“Ya Allah… bagaimana kamu ini..? anak bertuah..!
“Mudah2an kamu jadi ahli syurga…“keluh ibu Safiah, kakak kandung ayah saya.

Keluhan seperti ini keluar kalau beliau sangat marah pada anaknya kalau anaknya melakukan kesalahan yang tidak disukainya Istilah bertuah umum dipakai oleh kami orang Sumatera. Artinya sehat,hebat, selalu beruntung.

Beliau terkenal dengan doanya waktu beliau marah.Semuanya kalimat yang keluar dari mulutnya doa... Dan itu dilakukannya dengan ihlas. Bukan basa basi. Sudah menjadi kebiasaan beliau setiap hari, yang susah sekali bagi kita sekarang ini untuk melakukannya.
Ini adalah warisan untuk kami semua. Legacy yang mulia, warisan yang tetap hidup biarpun beliau sudah lama wafat.
Nah bagaimana untuk bisa demikian? Apa memang perlu?

Ternyata kita dianjurkan berdoa, “Ya Allah karurniakanlah kepada kami suara yang santun, suara yang sopan dalam berbicara”
Tidak gampang memang.Kadang2 orang harus marah untuk menunjukkan bahwa dia berkuasa.Bahwa dia benar, bahwa dia hebat.

Ada kata2 hikmah yang bagus juga untuk dicatat:

“Bahwa dengan sabar, tidak marah itu mampu menjernihkan keadaan maka sabarlah”.
“Jika dengan memaafkan mampu meredakan kemarahan maka maafkanlah”.
“Jika dengan senyuman mampu merawat luka dihati maka tersenyumlah…”

Masih ada lagi hadis yang perlu kita amalkan sehari hari:
“Barangsiapa yang tidak mengasihi, maka dia tidak akan dikasihi. Dan siapa yang tidak mau memaafkan maka dia tidak akan dimaafkan/diampuni (HadisRiwayat Ahmad).

Ditengah kesibukan hidup. Semua serba tergesa gesa.  Waktu yang tidak pernah cukup.  Permasalahan dirumah, ditempat kerja terutama dikota-kota besar seperti Jakarta, ketidak sabaran mudah sekali meledak. Dengan mudahnya kalimat jadi tidak terkontrol.
Maka sabar dan kontrol diri adalah salah satu obatnya.
Atur nafas sebelum berkata kata.Terutama kalau kita sedang marah.
Banyak kita yang dengan bebas, tanpa kontrol melampiaskan marah pada anak, kemenakan, mertua bahkan pada pasangan kita.

Orang tua yang selalu marah dan sering mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk anaknya, diingatkan Rasul: “ Ada tiga doa yang selalu dikabulkan Allah: 1. Doa orang yang dizalimi, 2. Doa orang yang berpergian dan 3. Doa jelek orang tua terhadap anaknya. (Hadits Bukhari).

Kasihan mereka, anak2 kita, kalau kebiasaan kita tanpa kontrol mengalir kata2 yang kita saja ngeri mendengarnya.
Kita memang makhluk lemah, tapi sadarlah bahwa apapun sikap, kemarahan, kesejukan yang kita sedekahkan kepada anak keturunan kita akan berdampak panjang dalam mereka menjalani kehidupan didunia ini dan diakhirat nanti.

Mudah-mudahan kita menjadi orang tua yang bijak,  selalu dianugerahi sabar dalam menjalankan peran kita masing masing dalam menjalankan amanah Allah.

Mudah-mudahan biarpun tidak sama dengan contoh diawal tulisan ini seperti apa yang dilakukan oleh kakak orang tua saya: Safiah yang selalu mendoakan anaknya waktu dia marah., Allah juga mengetahui kalau kita juga selalu berdoa supaya diberikan kelembutan, keihlasan dan kesabaran dalam kita mengasuh anak turunan kita.

Tidak lama kita bergaul dengan anak dan cucu kita.Waktu berjalan cepat sekali. Bahkan, tidak lama kita hidup didunia ini. Marilah kita sedekahkan senyuman, pelukan, perhatian dan kata2 serta sikap yang bergaung lama dan terus berkumandang dalam kehidupan anak cucu kita sepanjang hayatnya.

Parenting with Elly Risman and family