Anak adalah amanah dari Allah yang harus benar-benar kita jaga. Sebagai orangtua, sudah seharusnya  memberikan kasih sayang, perhatian dan bimbingan kepada anak-anak agar menjadi anak yang dapat dibanggakan dan memiliki akhlak yang baik. Kita pun harus memperhatikan pola asuh anak di masa perkembangannya karena didikan kita dapat berpengaruh besar bagi kehidupan sang anak di masa depan. Berikut ini adalah rahasia dalam mendidik anak yang diberikan oleh Ustadz Farid Ahmad. Semoga artikel dapat bermanfaat untuk Anda semua.

 

1. Kadang kala ketika anak kita menangis, ada saja yang dilakukan oleh orangtua untuk membuat anaknya berhenti menangis. Menurut Ustadz Farid Ahmad, jika melihat anak kita menangis, sebaiknya orangtua tidak diam saja melihatnya. Anda bisa mengalihkan perhatiannya pada  burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.

2. Anak bila diberi kesempatan bermain akan mengulur-ulur waktu bila disuruh berhenti. Jika memang menginginkan anak-anak Anda berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.

3. Jika Anda berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan  ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.

4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.

5. Masa kecil anak-anak tidak akan berulang. Nikmati masa kecil anak-anak Anda, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.

6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf yaa, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawa Anda, atau hilangnya kepribadian Anda. Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.

7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.