Setiap orang tua pasti menginginkan memiliki anak-anak yang hafal Al Quran. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…

Begitu pun juga dengan Rasya el-Ghayyar yang memiliki 3 anak, kini ketiga putranya telah menjadi hafizh termuda di dunia. Mereka adalah Tabarak, Yazid dan Zeenah. Saat Rasya hamil, Ia melakukan  sedikitnya 3 hal yang terkait langsung dengan harapan besar yang ia ingin  capai yaitu memiliki anak penghafal Qur’an. Apa saja yang dilakukan oleh ibu yang satu ini? Simak berikut ini...

1. Banyak Tilawah

Doktor yang menjadi dosen di Batterje Medical College itu biasa membaca  Al Qur’an sejak sebelum menikah. Ketika ia hamil, kebiasaan tilawah itu  terus ia lakukan. Bahkan bisa lebih banyak dari hari-hari sebelumnya.

2. Menghafal Al Qur’an

Tidak hanya melakukan tilawah, Rasya juga berusaha untuk menambah  hafalannya saat ia mengandung baik anak pertama (Tabarak), anak kedua  (Yazeed), ataupun anak ketiga (Zeenah).

3. Berdoa

Rasya tidak pernah berhenti memanjatkan doa khusus selama hamil dan  mencari waktu-waktu mustajab terkabulnya doa. Ia juga berdoa sebagaimana  doa istri Imran yang mulia:

رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang ada  dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih dan berkhidmat. Karena itu,  terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar  lagi Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)

Sambil ia berdoa, Rasya menadzarkan anaknya menjadi anak yang selalu taat  kepada Allah dan berbakti untuk Al Qur’an.

Biidznillah, doa itu akhirnya dikabulkan oleh Allah. Pada 20 Dzulhijjah  1423 H bertepatan dengan 22 Februari 2003 anak pertama yaitu Tabarak
lahir dan mulai menghafalkan Al Qur’an pada usia 3 tahun dan menjadi hafizh pada usia 4,5 tahun. Tabarak lulus ujian al Jamiyyah al Khairiyah   li Tahfizh al Qur’an al Karim di Jeddah dan al Hai’ah al ‘Alamiyah li  Ta’lim al Qur’an al Karim yang dimiliki oleh Rabithah al ‘Alam al Islami  dengan predikat mumtaz (Cumlaude). Tabarak juga tercatat sebagai hafiz  termuda di dunia.

Pada usia 4,5 tahun anak kedua yaitu Yazid Tamamuddin juga hafal Al  Qur’an 30 juz. Ia bahkan mendapatkan bisa mengalahkan kakanya dan  mendapat nilai lebih tinggi. Walaupun sama-sama mumtaz, tetapi Tabarak  mendapatkan nilai 90 dan Yazeed mendapatkan nilai 95.

Anak ketiga juga demikian. Zeenah el Laboody hafal Al Qur’an 30 juz pada  usia kurang dari lima tahun.

Akhirnya, jadilah ketiganya menjadi 3 hafiz termuda di dunia. Subhanallah Walhamdulillah Allahu Akbar.

Madani News