasaja itu?

 

Menyuruh anak menonton atau mematikan televisi

Jika Anda menyuruh anak Anda menonton televisi untuk meredakan stresnya, padahal mereka sebenarnya tidak benar-benar menyimak televisi yang ada di depannya, maka hal ini akan semakin membuat stres anak meningkat. Menurut sebuah penelitian, televisi dapat menciptakan suara latar belakang yang dapat secara dramatik meningkatkan kadar stres anak. Di kala stres melanda maka kadar hormon stresnya juga akan tinggi, sehingga tubuh menjadi lemah, sistem kekebalan tubuh akan terganggu dan membuat anak mudah terserang berbagai penyakit seperti sakit kepala, kram, diare sampai muntah. Ada baiknya orangtua memperhatikan masalah ini.

Menciptakan ritual yang menyenangkan

Penting sekali menciptakan kegiatan atau ritual yang menyenang diantara anggota keluarga, seperti makan malam bersama, jalan-jalan bersama atau sekedar membacakan dongeng pengantar tidur untuk anak-anak. Banyak studi yang membuktikan bahwa makan malam bersama seluruh keluarga adalah cara terbaik untuk mengurangi stres dalam kehidupan anak-anak. Bahkan dalam sebuah riset menunjukkan bahwa anak remaja yang sering makan malam bersama keluarga lebih jarang memerlukan konseling kesehatan mental dibanding anak yang jarang makan bersama keluarganya. Hal ini menunjukkan bahwa yang paling diperlukan semua anak adalah waktu yang berkualitas dari orangtua mereka.

Pelihara hewan

Anak-anak yang mempunyai hewan peliharaan, entah itu anjing atau kucing atau hewan peliharaan lain mengalami tingkat stres yang lebih rendah dibanding  anak-anak yang tidak memiliki hewan peliharaan. Menurut para ahli, hewan peliharaan dapat memberikan cinta yang tak bersyarat.

Izinkan anak berhenti

Menurut para ahli, Anda bukan hanya diperbolehkan tapi juga harus mengizinkan anak untuk menghentikan aktivitasnya jika ia mau. Memaksakan anak meneruskan aktivitas yang tidak disukainya atau tidak sesuai dengan minat dan bakatnya, akan membuat anak menjadi lebih stres dan menurunkan harga diri atau self esteemnya. Jika anak Anda bersikeras untuk berhenti dari sesuatu, Anda sebaiknya mendengarkan dan mengizinkannya. Karena terlalu banyak aktivitas dapat membuat anak kewalahan. Biarkan anak fokus pada beberapa hal saja yang benar-benar mereka sukai dan melepaskan aktivitas-aktivitas lainnya yang kurang diminati atau disukai.