Ada sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa  anak itu dilahirkan dan dididik orang tuanya untuk menghadapi masa yang akan datang, bukan untuk masa sekarang. Bagaimana anak dapat menghadapi masa depan yang tentunya sangat berbeda jauh dengan keadaan sekarang, dan menghadapi setiap perubahan yang begitu cepat merupakan tanggung jawab orang tua.

Berikut ini ada sebuah tulisan yang menarik yang mungkin bisa menjadi bahan pemikiran dan renungan kita dalam mendidik anak untuk menghadapi masa depan yang entah seperti apa bentuknya.

Kadang-kadang saya cemburu dengan kakak-kakak saya. Mereka semua menjadi dokter. Dan saya masih ingat betapa mudahnya mereka menjelaskan pekerjaan mereka ke nenek saya di Magetan.
Saya memulai karier saya sebagai "artifical intelligence programmer".
Dan bayangkan bagaimana saya harus menjelaskan apa yang saya lakukan kepada nenek saya atau orang tua saya ketika mereka bertanya,"Gaweyanmu kae apa?" (What do you do for living?).

But perhaps this is life. Hidup berganti begitu cepat, bisnis is changing also so fast. Dan species yang paling sukses bukanlah yang paling kuat atau paling cerdas, tapi yang mampu beadaptasi dengan perubahan. Banyak pekerjaan yang kita lakukan sekarang, memang belum ada pada jaman dulu.

Saya yakin pekerjaan seperti digital advertising, social media recruiter, actuaria, underwritter, big data analyst belum ada pada jaman orang tua kita. Dan kesimpulan yang sama bisa kita tarik bahwa job yang akan dilakukan anak anak kita nanti belum ada pada hari ini. We dont even know the job that they will do in the future after they graduate from their university.

Padahal mereka harus kita didik, kita latih, kita educate sekarang.
Jadi bagaimana dong?
Ada 3 hal yang bisa kita lakukan


PERTAMA, pelajari apa trend yang akan terjadi di masa depan:

a) Globalisasi. Berpikir dan bertindak global. Dunia sudah semakin kecil dan semakin sempit. Masyarakat akan terkoneksi dengan yang lain dimanapun dan kapanpun. Masyarakat akan secara aktif berkontribusi dalam permasalahan global

b) Urbanisiasi.Kita tidak bisa menghindar dari kenyataan bahwa masyarakat akan lebih banyak tinggal di kota besar dan gaya hidup modern akan mendominasi dunia.

c) Digitalisasi. Segala sesuatu di masa mendatang akan berbentuk digital, seperti sales, marketing, e-commerce, banking, e-government. Anak-anak kita hanya punya dua pilihan, yakni D or D, Digitalize your self or Die.

d) Weconomy. (Dari kata we dan econom). Dengan terbukanya pasar global, pendanaan global akan mendominasi bisnis di masa depan.

e) Betterness. Di masa depan, bisnis akan jauh lebih memikirkan bukan hanya pada keuntungan jangka pendek. Semua bisnis akan memikirkan aspek tanggungjawab sosial/pengabdian masyarakat, bersahabat dengan lingkungan, apa yang bisa mereka lakukan untuk berbuat baik kepada masyarakat dan bagaimana mereka berkontribusi untuk mewariskan bumi yang lebih hijau dan lebih baik ke generasi penerus kita

KEDUA,  Fokus pada minat dan bekerja keras. Motivasi, dorong dan beri semangat ke mereka untuk belajar keras dan bekerja keras agar mereka berprestasi semaksimal mungkin. Mereka masih harus menjadi yang terbaik dalam hal apa yang mereka kerjakan. Persaingan akan semakin sulit dan keras.

Kunci keberhasilan anak-anak kita adalah:

- Fokus pada minat dan biarkan mereka bahagia dengan apa yang mereka lakukan;

- Berpikir terbuka dan terus belajar

KETIGA, Membentuk minat dan kemampuan untuk mempelajari hal hal yang baru. Apapun yang mereka pelajari di sekolah dan universitas hanya mempersiapkan mereka untuk menyerap pengetahuan dan memecahkan masalah. Tetapi masalahnya sendiri akan terus berubah. Yang penting adalah bagaimana mereka mempunyai kemampuan mempelajari hal-hal baru.

Kemampuan ini bisa dibentuk dengan cara:
- Mencoba hal-hal yang berbeda. Daripada liburan ke Bali atau Singapore dan Amerika tiap tahun, kenapa tidak ke Ujung Kulon, ke Badui, ke Vietnam, Mongolia, Mumbai, Manila. Itu mungkin tidak menyenangkan, tetapi akan diperoleh budaya, bahasa dan tempat yang berbeda.

- Doronglah anak-anak kita untuk mempelajari setidaknya 3 bahasa. Kemampuan bahasa akan menjadi hal penting di masa mendatang.

- Doronglah mereka mempelajari hobi-hobi baru, seperti musik, Aikido, Pencak Silat, Polo Air, Rugby, dan lain-lainnya.

- Doronglah anak-anak kita untuk belajar menghadapi tantangan

- Ajarkan anak-anak kita untuk berpikiran terbuka dan kemampuan menerima pemikiran dan pandangan yang berbeda tentang segala sesuatu.

- Tes kemampuan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan atau kesulitan dalam kehidupannya.

TERAKHIR, Dorong anak-anak kita untuk hidup dengan nyaman. Ajak mereka menikmati hidup. Hidup ini menyenangkan. Dari kecil ajak mereka melakukan hal hal yang mereka suka. Mereka harus tahu, hidup bukanlah berlari cepat, tetapi merupakan perjalanan panjang. Jaga stamina. Istirahat. Minum air dan nikmati perjalanan hidup.

Kita coba yuk?
Semoga dengan melakukan ini kita bisa mendidik generasi berikut yang lebih baik,  untuk masa depan Indonesia yang lebih cemerlang.


Oleh Pambudi Sunarsihanto (VP HR Citibank)