Sebagaimana kewajiban memberi makan, minum dan pakaian kepada anaknya, setiap orangtua wajib mendidik anak dengan memperhatikan dan menyuburkan hati mereka dengan ilmu dan iman serta memakaikan pakaian takwa pada ruhaninya.

"Hendaklah kalian mencegah mereka dari apa yang dilarang oleh Allah dan menyuruh mereka mengerjakan apa yang diperintahkan oleh-Nya. Hal itulah yang menjadi benteng antara mereka dengan api neraka." Demikian Umar bin Khatab ra memberikan tafsiran  pada Al-Quran surat At-Tahrim: 6. Penafsiran ini sebagai bentuk perhatian yang harus diberikan setiap orangtua kepada anaknya.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Orang yang mendidik anaknya itu lebih baik dari pada ia bersedekah dengan satu gantang." Sabdanya pula: "Tidak ada pemberian seorang ayah terhadap anaknya yang lebih utama dari pada pendidikan moral yang lebih baik." (HR. Tirmidzi).

Anak adalah amanat bagi orangtuanya. Mereka bertanggungjawab atas pendidikan, agama, dan akhlak anak-anaknya. Anak-anak yang lebih baik akan menjadi permata hati bagi mereka di dunia dan akhirat. Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala: "Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucunya yang ikut bermain, kami gabungkan anak cucu itu dengan mereka dan kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka."

"Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS. Ath-Thuur: 21).

Lantas, bagaimana memaksimalkan perhatian kepada anak, sehingga dengan siapa ia berteman, di lingkungan mana ia bergaul, diketahui dengan baik? Dengan hal itu, perkembangan anak dalam pembinaan akidah, moral, spiritual dan sosial, jasmani dan daya ilmiahnya terperhatikan dengan maksimal. Demikian, hal-hal yang perlu diperhatikan orangtua dalam mendidik anaknya adalah:

  •     Sebagaimana kewajiban memberi makan, minum dan pakaian kepada anaknya, setiap orangtua wajib memperhatikan dan menyuburkan hati mereka dengan ilmu dan iman serta memakaikan pakaian takwa pada ruhaninya. Hal ini diwujudkan dengan menanamkan akidah sejak dini, diawali dengan pembinaan prinsip-prinsip tauhid sebagai fondasi keimanan.
  •     Memperhatikan moral. Diwujudkan dengan menanamkan kejujuran, sifat amanh dan akhlak yang baik serta memilihkan teman bergaul, lingkungan dan bahan bacaan yang baik.
  •     Memperhatikan mental anak. Diwujudkan dengan membentengi anak sejak awal dari kebiasaan buruk dan membahayakan mental dan intelektual anak seperti masturbasi dan penggunaan obat terlarang.
  •     memperhatikan sisi kejiwaan. Sebagai contoh, jika anak menunjukkan gejala minder, pemarah, atau pendiam harus ditelusuri penyebabnya, apakah karena dihina, kefakiran, atau sebab lain. Kemudian cari solusinya dan atasi denga bijaksana dan penuh perhatian.
  •     Memperhatikan segi sosial. Orangtua hendaknya memantau anak tentang pemenuhan hak orang lain, memiliki sifat empati, rendah hati, belas kasihan, santun dan bertanggung jawab.
  •     Memperhatikan segi spiritual. Diwujudkan dengan mengusahakan agar anak memiliki sifat khusyu, taqwa, rajin dan semangat beribadah.
  •     Memperhatikan jasmani. Diwujudkan dengan memberi makanan halal dan baik, menciptakan rumah yang sehat, bersih, membiasakan olahraga, kecenderungan pola makan dan hidup teratur.
  •     Memperhatikan segi intelektual. Orang tua hendaknya membimbing dan melatih anak dengan penuh kesabaran dalam belajar, membiasakan membaca AlQuran serta berusaha memupuk daya ilmiahnya dengan berbagai ilmu pengetahuan.


Insya Allah segala pehatian yang diberikan kepada anak-anak kita, bila dilakukan dengan sepenuh hati akan membuahkan anak-anak yang sukses dan shaleh. Aamiin.