Cerita Nabila, siswa kelas 2 SMP

Ketika ibu marah, susahlah dunia, karena kalau ayah yang marah kita masih bisa berlari pada ibu. Ibu sering membela kita bila ayah marah, kecuali kemarahan yang disebabkan kenakalan yang keterlaluan, kenakalan yang terencana, yang membuat ayah dan ibu marah besar karena dianggap memalukan orang tua yaitu kedua-duanyalah, ayah dan ibu, bukan hanya satu saja. Kali ini ibu marah, dan kalau sudah marah, ibu cemberut serta tidak mau bicara. Aduuh payaah,,, susah pula merayu ibu, terpaksa aku mencari tahu cara melunakkan hati ibu dengan mengikuti apa yang diinginkannya.

Ibu suka jika aku pakai jilbab, walau aku merasa panas namun demi ibu aku pakai juga. Ibu suka aku dirumah dan bikin PR, padahal aku bosan dengan PR-nya karena soalnya susah, namun demi ibu aku lakukan hal itu. Ibu suka aku bantu adik dan tidak marah-marah pada adik, walaupun sangat susah mengekang amarah, karena adik sangat menjengkelkan dan kayaknya aji mumpung, mumpung aku lagi dimarahin ibu, maka adik terlihat semakin menyebalkan dan melunjak.. hffhhh….Ibu suka aku mencuci piring sendiri dan tidak teriak-teriak terus memanggil mbok. "Akh untuk yang satu ini aku malas, biar deh ibu marah terus, kalau semua dikerjakan maka aku kecapekan dan kalau dikerjakan, maka si mbok ngerjain apa dong..". Lambat laun setelah aku mengerjakan semua yang ibu sukai dan semua ku lakukan dalam diam, tahu-tahu waktu sudah ashar dan waktu sholat tiba. Oh yaa satu lagi yang ibu suka, ibu suka aku sholat ashar tepat waktu, maka segera saja aku berlari dan ambil air wudhu lalu sholat, lalu berdoa, "Yaa Allah, semoga ibu tidak marah lagi, maafkan aku yaa Allah.. amiin…".

Itulah gambaran pandangan anak ketika kita sebagai ibu marah kepada anak kita. Ternyata, anak lebih risau bila ibunya yang marah daripada ayah yang marah. Mengapa begitu, karena selama ini ibu dianggap yang paling mengerti dan memahami serta selalu menyokong anak apapun bentuknya. Ibu adalah sosok paling dekat bagi seorang anak, jadi wajar sekali bila ibu marah, sang anak akan merasa sangat susah dan perasaannya tidak enak. Ibu pun harus bisa membedakan marah karena memang perlu marah atau marah karena emosi, yang jelas apapun bentuk kemarahan seorang ibu, bila bersabar itu jauh lebih baik, karena anak-anakpun tahu hadist  yang satu ini, yaitu Laa taghdob… wa lakal jannah, jangan marah ibu, surga untukmu.

Hmmm susah memang untuk menjadi ibu yang tidak marah dan biasanya kita sebagai ibu akan beralibi,
"habis anaknya bandel sih"
"anaknya susah diatur"
"dikasih tahu gak mau dengar'
"maunya sendiri"
dan yang paling parah " nurunin bapaknya"

Apapun alibi kita mengenai amarah yang kita lakukan pada anak kita, ingatlah bahwa jaman sekarang ini, marah bukanlah solusi untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, apalagi terhadap anak yang kita cintai.

Sumber: republika.co.id