Pembentukan kepribadian anak-anak sangat dipengaruhi ucapan atau seruan yang baik. Ucapan yang baik sangat besar pengaruhnya bagi pendengarnya. Sebaliknya kata-kata yang kotor dan tidak baik juga berpengaruh buruk pada pendengarnya. Salah satu cara membentuk sifat baik pada diri anak adalah memperdengarkan kata-kata atau ucapan yang baik dan bermanfaat.

Anak-anak yang kecil bahkan bayi yang baru berumur beberapa mnggu bisa berhubungan dengan lingkungannya melalui alat pendengarannya. Suara yang berdengung di sekitarnya dapat ditangkap dengan jelas selama pendengarannya sehat. Bayi yg mendengar suara merdu akan menunjukkan reaksi gembira. Bayi yang mendengar suara gaduh atau menakutkan akan memberikan reaksi menjerit sebagai tanda ketakutan.

 

 

Dalam mengenal lingkungannya, anak-anak yang berumur satu tahun lebih banyak dituntun oleh alat pendengarannya. Kemampuan alat pendengaran sangat dominan meningkatkan pengenalan, pengetahuan, pengembangan pribadi, dan pengasahan intelektual. Banyak hal yang tidak diketahui oleh indra penglihatan atau peraba, tetapi dapat disentuh oleh indra pendengaran. Contohnya dongeng yang diceritakan dan lagu yang diperdengarkan kepada anak-anak yang belum dapat membaca, akan mudah sekali terekam dalam jiwanya.

Karena pengaruh ucapan, kata-kata, orang tua wajib menjauhkan anak-anak dari segala bentuk ucapan, lagu, kata-kata, pembicaraan yang tidak baik atau tidak bermanfaat bagi pembinaan akhlaq dan aqidah. Hal-hal sebagai berikut yang harus diperhatikan oleh orang tua :

1. Bila memberikan perintah kepada anak, hendaklah dengan tutur kata yang lembut dan menggunakan kata-kata yang baik.

2. Bila memarahi anak, janganlah mengeluarkan kata-kata yang tidak baik.

3. Bila memarahi pembantu, janganlah menggunakan kata-kata kasar dan redah agar tidak ditiru anak-anak.

4. Ketika berbicara dengan tamu, hendaklah menghindari pembicaraan dan ucapan-ucapan tidak baik, mungkin sekali anak-anak mendengarkan pembicaraan dengan tamu itu

5. Bila Orang Tua bertengkar, jangan dilakukan dihadapan anak-anak, apalagi mengeluarkan kata-kata tidak baik.

6. Mengontrol kosa kata yang diperoleh anak dari luar agar kata-kata yang tidak baik tidak diucapkan ole anak-anak.