Membiasakan shalat harus dimulai sejak dini, dimulai dari sejak anak dalam usia kandungan sampai usia anak masa-masa golden age yaitu dari usia 0-5 tahun. Penanaman shalat pada usia dalam kandungan dapat dilakukan dengan cara memperbanyak kegiatan shalat selain shalat lima waktu. Misalnya dengan melakukan shalat-shalat sunnah ba'da dan qabliah dalam shalat fardhu, shalat malam atau shalat hajat dan sebagainya. Jelasnya pada saat usia hamil untuk membiasakan shalat pada anak (jabang bayi), ibu-ibu harus memperbanyak waktu-waktu shalatnya.

Pendidikan anak di saat dalam kandungan sama-sama pentingnya, dikala  anak sudah dilahirkan. Penanaman-penanaman jiwa anak setelah lahir justru ditentukan semenjak anak dalam kandungan. Itulah artinya mengapa para orang-orang tua dahulu selalu memperhatikan para ibu yang sedang hamil dengan membuat aturan-aturan seketat mungkin melalui pantangan-pantangan. Sesungguhnya para orang tua dahulu telah memikirkan pendidikan anak sejak dalam kandungan. Pantangan atau larangan tidak semata-mata memiliki arti apa adanya tetapi memiliki makna-makna filosofis yang justru  memelihara dan menjaga sang bayi dari sifat-sifat buruk. Misalnya seorang ibu yang hamil segala kemauannya harus diikuti, hal ini bertujuan untuk menjaga jiwa sang bayi tetap bahagia dan terhindar dari pola-pola sikap negatif yang bisa diturunkan oleh ibunya.

Pola pendidikan anak sejak dalam kandungan harus terus berlanjut pada masa anak sudah lahir, terutama pada masa golden age. Membiasakan shalat bisa dilakukan dengan cara-cara yang dilakukan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dalam sebuah hadits diberitakan bahwa Nabi suka menggendong cucunya pada saat shalat. Kemudian Nabi juga membiarkan cucunya bermain (menaiki punggung Nabi) saat melakukan shalat. Diberitakan pada saat cucunya naik ke punggung, Nabi melamakan sujudnya sampai cucunya turun kembali dari punggungnya. Berita-berita hadits ini sesungguhnya berbicara tentang pendidikan terhadap anak usia dini dalam pembiasaan shalat.

Pola-pola pendidikan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam terhadap anak usia dini ini kurang mendapat perhatian langsung dari masyarakat Islam saat ini. Para orangtua yang kurang menyadari pendidikan anak usia dini, cenderung akan menjauhkan  anak-anak pada saat mereka melakukan shalat. Hal ini terjadi karena shalat adalah sebuah kegiatan ritual suci, yang harus bersih dari kegaduhan, dan gangguan anak kecil yang bisa membuyarkan konsentrasi. Akibat dari pandangan semacam ini, sebenarnya anak-anak kita sudah kehilangan kesempatan emas untuk mengenal dan mengondisikan shalat kepada anak sejak dini, karena banyak orangtua yang menjauhkan anak-anak kecil  pada saat mau shalat. Bahkan ada orangtua yang sengaja melarang anak masuk masjid dan mengunci pintu agar tidak diganggu  anak pada saat shalat.

Sebagai orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh sebagai generasi muslim berkualitas diawali dengan kebiasaannya melaksanakan shalat, mengapa penanamannya tidak kita lakukan sejak bayi berusia nol tahun. Semenjak bayi anak diperkenalkan kepada kondisi-kondisi religius berkaitan dengan kegiatan ibadah shalat. Pada usia nol tahun bayi sengaja ditempatkan di samping kita pada saat kita melakukan shalat. Selanjutnya pada saat usia bermain, anak sengaja dibiarkan bermain di sekeliling kita pada saat kita shalat. Bahkan pada saat kita mau shalat dan anak minta digendong, dengan senang hati kita menggendongnya sambil shalat sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam melakukannya. Sungguhnya apa yang dilakukan adalah upaya pembiasaan shalat pada anak melalui cara-cara pengenalan atau pengondisian sesuai dengan teori-teori pembelajaan modern dari aliran behaviourisme.

Masa kebiasaan meniru yang dialami oleh anak sejak usia dua tahun, adalah kesempatan emas bagi kita untuk memperkenalkan shalat pada anak dengan mengikutkan dan melibatkan anak langsung dalam waktu-waktu shalat walaupun mereka hanya bermain-main di depan kita pada saat kita shalat.

Pada saat usia 6-7 tahun, anak sudah tidak susah lagi untuk diajak shalat. Anak menjadi familiar dengan kata dan perilaku shalat yang sering kita lakukan. Bahkan pada anak usia 6-7 tahun sudah bisa menjadi alat pendorong dan pengingat kita diwaktu datang waktu shalat. Selanjutnya pada usia ini kita tinggal memoles dengan meluruskan gerakan-gerakan shalat yang benar. Mudah-mudahan dengan demikian generasi Islam akan bangkit menjadi generasi yang cerdas dan taat melakukan shalat. Wallahu'alam.