Pasti membanggakan mempunyai anak-anak yang taat kepada orangtua, dan yang utama adalah taat kepada Allah. Sebagai hamba yang taat kepada Allah tentunya taat pula dalam menjalankan ibada terutama ibadah sholat wajib. Tetapi sayangnya, untuk jaman sekarang ini hampir kebanyakan anak-anak harus diingatkan terlebih dahulu untuk menjalankan sholatnya. Bahkan mungkin ada beberapa orangtua yang merasa was-was jika anaknya lalai atau bahkan meninggalkan sholat ketika jauh dari rumah atau tidak sedang di rumah.

Merupakan tugas utama bagi orang tua untuk menanamkan pada anak-anak akan kewajiban menjalankan sholat lima waktu. Bahkan sejak usia dini orangtua sudah harus mengajak dan memberi contoh dalam menjalankan sholat, sehingga anak akan terbiasa dengan melihat orangtuanya sholat dan diharapkan anak-ank juga akan terbiasa untuk menjalankan ibadah sholat.

Lalu bagaimana membuat anak-anak kita taat dalam menjalankan ibadah sholat dengan kesadaran mereka sendiri tanpa harus diperintah, tanpa berdebat dahulu dan disiplin mendirikannya tanpa perlu diingatkan? Anda bisa menyimaknya disini.

Ini adalah pengalaman seorang wanita yang memiliki anak perempuan yang sudah duduk di bangku kelas 5 SD. Baiklah inilah cerita darinya dengan bahasa yang telah disesuaikan.

Sholat bagi anakku sepertinya hal yang sangat berat, sampai-sampai suatu hari aku berkata kepadanya: "Bangun!! Sholat!!", dan aku mengawasinya dari jauh. Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai. Kemudian ia mendatangiku. Aku bertanya kepadanya: "Apakah kamu sudah sholat?"
Ia menjawab: " Sudah "?

Kemudian aku marah dengan sangat keras, karena ia berbohong tentang itu. Aku tahu aku salah, tetapi kondisinya memang benar-benar membuatku sedih.
Air mataku tak terbendung disitu...
Aku benar-benar emosi dan marah pada putriku, aku gertak dengan keras dan aku menakutinya dengan siksa neraka.
Tapi apa yang terjadi...ternyata semua ocehanku itu seperti tidak didengar dan tidak bermanfaat sekali.

Hingga suatu hari, seorang sahabatku bercerita ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya (seorang yg biasa-biasa saja dari segi agama), tapi ketika datang waktu sholat, semua anak-anaknya langsung bersegera melaksanakan sholat tanpa diperintah dan atas kesadaran sendiri.

Aku berkata padanya "Bagaimana anak-anakmu bisa sholat dgn kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan dengan keras tanpa perlu kita marah-marah?"

Ia menjawab: "Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan DO'A ini, dan sampai saat ini pun aku selaku berdoa dengan DO'A tersebut.

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dengan do'a ini.
Dalam sujudku...
Saat sebelum salam...
Ketika witir...
Dan disetiap waktu-waktu yang mustajab...

Wahai saudara-saudaraku...
Anakku saat ini telah duduk dibangku SMA.

Sejak aku memulai berdoa dengan doa itu sampai saat ini, anakkulah yg rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat.

Dan adik-adiknya, Alhamdulillah...mereka semua selalu menjaga sholat.

Saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk sholat.

Aku tahu Anda semua penasaran ingin mengetahui doa apakah itu?

Doa ini ada di QS.Ibrahim: 40

( رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ
وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء )
(إبراهيم ، 40)

"Robbij 'alnii muqiimash sholaati wa min dzurriyyatii robbanaa wa taqobbal du'aa"

Artinya :
"Ya Robbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, ya Robb, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)

Doa...Doa...dan Doa...
Sebagaimana Anda semua tahu bahwa doa adalah senjata seorang mukmin.

Semoga cerita ini bisa memberikan manfaat untuk Anda semua. Dan semoga Allah merahmati kita semua. Aamiin.

Sumber: http://www.akhwatshalihah.net